Kamis, 02 Agustus 2012

Sikap bersahaja di mata Allah akan menghantar orang kepada kebenaran dan kepenuhan hidup

Yeremia 26:1-9
Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, anak Yosia raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN, bunyinya: Beginilah firman TUHAN: "Berdirilah di pelataran rumah TUHAN dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah TUHAN, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah katapun! Mungkin mereka mau mendengarkan dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat, sehingga Aku menyesal akan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka oleh karena perbuatan-perbuata mereka yang jahat.  Jadi katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu,  dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu, ?tetapi kamu tidak mau mendengarkan? maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi." Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah TUHAN.  Lalu sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan TUHAN untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: "Engkau harus mati!  Mengapa engkau bernubuat demi nama TUHAN dengan berkata: Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tidak ada lagi penduduknya?" Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah TUHAN.
Mzm. 69:5,8-10,14
Ya Allah, Engkau mengetahui kebodohanku, kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi bagi-Mu. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku. Aku meremukkan diriku dengan berpuasa, tetapi itupun menjadi cela bagiku; Lepaskanlah aku dari dalam lumpur, supaya jangan aku tenggelam, biarlah aku dilepaskan dari orang-orang yang membenci aku, dan dari air yang dalam!
Mat. 13:54-58
Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."  Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.
Renungan:
Betapa malang nasib penduduk kota kelahiran Yesus, Nazareth. Mestinya mereka bangga akan putera daerahnya, tetapi kesombongan, sikap pandang enteng dan meremehkan, sikap praduga dan perasaan sudah mengenal dan mengetahui seseorang, membuat mereka tertutup pada kehadiran Allah, membuat mereka buta dan tuli atas pewahyuan Allah yang penuh daya kebaikan. Mereka kekurangan iman dan kuasa Yesus pun dimandulkan mereka.
Kita sering terkena virus Nazareth ini. Kita bukan hanya meremehkan orang lain, tetapi diri sendiri: masakan orang dari kampong kita bisa seperti itu? Kita dengan mudah menghakimi orang lain dari sedikit data di tangan kita. Apalagi, karena kekurangan iman, kita pun gampang melawan kebenaran iman, mudah mengkritisi sang nabi, seenaknya menuduhnya palsu. Selanjutnya, tinggal dalam status quo saja. Padahal, yang bersahaja di mata Allah-lah yang akan menghantar orang kepada kebenaran.
Untuk kita sendiri: apakah saya seperti orang Nazareth, kurang beriman, sehingga tidak terjadi perubahan iman dalam diriku, dalam karyaku, dalam tugasku? Jika ada ketidakmajuan dalam diriku, keluargaku, kelompokku, apakah karena saya adalah salah satu dari penduduk kota kelahiran Yesus...?
(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama,Yogyakarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari