Tampilkan postingan dengan label Yohanes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yohanes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 April 2012

Menikmati Hadirat Tuhan

Ayat Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini: : Keluaran 16
“Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi.” (Yoh 6:35)

Kisah Tuhan menurunkan manna kepada Bangsa Israel merupakan kisah di mana kita pada hari ini belajar untuk mempercayai bimbinganNya hari demi hari. Ketika kita bangun di pagi hari, apakah yang ada di benak kita: pekerjaan yang bertumpuk, beban-beban sepanjang hari, urusan-urusan yang masih terbengkalai? Pernakah terpikir oleh kita untuk memulai hari baru dengan merenungkan kasih Yesus yang telah berkorban untuk kita? Saat orang Israel bersungut-sungut, Tuhan menurunkan manna di perkemahan orang Israel, dan tidak ada satu orangpun yang kekurangan. Dari firman Allah, kita mengenal Yesus sebagai roti hidup, pada hari ini Ia ingin memberikan damai, kasih karunia, penghiburan dan sukacita kepada kita(dengan kata lain menurunkan manna), tetapi bila kita lebih memikirkan kepentingan-kepentingan kita sendiri- kita melibatkan Tuhan hanya untuk membuat program-program kita berhasil atau dengan kata lain Tuhan bukan yang terutama dalam hidup kita, roti itu akan berulat dan berbau busuk. Kita menjadi mudah marah kepadaNya saat kita malah terjebak dalam kesulitan atau bahkan apa yang ingin kita raih tidak tercapai.

Kekhawatiran juga menyebabkan kita tidak dapat memuliakan namaNya. Orang Israel yang kuatir tidak akan mendapat manna keesokan harinya, mengambil jatah yang melebihi kebutuhannya sehari, dan hasilnya roti itu juga tidak dapat dimakan. Saat kita tenggelam dalam kekuatiran, kita cenderung meragukan pimpinan Tuhan, dan karenanya kita mengambil langkah apa yang menurut pikiran kita benar dan masuk akal. Akibatnya, kita mudah sekali kehilangan sukacita, damai, penghiburan dan kasihNya yang sebenarnya sungguh berlimpah dan diberikan cuma-cuma bagi kita. Sesungguhnya kasih karunia Tuhan baru setiap pagi (Ratapan 3:22-23), dan pemeliharaanNya selalu tersedia bagi kita, anak-anakNya. Namun, kita akan menganggap Tuhan jahat dan tidak sayang pada kita bila hati kita hanya terisi oleh kesibukan-kesibukan duniawi serta tidak bersandar penuh kepadaNya.

Kiranya kita dapat selalu menikmati hadirat Tuhan dalam setiap pergumulan yang kita hadapi. Seperti manna yang rasanya manis, kasih Yesus pada kita juga sangatlah manis. Semakin kita bertekun di dalamNya, hidup kita semakin lama semakin akan terasa manis. Ikutlah Yesus dan berpeganglah pada firman Tuhan agar jangan sampai hidup kita menjadi tawar, dan berarti kita telah menyia-nyiakan kematian Yesus di kayu salib. Amin!

__________________________
Dikirim oleh : Kumalawaty Sundari

Sabtu, 07 April 2012

Renungan Paskah - Yesus Telah Bangkit

Bahan Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini :
Markus 16:1-8 dan Yohanes 20:1-10

Hari ini merupakan perayaan Paskah. Kebangkitan Yesus Kristus berarti kemenangan iman Kristen; dan ini merupakan penggenapan dari nubuat mengenai Mesias yang terdapat dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Siapa dari kita, pengikut Kristus, yang tidak beriman dan bersyukur akan kematian dan kebangkitan-Nya? Kita sadar bahwa kedua peristiwa penting itu menentukan baik Kekristenan maupun kehidupan iman kita. Keduanya tidak dapat dipisah dan mengandung arti teologis yang mencengangkan. Bila kematian adalah tindakan ketaatan Tuhan Yesus kepada rencana kasih Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan upahnya, yaitu murka Allah, maka kebangkitan adalah bukti bahwa ketaatan Tuhan Yesus itu berhasil!.

Apabila Tuhan Yesus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah iman percaya kita dan kita pun masih hidup di dalam dosa. Jika Kristus tidak bangkit, Injil hanyalah sebagai buku cerita fiksi belaka dan percuma Injil diberitakan ke seluruh penjuru dunia ini. Namun dengan kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga, berita Injil adalah ya dan amin. Itulah sebabnya Tuhan Yesus memberi perintah kepada murid-muridNya dan juga kita;
"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum." (Markus 16:15-16)

Kebangkitan Yesus Kristus adalah bukti bahwa Dia adalah Tuhan dan bukti bahwa Injil Kristus adalah kebenaran sejati. Dengan tepat Rasul Paulus mengatakan: 
"andaikata Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu" (1 Kor. 15:12). 
Kebangkitan Yesus Kristus telah memberikan kepastian bahwa di balik kematian ada kehidupan. Hal ini ditegaskan Tuhan Yesus Kristus sendiri; 
"Akulah kebangkitan dan hidup, barang siapa percaya kepada-KU, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yohanes 11:25). 
Jadi dengan kebangkitan Kristus ada jaminan pasti bahwa kita yang percaya juga akan dibangkitkan dari kematian dan beroleh hidup yang kekal.

Oleh karena itu dengan momentum Perayaan Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, mari kita bangkitkan iman, harap dan kasih kita, sebab Dia yang bangkit mampu mengubah kita. Amin! 

Selasa, 03 April 2012

Hidup di Bawah Bimbingan Roh-Nya

 Ayat Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini: Yohanes 2:1-11

Mujizat air menjadi anggur
Mujizat pertama yang dibuat oleh Tuhan Yesus adalah saat Ia mengubah air menjadi anggur pada perkawinan di Kana. Kita tahu pasti bahwa pada saat itu pihak yang mengadakan pesta kehabisan anggur. Pada hari ini, barangkali hidup kita juga dalam kondisi yang tidak baik; kita mempunyai banyak rencana-rencana bagus, tetapi di tengah jalan rencana-rencana tersebut menemui hambatan. Hal pertama yang seharusnya ada di benak kita saat kita kehilangan selera dalam menjalani hidup adalah menceritakan kesulitan kita kepada Yesus. Anggur yang habis itu dapat berupa kesulitan ekonomi, pertikaian dalam kehidupan rumah tangga atau kewajiban-kewajiban lain yang kita rasa sangatlah berat untuk dilakukan. Saat kita merasa hidup kita hancur, kita perlu lebih mempercayaiNya. Dalam hal ini, Ibu Yesus menyuruh pelayan-pelayan pesta untuk melakukan apa saja yang Yesus suruh mereka perbuat, dan keajaiban pun terjadi! Bahkan pemimpin pesta memuji anggur yang baru saja diberikan kepadanya.
“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya!” (Mazmur 34:9)
Saat kita bertumbuh dalam iman, kehidupan kita akan semakin lama semakin manis. Menurut pemimpin pesta, anggur yang baik hanya dihidangkan pada saat awal pesta, setelah itu kualitas anggur yang dihidangkan tentu akan berkurang. Banyak orang pada hari ini beranggapan bahwa semakin bertambah usia, hidup akan semakin sulit, bahkan mereka lebih menyukai masa kecil mereka, di mana masa tersebut mereka tidak perlu bekerja keras. Hendaknya kita membuang jauh-jauh berbagai pandangan dunia yang berusaha menjauhkan kita dari kasih Kristus. Karena Yesus telah mengalahkan dunia, pada hari ini kita tentu dapat merasakan bahwa hidup di bumi ini seperti di Surga. Walaupun semua orang telah pasrah, sebagai orang percaya, kita harus ingat bahwa kita mempunyai harapan yang teguh di dalam Tuhan.

Ada tekanan-tekanan ketika anggur sudah habis, tetapi jalan terakhir yang para pelayan itu pilih, yakni melaksanakan semua perkataan Yesus, malah dapat membuat pesta tetap dapat berjalan. Hari ini hidup kita dipenuhi berbagai macam tuntutan, misalnya: seorang anak yang dituntut orang tuanya untuk dapat meraih peringkat terbaik di sekolah atau menjadi seperti yang mereka ingini. Ketika kita beranjak dewasa, kita dituntut untuk bekerja keras dan memperoleh uang banyak. 

Nilai pengorbanan Tuhan Yesus melebihi segalanya, oleh karena itu, mujizat pertama ini mengajarkan kepada kita bagaimana Tuhan ingin agar kita menikmati kebebasan di dalamNya. Jika kita melakukan perintah Tuhan, hidup kita akan diberkati, dan jauh dari segala macam keluhan dan putus asa. Sebaliknya, bila kita memilih anggur dunia yang suatu saat dapat habis, kemudian kita terus berusaha untuk meraihnya, kepahitan akan senantiasa menghinggapi kehidupan kita. Kiranya damai sejahtera Yesus Kristus senantiasa tinggal dalam hati kita.  Amien !
_____________________________
Dikirim oleh : Kumalawaty Sundari

Sabtu, 03 Maret 2012

MUJIZAT: BUKTI ALLAH YANG HEBAT!

Mujizat - Air menjadi Anggur
Ayat Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini:  Yohanes 6:25-40

Sebagai orang beriman, tentu kita percaya adanya mujizat. Mujizat itu memang nyata. Sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang datang dari Allah yang Maha kuasa. Mujizat itu sendiri adalah hak prerogatif Allah, milik Allah. Sebagai tanda kemahakuasaan Allah. Selama Tuhan masih ada, mujizat masih selalu berlaku. Bila ada manusia yang berkata bahwa zaman mujizat sudah berlalu, pastilah manusia itu sudah ‘tak waras’, karena bila mujizat tak ada, berarti Tuhan juga tidak ada. Mujizat selalu tersedia bagi orang yang percaya kepadanya! Alkitab sendiri berbicara tentang mujizat dan 25% isi Alkitab adalah mujizat. Tentang sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang di luar jangkauan kita sebagai manusia. Sesuatu yang disebut mujizat!

Dalam Alkitab (Perjanjian Lama) banyak tercatat mujizat, Tongkat Musa bisa jadi ular (Kej.7:8-12), sepuluh tulah (Kel.7:14-11:10, manna dan burung puyuh (Ke1,16:11-22), air dari gunung batu (Kel.17:8), Naaman sembuh dari sakit kusta (II Raja-raja 5:1-19), minyak seorang janda (II Raj. 4:l-7 ). Dalam Alkitab (Perjanjian Baru) juga terdapat banyak mujizat. Air menjadi anggur (Yoh.2:1-12), orang buta disembuhkan (Mrk.8:22-26 ), angin ribut diredakan (Mat. 8:23-27 ), anak seorang perempuan Kanaan dirasuk setan disembuhkan (Mat.15:21-28), Lazarus dibangkitkan (Yoh.11:1-45).

Pernahkah saudara mengalami mujizat dalam kehidupan saudara? Mungkin pernah. Atau, mungkin juga tidak pernah! Tidak sedikit kesaksian dari mereka yang pernah mengalami mujizat. Mereka bersyukur kepada Allah yang luar biasa. Memuji dan bersaksi bagi kemuliaan-Nya, di sepanjang kehidupan mereka. Namun tidak jarang pula pengalaman mereka-mereka yang tidak mengalami mujizat. Walau pun sudah berdoa atau didoakan atau ikut KKR segala macam. Tidak heran, bila ada yang sampai kecewa karena tidak mendapatkannya!
Saudara, di suatu jemaat pernah terjadi anggotanya yang kecewa. Soal mujizat tentu saja! Ketika orang tua mereka dalam keadaan sakit parah. Sebagai anggota jemaat yang setia dan percaya, tentu mereka juga percaya mujizat. Mereka meminta pelayanan. Supaya didoakan oleh Pendeta dan pelayanan, Perjamuan Kudus juga diminta. Doa kesembuhan dilakukan, Perjamuan Kudus pun dilaksanakan. Tetapi apa dinyana, tak lama berselang, orang tua kekasih mereka tutup mata untuk selama-lamanya. Bayangkan, betapa berduka, luluh dan kecewanya mereka. Mengharapkan mujizat, yang datang malah malaikat segera menjemput pulang!

Barangkali muncul pertanyaan di hati kita: "Kenapa mujizat ada yang bisa terjadi dan ada juga yang tidak terjadi?!” Inilah alasannya yang pasti! Mujizat bukanlah cara Allah yang utama. Bukanlah tujuan Allah yang utama. Tujuan Allah yang utama adalah bagaimana supaya manusia mengenal Allah. Supaya manusia tidak hilang tetapi berolehleh keselamatan. Dalam ayat ke 39 dan 40 Yesus sendiri berkata: "Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada Akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Yesus datang ke dalam dunia bukanlah dijadikan alat penjaja mujizat! Tujuan Yesus yang utama adalah bagaimana mengobati manusia dari luka-luka dosa dan supaya manusia masuk sorga. Bukan supaya manusia menikmati mujizat tetapi tidak selamat. Mujizat hanyalah tanda semata. Sebagai tanda kemahakuasaan Allah melalui mana hendak menegaskan kepada manusia, bahwa Yesuslah satu-satunya jalan yang ditetapkan bila manusia ingin selamat. (ay. 29).

Saudara, kita memang tidak boleh meremehkan mujizat. Mujizat memang bisa terjadi dan mujizat itu nyata. Sebagai tanda kemahakuasaan Allah. Tergantung dari Allah dan Allahlah yang menentukan. Bukan oleh hebatnya doa-doa kita. Yesus banyak membuat mujizat. Tetapi tidak setiap hari dibuat-Nya roti jadi banyak. Tidak setiap waktu yang buta disembuhkan-Nya. Dan tidak setiap kali Lazarus mati dibangkitkan-Nya. Bahkan ada saat-saat Yesus tidak me lakukan mujizat sama sekali! Atas tantangan iblis: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti", ketika berpuasa 40 hari 40 malam. Yesus malah menampik: "Ada tertulis, manusia hidup bukan dari roti raja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Mat.4:4). Ketika para ahli Taurat dan orang Farisi meminta tanda (mujizat), Yesus malah berkata: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda sela¬in tanda nabi Yunus." (Mat. 12:39).

Yesus malah mengecam orang yang baru percaya setelah melihat mujizat. Yesus mengecam orang-orang yang mau mengeksploitasi mujizat guna memenuhi keinginan-keinginannya. Terhadap orang-orang seperti iini, Yesus pun mengingatkan: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang." (ay.26). Saudara, kenapa mujizat bisa terjadi dan bisa juga tidak terjadi? Bila terjadi, itu artinya bahwa, memang Allah pemilik mujizat secara absolut, yang berkuasa, tak dapat diganggu gugat oleh apa pun atau oleh siapa pun! Bila tidak terjadi, karena memang Yesus bukanlah semacam "sangumang" (roh halus pemberi rejeki dalam istilah orang Dayak Ngaju) atau jongos (pembantu) yang selalu siap membantu kapan saja namanya dipanggil dan disebut! Jika ini yang terjadi berarti kitalah yang menjadi majikan sekarang dan Allah hayalah pelayan yang sewaktu-waktu siap membantu keperluan.

Apabila kita mengalami mujizat atau sebagai orang yang dipakai Allah untuk melakukan mujizat, bersyukurlah. Sebab Allah mau memakai hidup kita untuk menolong orang lain supaya percaya dan beroleh keselamatan. Bukan untuk kepentingan pribadi. Mempopolerkan nama pribadi atau merek-merek gereja segala. Apabila tidak mengalami mujizat? Janganlah cepat-cepat kecewa. Barangkali Tuhan memberikan sesuatu yang jauh lebih penting dan berharga dari hanya sekedar mujizat untuk kita. Karena memang, tugas para Hamba Tuhan atau pun gereja yang terutama bukanlah hanya penjaja mujizat! Tetapi memberitakan kebenaran fiiman Tuhan supaya manusia mengenal kebenaran dan diselamatkan. Tugas gereja juga adalah mengabdi dan berjuang untuk membangun dunia ke arah yang lebih damai dan sejahtera. Sampai ke titik nadir terdalam keterpurukan kemanusiaan. Sampai ke titik-titik nadir ketidakberdayaan, ketidakadilan dan pelecehan kemanusiaan, sebagaimana Kristus yang benar-benar membebaskan. Yang nyata-nyata juga diperlukan.

Perlu juga diingat, bahwa tugas orang Kristen yang utama bukanlah sebagai "Kristen pemburu mujizat." Cari mujizat minta jabatan, umpama! Atau hanya cari jiwa-jiwa tapi yang tak mampu berikan lowongan kerja bagi mereka! Karena itu, adalah suatu sikap Kristen yang kekanak-kanakan apabila hanya sibuk memburu mujizat. Lari dari Pendeta A, cari Pendeta B. Lari ke gereja sini, lari ke gereja sana, lari lagi gereja yang lebih kesananya lagi. Hanya sibuk urusan mujizat, sampai lupa cari selamat! Padahal yang terpenting, seperti kata Yesus: "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.” (ay. 27). AMIN.
_________________________
(Oleh: Pdt.Kristinus Unting, STh.,M.Div)

Selasa, 07 Februari 2012

Jangan Menyerah - Tuhan Yesus beserta Kita !

Ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginan atau rencana yang telah kamu buat, ketika kamu melihat tak ada yang berubah/stagnan, apakah kamu tergoda untuk berhenti untuk berusaha ???

Aku punya teman yang berjuang untuk bebas dari kecanduan obat untuk waktu yang lama, bertahun-tahun. Di SMA, ia bergaul di lingkungan yang salah, dan sepuluh tahun kemudian, dia masih kecanduan. Dia orang baik, memiliki keluarga yang baik. Dia telah pergi ke banyak konseling dan ke pusat-pusat pengobatan yang berbeda tanpa keberhasilan. Saya sudah berdoa untuk dia secara pribadi di altar gereja beberapa kali. Pemuda ini bisa dengan saja dengan mudah untuk menyerah dan berpikir, "Yah, mungkin inilah hidup ku. Ini tidak akan pernah berubah."
Tapi tidak, ia tidak menyerah ia tetap bersikeras. Dia telah menetapkan keputusannya untuk tidak menyerah. Meskipun ia akan jatuh, ia akan kembali berjuang dan berusaha lagi dan lagi.

Sekitar setahun yang lalu, saya bertemu dengannya dan dia mengatakan bahwa setelah kecanduan selama dua belas tahun, dia sekarang benar-benar bebas. Saya mengucapkan selamat dan bertanya bagaimana ia melakukannya. Saya pikir mungkin dia pergi ke beberapa jenis program rehabilitasi baru, program khusus. Namun dia mengatakan, "saya tidak melakukan sesuatu yang baru, Bahkan, saya tidak mencoba apapun.. saya hanya berdoa dan pasrah dan kemudian seperti sesuatu yang muncul di dalam, seperti sebuah dorongan, sebuah kekuatan untuk dapat menahan diri dari godaan untuk memakai obat-obatan. Semua tiba-tiba, saya tidak memiliki keinginan lagi untuk menggunakan bahkan untuk mencoba obat-obatan lagi. kekuatan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya." Yang menarik adalah bahwa dalam beberapa tahun terakhir, ia bisa berhenti selama dua atau tiga minggu, tapi kemudian ia akan mendambakan obat yang begitu kuat dan selalu akan kembali ke sana. Dia tidak bisa menahan godaan. Namun dia mengatakan, "Kali ini aku bahkan tidak tergoda oleh itu lagi.." Itulah kuasa Allah yang telah bekerja dalam hidup pria ini! Allah telah mengambil dia dari jangkauan musuh (iblis)!

Teman, dalam kehidupan ini kita seringkali jatuh dalam berbagai persoalan. Anda mungkin memiliki beberapa kemunduran bahkan kegagalan. Ingat, seorang atlet dalam pelatihan untuk menjadi lebih kuat melalui sebuah perjuangan. Hal yang sama berlaku dalam perjalanan kehidupan rohani Anda, dengan perjuangan melawan setiap cobaan yang membuat Anda lebih kuat. Setiap kali Anda bangkit kembali, Anda akan lebih baik. Anda lebih bijaksana. Anda lebih kuat. Jika Anda tetap berusaha dan berjuang maka anda akan terus mendapatkan kembali, suatu hari mungkin juga pada saat ini, Anda akan memiliki kekuatan dari Tuhan untuk berdiri dalam kemenangan total!

Hari ini, ketahuilah bahwa yang lebih besar adalah DIA yang ada padamu dari pada roh yang ada di dalam dunia. Jika Allah di pihak Anda, siapakah yang akan melawan Anda? Kekuatan kegelapan mungkin telah memegang Anda kembali di masa lalu, tetapi saatnya untuk bangkit dalam iman kepada Yesus Kristus dan terus maju! Bahwa kecanduan tidak akan mengalahkan engkau, saya menyatakan itu akan segera berakhir. Anda hanya perlu terus berusaha di dalam Tuhan, tetap memuji Dia dan bersyukur kepada Allah karena kemenangan itu. Terus belajar dan menaati FirmanNYA. Tidak akan lama sebelum rantai jatuh sehingga Anda dapat berjalan dalam kebebasan dan kemenangan sebagaimana yang telah direncanakan Allah!


"Jadi, apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka"  
(Yohanes 8:36)

Jumat, 27 Januari 2012

Lahir Baru - Dilahirkan Kembali

Yohanes 3:3
"...Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah"

Ada seorang pria di dalam Alkitab yang bernama Nikodemus, ia bertanya kepada Yesus, "Apa yang dimaksud dengan lahir baru?? Apa artinya dilahirkan kembali?? Bagaimana seseorang bisa masuk ke rahim ibu mereka untuk kedua kalinya?" Yesus menjawab dengan menjelaskan bahwa dilahirkan kembali berarti bahwa roh kita yang terlahir kembali dan dibuat hidup. Roma 10:9-10 mengatakan bahwa kita dilahirkan kembali ketika kita mengatakan "ya" kepada Yesus.

Mengatakan "ya" kepada Yesus berarti percaya dalam hati kita, bahwa Yesus dibangkitkan dari kematian dan mengakui bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Ketika kita mengatakan "ya" kepada Yesus dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya, kita segera menjadi hidup dalam roh kita. Bila kita menerima pengampunan-Nya, kita dibersihkan dari semua dosa dan segala kejahatan. Roh Kudus Allah akan berdiam dalam hati kita, dan kita dibuat baru! Seolah-olah Dia mengambil keluar DNA yang membuat kita untuk berdosa dan menggantikannya dengan DNA yang suci. Dan kita tidak diprogram untuk berdosa lagi, bahkan, menjadi sulit untuk hidup dengan cara lama yang sama karena ada hasrat baru untuk Allah di dalam diri kita.
I Yohanes 5:12 berkata bahwa, "Barangsiapa memiliki Anak ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak Allah tidak memiliki hidup". Dan kehidupan yang Yesus berikan adalah abadi dan berlimpah, penuh dengan sukacita dan kedamaian abadi!
Mengatakan "ya" kepada Yesus bukan hal yang satu kali; dalam artian tidak hanya kita berkata "ya" kepada Yesus kemudian ya sudah, berhenti sampai disitu. Tidak saudara, tidak seperti itu. Ini dimulai dengan penyerahan diri, kita harus bangun setiap pagi dan mengatakan "ya" kepada-Nya dalam pikiran kita, dalam sikap kita dan dalam tindakan kita. Kita harus mengatakan "ya" untuk mentaati Firman-Nya dan memilih untuk merangkul janji-janji-Nya yang berharga dengan iman. Sama halnya ketika kita berlatih dan makan setiap hari agar tubuh kita tumbuh dan menjadi kuat, kita pun harus berlatih dan memberi makan roh kita setiap hari sehingga dapat tumbuh dan menghasilkan hal-hal besar yang telah Allah siapkan didalam kita!

Saya mendorong Anda hari ini, jika Anda belum sepenuhnya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saatnya untuk mendapatkan kehidupan yang baru! "Ya Yesus saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamatku dan berserah penuh kepada-MU, buatlah hidupku menjadi baru seturut kehendak MU!" Ucapkan doa ini dari hati Anda dan biarkan Dia membuat Anda menjadi baru.

Jika Anda sudah dilahirkan kembali, luangkan waktu untuk menyelidiki hati Anda dan melihat apakah ada area yang telah tertutup bagiNya. Membuka hati Anda dan berkata "ya" di setiap area. Selalu ingat bahwa Dia mengasihi Anda dengan kasih yang kekal, dan Dia memiliki rencana yang indah untuk masa depan Anda. Jangan buang waktu lagi dengan rasa takut, ragu atau penyesalan. Katakan "ya" kepada-Nya dan rangkul hidup berkelimpahan yang telah Dia siapkan untuk Anda!
___________________

Selasa, 27 September 2011

POHON YANG BAIK VS POHON YANG TIDAK BAIK

Bahan Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini : Lukas 6:43-45

Pohon Ara (Ficus Carica) adalah sejenis pohon beringin. Di Indonesia ada sekitar 30 jenis pohon Ara yang dapat dijumpai buahnya sepanjang tahun. Buah Ara ini sangat disukai oleh satwa hutan dan burung-burung. Pada umumnya, dalam setahun pohon ara dapat berbuah sebanyak tiga kali. Buah pertama disebut bikurah atau buah sulung. Inilah yang disebut sebagai buah ara hijau. Orang Israel mempunyai ketetapan bahwa buah sulung merupakan milik Tuhan. Buah kedua disebut buah ara bungaran. Buah kedua ini rasanya segar dan enak serta buahnya paling banyak. Pada saat inilah pemilik pohon berhak memanfaatkannya untuk    penghidupannya, termasuk menjadikannya sebagai komoditas ekonomi. Buah ketiga disebut buah pag. Buah ini tidak boleh diambil pemiliknya, karena merupakan hak orang-orang Lewi dan orang-orang miskin. Ini berarti sebatang pohon yang sehat dapat memberi buah selama sepuluh bulan.
Pada zaman Hellenisme (Yunani-Romawi) buah ara merupakan salah satu komoditi ekonomi penting setelah anggur dan minyak zaitun, sehingga orang-orang Yunani membuat undang-undang khusus untuk mengatur pengeksporannya. Daunnya dapat dimanfaatkan untuk membungkus buah-buahan yang baru dipetik untuk dibawa ke pasar dan sekarang ini menjadi komoditas yang mahal. Buah ara selain dapat dimakan langsung, juga dapat dibuat kue yang mahal harganya, karena makanan ini pun biasa dihidangkan bagi raja-raja (2Raj. 20:7; Yes. 38:27). Meski begitu kue buah juga ara merupakan makanan yang sangat digemari masyarakat dan kerap dibawa saat bepergian (1 Sam. 25:18).

Sedangkan Anggur? Anggur  merupakan tanaman buah berupa perdu merambat yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae. Tanaman ini sudah dibudidayakan sejak 4000 SM di Timur Tengah. Buah ini biasanya digunakan untuk membuat jus anggur, jelly,  minuman anggur,  minyak biji anggur, dan kismis, atau dimakan langsung. Buah anggur dikenal karena mengandung banyak senyawa polifenol dan resveratol yang berperan aktif dalam berbagai metabolisme tubuh. Berdasarkan hasil penelitian para ahli biakui bahwa buah anggur mengandung flavanoid, yakni antioksidan yang akan membantu memperlambat proses penuaan akibat radikal bebas. Buah anggur pun kaya vitamin A, C, B6, folat, serta mineral penting (potassium, kalsium, zat besi, fosfor, magnesium, dan selenium). Anggur memiliki kekuatan yang memadukan dan meningkatkan kelembapan di paru-paru. Anggur merah memiliki kandungan antibakterial dan antivirus yang kuat sehingga mampu melindungi tubuh dari infeksi.

Disamping itu, anggur mampu meningkatkan kesehatan otak dan menjaganya dari serangan penyakit seperti Alzheimer. Sebab, anggur mengandung resveratol, sebuah polifenol yang akan mengurangi tingkat amyloidal-beta peptides pada penderita Alzheimer. Anggur  juga mengandung asam organik, gula, dan selulosa yang bertindak sebagai pencahar. Jus anggur ungu mampu mencegah kanker payudara yang secara signifikan mengurangi massa tumor pada payudara. Demikian juga jus anggur mengandung energi instan. Dan jus anggur putih kaya akan zat besi untuk mengurangi kelelahan. Disamping itu, oksida nitrat yang terkandung pada anggur sangat bermanfaat untuk mencegah gumpalan dan mengurangi risiko penyakit jantung. Antioksidannya juga menghentikan oksidasi kolesterol LDL alias kolesterol jahat yang menghambat pembuluh darah. Anggur mengeluarkan panas dan menyembuhkan gangguan pencernaan serta iritasi pada perut. Bahkan, Anggur mampu menyingkirkan asam pada sistem ginjal yang akan mengurangi gangguan tekanan di ginjal.

Dalam beberapa kesempatan, Yesus menggunakan perumpamaan pohon dan buah dalam pengajaran-Nya. Dalam Lukas pasal 6 ayat 44 yang setara dengan Matius pasal 12 ayat 33;  Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya, “Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara, dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.” Di dalam Alkitab kehidupan orang Kristen sering digambarkan dengan kehidupan pohon. Yesus juga menggunakan metafor tentang pohon untuk menggambarkan pembedaan manakah orang Kristen sejati dan manakah yang palsu (ayat 43-44). Pohon yang baik pasti mengeluarkan buah-buah yang baik. Sebaliknya, pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah-buah yang buruk. Yang baik selalu melahirkan yang baik pula. Ini prinsip yang tidak bisa ditawar-tawar. Demikian juga orang baik akan melakukan perbuatan baik karena di dalamnya (hatinya) hanya ada kebaikan, sedangkan orang jahat hanya melakukan kejahatan karena di dalamnya (hatinya) penuh kejahatan.

Buah ditentukan oleh pohonnya. Pohon ara jelas akan berbuahkan ara, sedangkan pohon anggur jelas akan berbuahkan anggur. Sedangkan semak duri tidak mungkin dapat menghasilkan buah yang baik semisal buah ara atau pun anggur. Bagaimana kualitas "buah" kehidupan kita? Keluarga? Pekerjaan? Tuhan Yesus tentu kecewa terhadap pohon yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Yesus tentu tidak menghendaki kita para murid-Nya  seperti pohon ara, yang hanya indah dipandang tapi tidak berbuah. Tidak membawa manfaat bagi orang. Pohon yang berbuah baik  menggambarkan kehidupan orang benar, sedangkan pohon yang tidak berbuah baik menggambarkan kehidupan orang fasik. (bdk.Mzm.1:1-6).  Lalu, siapakah orang-orang Kristen yang benar dan palsu itu? Lalu apa saja bentuk buah-buah kehidupan kita sebagai orang percaya yang diharapkan?

Para penafsir Alkitab mengatakan bahwa ‘buah’ adalah ‘kehidupan’ orang itu. Jadi, ‘buah yang baik’ menunjuk pada ‘kehidupan yang baik’, sedangkan ‘buah yang tidak baik’ menunjuk pada ‘kehidupan yang tidak baik’. Kalau kita membandingkan antara Mat 7:16-20 / Luk 6 43-45 dengan Mat 3:8-10 dan Mat 12:24,33-37 (perhatikan bahwa ketiga bagian ini mengandung ayat-ayat yang mirip / sama. Jadi, arti ‘buah’ dalam ketiga bagian ini pasti sama), maka jelas bahwa ‘buah’ artinya adalah ‘kehidupan’. Arti ini cocok dengan konteks (lihat Mat 7:21,23 yang menunjukkan kehidupan yang jahat dari nabi palsu), dan arti ini juga didukung oleh bagian-bagian Kitab Suci yang lain yang menunjukkan bahwa nabi palsu mempunyai hidup yang tidak baik, seperti mengejar keuntungan (Yer 8:10  Tit 1:11  2Pet 2:3), bersikap baik terhadap orang yang menguntungkan (Mikha 3:5), dsb. Tidak baiknya kehidupan juga bisa kelihatan dari kata-katanya. Ini terlihat dari ay 45 - “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya”. Ayat ini menunjukkan bahwa dari kata-kata yang tidak baik terlihat hati yang tidak baik.

Kata-kata yang tidak baik ini tidak harus diartikan sebagai kata-kata kotor, cabul, makian, dusta, dan sebagainya. Untuk itu perhatikan kata-kata William Barclay berikut ini: “Nothing shows the state of a man’s heart so well as the words he speaks when he is not carefully considering his words, when he is talking freely and saying, as we put it, the first thing which comes into his head. If you ask directions to a certain place, one person may tell you it is near such and such a church; another, that it is near such and such a cinema; another, that it is near such and such a football ground; another, that it is near such and such a public house. The very words of the answer to a chance question often show where a man’s thoughts most naturally turn and where the interests of his heart lie” (Tidak ada yang menunjukkan keadaan hati manusia dengan begitu baik seperti kata-kata yang ia ucapkan pada waktu ia tidak mempertimbangkan kata-katanya dengan teliti, pada waktu ia berbicara secara bebas dan mengatakan hal-hal pertama yang timbul pada pikirannya. Jika engkau menanyakan arah ke suatu tempat tertentu, satu orang akan memberitahumu bahwa itu dekat dengan sebuah gereja tertentu; yang lain memberitahumu bahwa itu dekat dengan sebuah bioskop tertentu; yang lain memberitahumu bahwa itu dekat dengan lapangan sepak bola tertentu; yang lain memberitahumu bahwa itu dekat dengan suatu bangunan umum tertentu. Kata-kata dari jawaban terhadap pertanyaan sembarangan sering menunjukkan kemana pikiran-pikiran orang itu mengarah secara alamiah dan dimana letaknya kesenangan-kesenangan hatinya). Lalu apa saja  prinsip-prinsip yang harus dimiliki agar kita dapat menjadi pohon yang berbuah baik?

I.Dasar Pertumbuhan Pohon yang Baik

Pohon akan tumbuh sehat jika ia mendapatkan makanan yang cukup dan sehat. Kehidupan orang Kristen yang sehat ialah ajaran Firman Tuhan yang sehat, yang menjadi kesukaannya, yang terus menerus menjadi santapannya, sehingga ia tidak berjalan menurut kesukaan orang fasik yang seperti sekam tidak berguna (bdk. Mzm.1:1,4,5).  Berkaitan dengan hal ini, ada dua kata yang penting untuk dipahami di sini, yaitu: ascentia and fiducia. Ascentia adalah "ascent" mental, pengetahuan mengenai keberadaan sesuatu. Setan-setan mengakui dan percaya bahwa Allah ada. Fiducia lebih dari ascentia. Ia melibatkan suatu kepercayaan penuh kepada sesuatu, penyerahan total kepadanya, suatu kepercayaan penuh dan penerimaan atas sesuatu. Ini adalah jenis iman yang dimiliki oleh orang Kristen dalam Kristus. Seorang Kristen, karenanya, memiliki fiducia; yakni, ia memiliki iman sejati dan percaya kepada Kristus, tidak hanya sekedar mengakui bahwa Ia pernah hidup di bumi pada suatu masa tertentu. Cara lain untuk menjelaskan perbedaan kedua kata ini adalah banyak orang di dunia percaya bahwa Yesus pernah hidup di bumi: ascentia. Tetapi mereka tidak percaya bahwa Ia adalah Juru Selamat mereka, satu-satunya tempat berpaling dan menaruh kepercayaan untuk pengampunan atas dosa-dosa mereka. Ascentia tidak membawa kepada perbuatan. Fiducia menghasilkan perbuatan yang berkenan kepada Allah. Ascentia tidak berasal dari hati. Fiducia yang berasal dari hati. Hanya Firman Tuhan yang sehat yang menjamin seorang Kristen dapat berbuah sesuai kehendak-Nya. Alkitab mengajarkan beberapa prinsip tentang pertumbuhan iman yang sehat:

Pertama, Alkitab menyaksikan, bahwa iman yang sehat adalah iman yang Theocentris (berpusat pada Allah). Orang yang makin bertumbuh imannya adalah orang yang belajar untuk mengutamakan segala sesuatu bagi kemuliaan Allah dan bukan bagi kepentingan dirinya sendiri. Yohanes Pembaptis memiliki obsesi, yaitu dia harus makin kecil, tetapi Kristus yang makin besar (Yoh 3:30). Orang yang bertumbuh imannya bukan lagi si “AKU” yang duduk di atas tahta, tetapi Allah Tritunggal. Banyak orang yang mundur dari pekerjaan Tuhan karena tersinggung. Hal utama yang membuat dia tersinggung adalah karena ke “aku”annya tidak dihargai. Seharusnya sebagai anak Tuhan ia sadar, bahwa hidupnya sudah dibeli, harganya telah lunas dibayar, karena itu orientasi hidupnya hanyalah untuk kemuliaan bagi Allah dan bukan bagi dirinya sendiri (1Kor 6:19-20, Rom 14:7-9, 1Kor 10:31). “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.”( Fil 3:10).

Kedua, orang Kristen yang bertumbuh dengan sehat adalah orang yang mengutamakan pengenalan akan Kristus lebih dari yang lain (Fil 3:10). Bagaikan orang yang jatuh cinta, selalu ingin dekat pada sang kekasih dan mengenalnya dengan lebih dalam serta melakukan apa yang disenangi kekasihnya, demikian pula mirip dengan orang yang mengalami kasih Kristus (Yoh 14:15). Kasih akan Kristus saat ini diwujudkan dengan kerinduan yang terus menerus untuk mengenal firman Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Jemaat mula-mula punya kerinduan yang besar untuk menyelidiki firman Tuhan dengan segenap hati (Kis 17:11, bnd Luk 8:15). “Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan." (Luk 8:15)

Ketiga, orang yang bertumbuh imannya dengan sehat, adalah rela ber”korban” demi pekerjaan Tuhan (kerajaan Allah). Pada umumnya manusia selalu mencari aman untuk kepentingan dirinya sendiri. Tetapi orang yang telah bertumbuh dalam iman yang benar, tidak akan memikirkan untung rugi dalam mengikut Tuhan. Dia belajar mempersembahkan hidupnya (Rom 12:1) dan bahkan siap “rugi” demi Kristus, karena sudah mendapat “untung” terlalu banyak. Ia tidak lagi menguitamakan bagaimana dirinya bisa mendapat berkat, tetapi bagaimana dia bisa menjadi saluran berkat. Nilai pengorbanan Kristus itulah yang menjadi penggerak utama dalam dirinya untuk belajar memberi yang terbaik bagi kemuliaan Tuhan (2Kor 5:14, Luk 19:8, 21:4), komitmen untuk memprioritaskan pelebaran Kerajaan Allah (1Kor 9:16), bahkan rela mati bagi Kristus (2Tim 4:6, Fil 2:17).

Keempat, Iman yang benar bukan positive thinking atau sugesti diri. Banyak orang yang mengaitkan iman dengan percaya yang pasti menyembuhkan, hidup penuh sukses, makin kaya, doa yang pasti dikabulkan dan lain-lain. Iman semacam ini adalah iman yang menyesatkan dan anthropocentris. Iman yang benar adalah iman yang mau tunduk pada kehendak Allah dan percaya, bahwa apa saja yang menjadi kehendak Allah (bukan kehendak saya) itulah yang akan terjadi dan saya akan belajar mengamininya serta taat dengan memberikan respon yang terbaik. Iman yang benar adalah iman yang berpikir dengan positif (bukan positive thinking) dan berpikir dengan positif adalah berpikir yang mau tunduk dengan apapun yang menjadi kehendak Allah. Positive thinking adalah suatu aliran sesat yang mengajarkan, bahwa kita bisa merubah keadaan dengan kekuatan berpikir kita. Kesesatan ajaran positive thinking adalah tidak mengandalkan kekuatan pada Tuhan, tetapi berpusat pada diri sendiri (Anthropocentris).

Kelima, Iman yang benar bukan identik dengan moral dan tingkah laku agama. Banyak orang berpikir, bahwa saya sudah beriman dengan saya rajin ke gereja, rajin memberi persembahan dan melakukan segala aktifitas rohani. Kesalahan utama bangsa Israel adalah menganggap segala kesalehan dan aktifitas rohani sudah membuktikan mereka orang beriman dan akan dapat membuat hati Tuhan senang, Tuhan bukan berhala yang bisa senyum bila ada orang yang “menyogok” atau “menyuap”nya. Hal yang terpenting dalam ibadah adalah relasi (hubungan pribadi) dengan Tuhan, alias “hati” yang dekat dengan Tuhan. Percuma segala aktivitas rohani seseorang, bila semua itu dilakukan dengan hati yang jauh dari Tuhan. Dan hati yang dekat dengan Tuhan adalah hati yang telah diubahkan oleh Roh Kudus, dilahir barukan, yang telah mengalami pertobatan sejati, menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya. Orang yang telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya adalah orang yang pasti memprioritaskan Tuhan dan pekerjaanNya dalam hidupnya.

II. Pohon yang Menghasilkan buah berkualitas

Puncak kehidupan sebuah pohon adalah menghasilkan buah, itulah natur pohon yang semestinya. Metafor yang dilukiskan oleh Yesus sungguh indah, bila kita mengerti kehidupan sebuah pohon, demikian pula mestinya kehidupan kita sebagai orang Kristen yang berbuah. Hanya murid Tuhan sejati, yang fondasi kehidupannya dibangun berdasar pada firman Tuhan, yang akan bertahan menghadapi badai kehidupan (47-48).  Iman percaya kita haruslah menjadi iman yang aktif berbuah, bukan iman yang pasif dan statis. Iman yang berbuah adalah iman yang terus menerus dipraktekkan, dijalankan dalam kehidupan kita sehari-hari. Bukan sekedar iman untuk pemuasan batin kita semata. Tanpa buah dalam kehidupan kita, iman kita tidak berguna bagi Tuhan. Kehidupan iman yang berbuah adalah bila hidup kita selalu berada dalam Kristus.

Sebagai anak-anak Allah, kita harus tahu bahwa jika kita menghasilkan buah yang buruk, maka itu berarti kita bukan Kristen sama sekali. Karena di dalam Matius 7:18 dikatakan, "Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik," tepat seperti yang dikatakan oleh rasul Yohanes dalam 1 Yoh 5:18, "setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa," artinya, tidak terus menerus berbuat dosa. Jadi, janganlah berkata, "Tak peduli bagaimanapun caraku menjalani kehidupan ini, yang penting aku orang Kristen." Tak heran jika orang dunia berkata, "Aku tidak dapat melihat di mana letak perbedaan antara seorang Kristen dengan yang lain."

Seharusnya ada perbedaan yang mencolok antara keduanya. Jika hidup Anda tidak berbeda dari hidup orang dunia, maka besar kemungkinan Anda bukanlah orang Kristen sejati seperti yang Yesus kehendaki. Harus ada perbedaan yang nyata antara buah yang baik dengan buah yang tidak baik. Hal tentang arti buah itu sendiri bisa kita lihat di dalam Galatia pasal 5. Di sana kita diberitahu tentang buah dari daging, yang digambarkan sebagai perbuatan daging. Perbuatan dan buah adalah hal yang sama di dalam Kitab Suci. Anda akan melihat adanya kasih, sukacita yang tertib, damai sejahtera, kelemah lembutan, kerendahan hati, dst.  Hal-hal ini akan membuat orang yang bersangkutan tampil berbeda dari yang lain. Bisa terlihat dari semua hal-hal kecil yang dia lakukan. Sungguh indah jika Anda melihat seorang Kristen yang sikapnya sangat menyenangkan!

Yesus meminta kita tinggal di dalam Dia dan menjadi ranting-rantingNya. Yesus tidak meminta kita menjadi diri kita sendiri, menjadi pohon kita sendiri, tetapi menjadi bagian dari diriNya, menjadi ranting-rantingNya. Diluar kita tidak akan menghasilkan apa-apa. Menjadi ranting diluar Yesus saja tidak akan menghasilkan buah, apalagi menjadi pohon yang berdiri sendiri. Kita akan menjadi pohon yang tidak berbuah dan ditebang sang empunya lahan, yaitu Allah sendiri. Allah yang adalah Sang Empunya lahan menuntut buah, dan buah itu hanya bisa datang dari pohon Yesus Kristus itu sendiri. Kita hanya bisa berbuah sesuai dengan buah yang diinginkan Allah, yaitu buah-buah roh, kalau kita hidup didalam Yesus, dan Yesus didalam kita. Tanpa itu, buah yang kita hasilkan adalah buah-buah yang tidak disukai Allah. Seperti Apa Pohon dan Buah Anda?  Tuhan mengenal umat-Nya. Dia tahu mana yang sejati dan mana yang palsu. Yang palsu pada suatu hari akan terbongkar kepalsuannya, sama seperti semak duri yang tak berguna. Yang sejati, pada suatu hari akan nampak kesejatiannya, sama seperti buah ara atau anggur yang berguna bagi kehidupan.  Karena itu, ukuran kesejatian seorang anak Tuhan terletak pada kesetiaannya untuk terus menerus menghasilkan buah-buah kebenaran.

III. Pohon yang Selalu Berbuah di Segala Musim

Kita akan akan menghasilkan buah, tak peduli apapun musim yang yang kita hadapi, kalau kita hidup dalam Yesus dan menerima kasihNya. Sebagai orang kristen kita tidak lagi menjadi tanaman yang berdiri sendiri dan bersandar kepada kemampuan kita untuk hidup. Ketika kita mengikuti Kristus, kita adalah bagian dari Tubuh Kristus, kita adalah murid-muridNya. Kita adalah ranting dari pohon utama kita yaitu Yesus Kristus. Yesus menjadi pohon utama kita, dan kita hidup didalam Dia dan menjadi ranting-rantingNya. Kita bukan lagi pohon kita sendiri, kita tidak lagi hidup yang berdiri sendiri, tetapi hidup kita adalah bagian dari hidup Kristus itu sendiri. Yesus mengatakan dalam Yohanes 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Hidup kita memang tidak selalu indah setiap hari. Ada waktunya kita menikmati berkat Tuhan yang berlimpah dalam hidup kita, namun ada waktunya pencobaan datang menerpa hidup kita. Dalam saat-saat yang baik maupun yang terendah dalam hidup kita, apakah Tuhan menjadi sumber inspirasi kita? Apakah hidup kita masih memiliki kemampuan untuk menghasilkan buah? Kehidupan iman yang berbuah adalah bila hidup kita selalu berada dalam Kristus. Hidup kita memang tidak selalu indah setiap hari. Ada waktunya kita menikmati berkat Tuhan yang berlimpah dalam hidup kita, namun ada waktunya pencobaan datang menerpa hidup kita. Dalam saat-saat yang baik maupun yang terendah dalam hidup kita, apakah Tuhan menjadi sumber inspirasi kita? Apakah hidup kita masih memiliki kemampuan untuk menghasilkan buah?

Secara  ilmiah memang pohon berbuah ada skilusmya, ada musimnya. Ada saatnya ia berbuah ada saatnya ia tidak berbuah. Walaupun demikian  Allah Sang Pencipta dapat memberikan berbagai hal yang melawan apa yang ‘normal’ yang umumnya terjadi, karena memang Dialah pemilik dan pencipta kehidupan. Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya, karena mereka akan tetap menghasilkan buah walaupun bukan ‘musim’nya. Seperti itulah yang diharapkan akan keberadaan kita sebagai saksi Kristus, selalu ditunggu untuk tetap berbuah kasih,  menghasilkan perbuatan baik, memberikan perkataan baik, membangunkan semangat senantiasa. Berkarya bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik. Selalu, setiap saat dan tidak mengenal musim. Tidak tergantung apapun situasinya.

Tanpa sadar kita sering penuh dengan alasan bila terlibat dalam pelayanan dan dalam membangun relasi dengan Tuhan. Baru berdoa kalau ada masalah, baru ikut pertemuan lingkungan kalau diadakan dirumah sendiri, baru ikut Misa kalau dapat tempat duduk yang enak. Baru ikut koor kalau seragam disediakan, baru ikutan kepanityaan kalau pulsa dan transport tersedia. Dan banyak lagi litani ‘kalau’… itupun kalau doanya dijawab. Kita lupa bahwa Tuhan telah mencintai kita sehabis-habisnya tanpa syarat, tanpa ‘kalau’ bahkan saat kita masih belum mengenalNya, belum bertobat dan belum membalas kasihNya. Kita lupa bahwa orang-orang disekitar kitapun ada yang tetap mendoakan dan mengasihi kita tanpa syarat, tetap mengharapkan yang terbaik dari kita. Kalau saja kita terus menerus membangun relasi yang akrab dengan Tuhan, selalu berupaya mencari tahu dan mengenali kehadiranNya lewat setiap kondisi bahkan lewat setiap perjumpaan, maka seharusnya kita akan melatih diri kita untuk senantiasa memberikan buah-buah rohani yang banyak dinikmati orang-orang disekitar kita. Tanpa syarat, tanpa menunggu musim.

Yesus meminta kita tinggal di dalam Dia dan menjadi ranting-rantingNya. Yesus tidak meminta kita menjadi diri kita sendiri, menjadi pohon kita sendiri, tetapi menjadi bagian dari diriNya, menjadi ranting-rantingNya. Diluar kita tidak akan menghasilkan apa-apa. Menjadi ranting diluar Yesus saja tidak akan menghasilkan buah, apalagi menjadi pohon yang berdiri sendiri. Kita akan menjadi pohon yang tidak berbuah dan ditebang sang empunya lahan, yaitu Allah sendiri. Allah yang adalah Sang Empunya lahan menuntut buah, dan buah itu hanya bisa datang dari pohon Yesus Kristus itu sendiri. Kita hanya bisa berbuah sesuai dengan buah yang diinginkan Allah, yaitu buah-buah roh, kalau kita hidup didalam Yesus, dan Yesus didalam kita. Tanpa itu, buah yang kita hasilkan adalah buah-buah yang tidak disukai Allah. Seperti Apa Pohon dan Buah Anda?  Tuhan mengenal umat-Nya. Dia tahu mana yang sejati dan mana yang palsu. Yang palsu pada suatu hari akan terbongkar kepalsuannya, sama seperti semak duri yang tak berguna. Yang sejati, pada suatu hari akan nampak kesejatiannya, sama seperti buah ara atau anggur yang berguna bagi kehidupan.  Karena itu, ukuran kesejatian seorang anak Tuhan terletak pada kesetiaannya untuk terus menerus menghasilkan buah-buah kebenaran.*  AMIN.
________________________________
(Oleh: Pdt.Kristinus Unting, STh.,M.Div)

Sabtu, 24 September 2011

KESANGGUPAN YESUS Menggantikan KETIDAKSANGGUPAN Kita

Yohanes 6:1-13
 
Tujuan Tuhan waktu melakukan mujizat memberi makan 5000 orang adalah agar para muridNya selalu percaya bahwa Dia selalu memberikan solusi dan sejak semula Tuhan Yesus telah tahu kesanggupan kita terbatas, dan Dia menggantikan ketidaksanggupan kita, kita harus percaya Yesus sanggup didalam ketidaksanggupan kita.

Ada 3 Prinsip Tuhan Yesus melakukan mujizat dalam hidup kita.

1.Tuhan mau melibatkan para MuridNya dalam membuat suatu mujizat – Markus 6:35-36, Tuhan seringkali ijinkan kita mengalami suatu  masalah, sakit penyakit, Dia rindu agar kita sendiri yang mengalami mujizat.ingat pada waktu itu murid-murid sudah sering melihat Yesus melakukan tanda-tanda ajaib, mujizat yang spektakuler, meraka kagum,takjub, tapi mereka hanya terbiasa melihat mujizat yang Tuhan Yesus lakukan, tetapi mereka sendiri belum pernah mengalami sendiri, dan kali itu Tuhan sengaja menyuruh mereka memberi mereka makan,,Tuhan kali ini melibatkan para muridNya yang melakukan sendiri mujizat itu.mungkin hari-hari ini kita sedang mengalami masalah, keterikatan, sakit penyakit, rumah tangga yang tidak harmonis, percayalah Tuhan menggantikan ketidaksanggupan kita menjadi mujizat yang nyata.
Baca selengkapnya »

Sabtu, 06 Agustus 2011

ANTARA JANJI DAN BUKTI

Yohanes 21:15-19

Menurut saudara, mengapa Yesus bertanya kepada Petrus: “Apakah engkau mengasihi Aku?” . Bukankah apabila kita baca dalam  Alkitab, tanpa diragukan, bahwa Petrus adalah seorang  murid beriman yang sangat mengasihi Yesus? 
Baca selengkapnya »

Minggu, 01 Mei 2011

Pemimpin sejati

Yohanes 18:1-27

Pemimpin sejati. Kristus bukan tipe pemimpin yang egois, karena di saat yang mengancam diri-Nya, Ia tidak berusaha menyelamatkan diri-Nya sendiri. Justru di saat seperti itu, Kristus malah memperkenalkan diri, menampilkan diri ke depan untuk melindungi murid-murid-Nya (ay. 8). "Kalau Aku yang kamu cari, biarlah mereka pergi". Inilah salah satu bentuk kepribadian agung yang dimiliki Yesus. Ia mengorbankan diri-Nya demi keselamatan orang lain. Adakah kita menemukan pemimpin-pemimpin seperti Yesus di tengah-tengah bangsa dan gereja kita? Atau paling tidak pernahkah kita menemukan jiwa dan semangat Yesus di tengah-tengah bangsa dan gereja saat ini?

Membela Kristus dengan pedang. Demi menunjukkan bahwa para murid tidak menerima begitu saja perlakuan orang-orang kepada Yesus, sebuah pedang diayunkan Petrus, sebagai bakti kepada Yesus. Demi menunjukkan kepada orang-orang, bahwa walaupun kecil dan lemah, para pengikut Kristus tidak pasrah tetapi berbuat sesuatu. Sebuah bukti, bahwa murid-murid Yesus bukanlah penonton yang tak memiliki kekuatan apa-apa, melihat Gurunya ditangkap dan diseret orang. Namun untuk semua itu Tuhan Yesus mengatakan: "sarungkanlah pedangmu!"

Renungkan: Yesus Kristus tidak pernah menginginkan kita membela kebenaran dengan kekerasan.

Selasa, 12 April 2011

Agar semua bersatu Inilah sasaran doa Yesus

Yohanes 17:20-26

Agar semua bersatu Inilah sasaran doa Yesus, agar melalui pemberitaan firman-Nya tercipta kesatuan di antara umat percaya di bumi. Di antara doa-doa Yesus, doa ini paling banyak diucapkan oleh gereja, yang mendambakan keesaan. Namun, doa ini pula yang paling banyak menimbulkan perdebatan. Misalnya, "Bagaimana mungkin kesatuan umat percaya tercipta di tengah maraknya perbedaan prinsip, dan budaya?" Jangan lupa, justru dari kepelbagaian inilah, Allah menyediakan potensi bagi terciptanya kesatuan umat dan visi Tuhan Yesus yaitu agar dunia percaya bahwa Yesus Kristuslah satu-satunya Juruselamat.

"Agar dunia percaya". Di sekitar kita sekarang ini, banyak gereja dan yayasan pekabaran Injil, giat mengajak dunia percaya pada Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Namun, semangat ber-PI ini jarang diikuti dengan semangat untuk bersatu dalam keesaan. Masing-masing gereja atau yayasan justru saling bersaing. Untuk apa? Tidakkah disadari bahwa keengganan bersatu adalah penghambat terbesar bagi kesaksiannya sendiri? Terlebih lagi, di mana ada perpecahan, di situ tidak ada Roh Kudus. Kini, di tengah-tengah situasi genting dan serba tak menentu, sudah tiba saatnya bertobat dan mengakui segala kesombongan dan kecurigaan yang ada, agar dunia percaya pada Allah yang Esa.

Doa: Tuhan, tolonglah gereja-Mu supaya dapat mencapai kesatuan.

Senin, 11 April 2011

Doa Imam Besar

Yohanes 17:1-19

Doa Imam Besar. Inilah saat yang paling menentukan bagi Yesus. Dia menghadapi saat akhir penggenapan misi-Nya, yakni sengsara dan kematian. Sungguh suatu keadaan yang berat yang harus Yesus hadapi. Itulah sebabnya Ia datang kepada Bapa-Nya dalam doa; yang dikenal dengan sebutan "Doa Imam Besar". Yesus minta dimuliakan kembali seperti kemuliaan-Nya semula sebelum Ia datang sebagai manusia. Permintaan-Nya ini menegaskan tentang siapa Dia. Ia akan merampungkan karya penyelamatan-Nya melalui kematian-Nya di kayu salib. Bukan hanya itu, bahkan dalam sengsara dan kematian-Nya itulah sebenarnya Ia tengah dimuliakan.

Doa Yesus untuk murid-murid-Nya. Yesus mendoakan murid-murid-Nya agar mereka dipelihara dan menjadi satu (11), dilindungi dari segala yang jahat (15), dan dikuduskan di dalam kebenaran (17), supaya mereka mampu dan layak melaksanakan misi sebagai utusan-utusan Kristus. Mereka yang adalah milik Kristus dan juga milik Bapa, justru akan menjadi musuh dunia. Karena itu, mereka perlu ditopang oleh doa agar setia dalam tugas dan tekun dalam penderitaan.

Renungkan: Di saat yang paling genting dalam hidup-Nya, Yesus masih mampu berdoa untuk orang lain. Bagaimana dengan kita, pernahkah tindakan Yesus ini kita hayati dan menjadikan bagian dalam hidup kita?

Minggu, 10 April 2011

Ketidakpastian manusia

Yohanes 16:25-33

Ketidakpastian manusia. Kecenderungan manusia mempercayai suatu hal melalui proses pembuktian ternyata juga diberlakukan pada keyakinan iman. Hal ini tampak ketika para murid percaya bahwa Yesus datang dari Allah dan Dia mengetahui segala sesuatu dalam pikiran mereka (30). Iman keyakinan seperti ini tentunya sangat lemah. Karena begitu banyak hal dalam keyakinan iman kepada Yesus Kristus yang tidak dapat dibuktikan oleh kemampuan berpikir indra manusia. Meskipun demikian, tanpa adanya pembuktian logika, dimensi kebenaran dan keyakinan iman itu pasti mengarahkan manusia pada kepercayaan dan keyakinan utuh pada Yesus Kristus.

Kepastian Tuhan. Banyak ilmuwan, filsuf, sejarawan dari sejak Kekristenan berkembang, berusaha membuktikan kebenaran pengajaran Kristus lewat pembuktian-pembuktian ilmu pengetahuan dan logika manusia. Namun, pada akhirnya orang percaya meyakini bahwa kebenaran Tuhan tidak tergantung pada pembuktian logika dan keyakinan manusia. Yesus datang dari Bapa, menyelesaikan misi-Nya dan kembali kepada Bapa.

Renungkan: Tanpa harus didahului oleh pembuktian ilmu pengetahuan, seluruh keberadaan Yesus Kristus merupakan kepastian kebenaran yang mendasari keyakinan iman orang percaya. Yakini dan andalkanlah itu!

Sabtu, 09 April 2011

Tinggal sesaat saja ...

Yohanes 16:16-24

Tinggal sesaat saja ..." Kepada murid-murid-Nya Yesus mengatakan tentang suatu keadaan "waktu" yang sama ("tinggal sesaat"), namun menunjukkan akhir yang bertolak belakang ("kamu tidak melihat Aku" dan "kamu akan melihat Aku"). Maksud dari perkataan Yesus ialah bahwa "sesaat" Dia akan mengalami penderitaan; dan ketika kematian menjemput, para murid tidak akan melihat-Nya lagi. Suatu keadaan waktu yang menunjuk pada kesementaraan. Di saat inilah dukacita melanda. Dan, "sesaat" setelah kematian-Nya, yaitu dalam kebangkitan-Nya para murid akan melihat-Nya kembali. Suatu waktu yang menunjuk pada kekekalan. Di saat inilah sukacita merebak dan melingkupi seluruh umat manusia.

Sesaat namun kekal. "Sesaat" Yesus harus menderita dan mati. Namun dalam "sesaat" pula maut dikalahkan-Nya, dan Ia pun bangkit. "Sesaat" yang menciptakan kepercayaan utuh dan lengkap yang menghantar kita pada kekekalan abadi. Berhati-hatilah dengan "sesaat" yang dunia tawarkan. Memang dalam "sesaat" kita bisa memiliki kenikmatan dalam dunia, tetapi akan berakhir pada penyesalan bahkan kebinasaan kekal.

Renungkan: Suatu kemenangan yang memberikan sukacita yang menetap dan kekal bagi manusia yang percaya, tidak bergantung pada keadaan dunia, tetapi bersumber pada karya penebusan Kristus.

Jumat, 08 April 2011

Saksi kebenaran

Yohanes 16:1-15

Saksi kebenaran. Sesuai fungsinya, seorang saksi dituntut untuk jujur dalam menyatakan apa yang diketahui sesuai kebenarannya. Menjalani tugas sebagai saksi bukanlah hal mudah, karena, pertama, saksi harus mempertanggungjawabkan kebenaran yang disaksikan; kedua, saksi harus siap menanggung risiko ditentang dan dibenci. Namun, demi keselamatan diri, sering orang menolak menjadi saksi kebenaran. Akibatnya, banyak saksi-saksi palsu yang muncul menyatakan kebenaran palsu pula. Sebagai orang percaya sebenarnya yang kita lakukan setiap hari haruslah menyaksikan kebenaran itu. Roh Kudus, yakni Roh Kebenaran itu akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran.

Tidak sendiri. Dalam menjalankan tugas sebagai saksi-Nya, kita tidak sendiri. Roh kudus memimpin kita dalam pengenalan akan kebenaran yang perlu kita miliki (13) dan bekerja serta mencelikkan mata rohani setiap orang yang belum mengenal kebenaran (8-11). Untuk itu, bukan hanya semangat dan keberanian saja yang kita butuhkan untuk menjadi saksi-Nya, tetapi juga disiplin belajar firman Tuhan dan terus berusaha meningkatkannya dalam kehidupan setiap hari merupakan hal yang mutlak bagi setiap saksi-Nya

Doa: Ku rindu hidupku Kau pakai untuk memuliakan-Mu, karena Roh Kebenaran-Mu yang memampukanku.

Kamis, 07 April 2011

Kebenaran: miliki dan nyatakan

Yohanes 15:18-27

Kebenaran: miliki dan nyatakan! "Jika seekor ayam betina dengan tanda-tanda yang berbeda, ditempatkan di antara ayam-ayam lainnya, maka ia akan dipatuk sampai mati". Ada kekuatiran, ancaman bagi dunia yang melihat sesuatu yang berbeda dengannya. Begitulah, kehadiran terang bagi dunia yang gelap, hanya akan memperjelas kegelapan dan kebobrokannya. Oleh sebab itu dunia sangat membenci terang. Padahal Terang yang berbeda dengan dirinya, adalah Terang yang memaparkan pada dunia tentang kebenaran. Kebenaran yang harus dimiliki dan dinyatakan dalam dunia.

Benar menurut dunia. Perbedaan pendapat di sekitar kita, merupakan hal wajar dan sering dijumpai. Kunci perbedaan pendapat ini umumnya bersumber pada kecenderungan dalam diri tiap orang yang merasa diri paling benar. Banyak hal negatif tercipta karena kecenderungan ini. Bahkan dalam keadaan lain, uang mampu menjatuhkan palu untuk membenarkan dan membebaskan koruptor kelas kakap, pemerkosa, pembunuh, dlsb. karena uang bukan karena fakta. "Yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan". Dunia telah memberlakukan: "Yang salah dibenarkan, dan yang benar disalahkan!" Sungguh suatu keadaan nyata yang sangat menyedihkan. Standar kebenaran apakah yang kita pakai? Sudahkah standar kebenaran itu teruji keandalannya?

Kebenaran yang sejati. Bapa mengutus Tuhan Yesus untuk menyatakan kebenaran-Nya (21). Semua firman yang diucapkan-Nya dan semua perbuatan yang dilakukan-Nya, adalah bukti kebenaran-Nya (22, 24). Kebenaran kekal yang telah teruji keandalannya dan diberlakukan kekal sepanjang zaman. Kristuslah satu-satunya kebenaran sejati. Memberlakukan kebenaran yang dunia nyatakan pada akhirnya hanya akan mendatangkan malapetaka bagi orang lain maupun bagi diri sendiri. Alkitab telah membuktikannya melalui peristiwa Adam dan Hawa ketika memakan buah kehidupan, Daud ketika memperisteri Batsyeba, Ahab ketika merebut kebun anggur Nabot, dlsb. Sebaliknya, memberlakukan kebenaran sejati dalam Tuhan pasti mendatangkan kelimpahan berkat dan damai sejahtera bagi banyak orang dan diri sendiri. Sebagai orang percaya, kita bertanggungjawab untuk menyatakan kebenaran Allah itu setiap hari dalam setiap perkara.

Rabu, 06 April 2011

Kasih terbesar

Yohanes 15:9-17

Kasih terbesar. "Penyakit" yang sebenarnya paling dihindari setiap orang ialah ketika ia tidak dikasihi. Manusia yang tidak dikasihi tidak akan pernah mampu mengasihi apalagi berbuat hal-hal yang didasari oleh kasih. Dunia seharusnya bersyukur bahwa kasih terbesar telah lebih dahulu tercurah ke atasnya. Kasih yang kekal dari Allah Bapa dan Putra-Nya tak berkesudahan. Selayaknyalah orang percaya yang mengalami kelimpahan kasih menjadi teladan bagaimana bertindak sebagai orang yang dikasihi dan mampu mengasihi.

Pancarkanlah kasih! Kasih Allah kepada orang percaya sungguh luar biasa. Kasih membentuk karakter orang percaya. Semula disebut hamba, sekarang sahabat. Dulu hidup sia-sia, kini penuh arti. Dulu egois, kini menaruh perhatian kepada orang lain. Dulu menuntut dikasihi, kini menuntut diri untuk mengasihi orang lain. Dulu tidak ada sukacita, kini senantiasa bersukacita. Kasih tidak hanya mampu mendobrak berbagai kesulitan mengasihi, tetapi kasih juga mendorong semangat orang percaya untuk terus menjadi teladan. Bukankah ini suatu perubahan yang menjadikan hidup lebih indah? Selanjutnya, apa yang harus orang percaya lakukan? Memancarkan kasih Allah itu kepada orang-tua, saudara, teman, dlsb. dan di mana pun kita berada, agar orang-orang lain pun mengalami kasih Allah.

Selasa, 05 April 2011

Tinggal di dalam Kristus

Yohanes 15:1-8

Tinggal di dalam Kristus. Tinggal berarti menetap. Pemahaman inilah yang dipakai Kristus untuk menekankan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya harus tetap tinggal menetap sepenuhnya di dalam Kristus. Dalam keadaan inilah, setiap orang percaya mengalami pekerjaan Kristus dan dipersiapkan untuk berbuah. Tanpa tinggal menetap di dalam Kristus maka orang percaya tidak akan pernah menghasilkan buah.

Tujuan hidup: berbuah! Suatu hal yang mustahil bila seseorang yang mengaku percaya namun tidak mengetahui tujuan hidup imannya. Kristus sendiri berkata, "Bapa-Ku dipermuliakan jika kamu berbuah banyak ..." (8). Artinya, sesuatu yang mustahil bila seseorang menganggap diri hidup memuliakan Allah Bapa tanpa terlebih dahulu mengenal dan tinggal di dalam Kristus. Salah satu syair lagu mengatakan demikian: "Tinggallah dalam Yesus jadilah murid-Nya, belajarlah firman Tuhan taat kepada-Nya; tinggallah dalam Yesus muliakan nama-Nya, hidup berlimpah kurnia hanya di dalam-Nya".

Renungkan: Kepercayaan kepada Kristus menghasilkan ketaatan pada firman-Nya dan ketaatan kepada firman-Nya menghasilkan buah.

Doa: Ya, Tuhan, jadikanlah aku murid-Mu yang sejati, yang tinggal tetap di dalam Kristus, sehingga buahnya menjadi berkat bagi banyak orang.

Senin, 04 April 2011

Orang percaya dan Roh Kebenaran

Yohanes 14:15-31

Orang percaya dan Roh Kebenaran. Arti hidup menjadi orang percaya kepada Kristus tidak hanya berhenti pada pengakuan "aku percaya". Kristus menjelaskan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya harus pula mentaati segala perkataan-Nya. Taat pada perkataan Kristus menunjukkan ciri orang percaya segala abad. Demi mempertahankan ketaatan dan kesetiaan umat, Kristus sendiri mengutus Roh Kebenaran yang akan mengajarkan dan mengarahkan orang percaya semakin mengenal dan mengasihi Dia. Melalui pekerjaan Roh Kebenaran orang percaya menikmati persekutuan dengan Bapa dan Putra.

Damai sejahtera sejati. Fakta menunjukkan bahwa bagi banyak orang, kedudukan, kekuasaan, dan kekayaan merupakan faktor penentu keadaan damai sejahtera sebuah keluarga maupun perorangan. Bila keadaan ini terus berlanjut, tak dapat disangkal bahwa sumber damai sejahtera yang sesungguhnya, yaitu yang berasal dari Allah, semakin kabur makna dan kehadirannya. Padahal firman Tuhan mengingatkan bahwa damai sejahtera ini tidak dapat diperoleh di luar Kristus. Damai sejahtera inilah yang dapat melenyapkan kegelisahan dan kegentaran hati. Dan, damai sejahtera ini pula yang diharapkan menjadi motor penggerak Kristen, untuk menyaksikan damai kepada sekitarnya.

Doa: Ya, Tuhan, kiranya damai sejahtera-Mu tinggal dalamku. Amin.

Minggu, 03 April 2011

Tempat yang kekal

Yohanes 14:1-14

Tempat yang kekal. Betapa seringnya manusia kecewa dengan keadaan di bumi ini. Sakit penyakit, kegagalan, kekalahan, dll. membuat manusia merindukan suatu tempat yang nyaman, terhindar dari segala sesuatu yang akan merongrong dirinya. Tempat yang kekal dan tenang adalah tempat yang dijanjikan oleh Kristus bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Di sanalah terdapat kekekalan, dan pengharapan Kristen bertumpu. Hanya Kristuslah yang tahu jalan ke tempat itu, karena Ia berasal dari sana. Kristen yang beriman kepada Kristus tidak akan berakhir pada kesia-siaan, melainkan berujung pada kekekalan yaitu sorga mulia.

Hak istimewa Kristen. Filipus harus menerima penjelasan ulang bahwa di dalam Kristus setiap orang percaya berkesempatan melakukan pekerjaan Bapa. Seperti apakah pekerjaan Bapa itu? Seperti yang dilakukan oleh Putra-Nya! Inilah yang menjadi hak istimewa setiap orang percaya, pengikut Kristus. Kristus menjanjikan bahwa Kristen akan melakukan pekerjaan yang lebih besar dari apa yang telah Kristus kerjakan (12). Kuncinya, percaya dan meminta kepada Bapa. Undanglah Kristus untuk menolong Anda mengalami hak istimewa sebagai anak Allah.

Renungkan: Hak istimewa telah ditawarkan Kristus bagi Anda sebagai orang percaya, bagaimana respons Anda?

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari