Tampilkan postingan dengan label Tafsir Filemon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Filemon. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 September 2014

Berguna di hadapan Tuhan (Filemon 1:17-25)

Berguna di hadapan Tuhan
Banyak orang yang baik di mata orang lain karena ia berguna untuk satu dan lain hal. Namun, sering ukuran kebaikan itu hanya didasarkan pada keuntungan diri sendiri yang sempit. Misalnya, seorang kaya yang suka menolong orang-orang miskin dikatakan baik oleh mereka yang ditolongnya karena mereka dapat menggantungkan diri padanya. Bila si kaya itu jatuh miskin, masihkah mereka menghormatinya sebagai orang baik?

Bagi Paulus, Onesimus sangat berguna. Pelayanannya sangat meringankan beban penderitaan Paulus yang sedang di penjara. Namun, Paulus melihat kegunaan yang jauh lebih penting. Dengan mengirim pulang Onesimus kepada Filemon, Paulus mengajarkan prinsip kasih Ilahi yang tidak membeda-bedakan. Bagi Paulus, Filemon adalah anak rohani yang berguna bagi perluasan pengabaran Injil. Dengan menerima Onesimus kembali, Filemon, seorang yang kaya dan terpandang di kota Kolose, berguna di hadapan Tuhan dengan menjadi kesaksian kasih Ilahi di kalangan jemaat di kota tersebut. Paulus, sendiri meneladankan kasih Ilahi tersebut dengan rela menanggung kerugian harta Filemon akibat pelarian Onesimus (18-19). Di mata Tuhan, Paulus berguna karena ia satu kata dan perbuatan dalam mewujudkan kasih tanpa pandang bulu tersebut. Penjara tidak menghalanginya mengajarkan dan mencontohkan karakter Ilahi yang harus nyata dalam hidup setiap anak Tuhan.

Mungkin posisi kita seperti Paulus, pemimpin besar yang dikagumi dan layak jadi panutan atau Onesimus yang tidak memiliki status sosial yang baik di mata kebanyakan orang, atau juga Filemon yang terpandang karena status dan hartanya. Kita hanya bisa menjadi berguna di mata Tuhan bila kasih Tuhan memampukan kita tidak terikat pada apa yang orang lain labelkan pada kita, sebaliknya kita melakukan apa yang Tuhan inginkan melalui situasi kita.

Renungkan: Kristus berguna di mata Bapa karena Ia mengurbankan status keAllahan-Nya demi keselamatan manusia.

Kasih tidak memandang bulu (Filemon 1:8-16)

Di kalangan selebriti Barat, rupanya sedang menjadi tren untuk mengadopsi anak dari suku-suku tertentu. Ambil contoh, pasangan Brad Pitt dan Angelina Jolie. Alasan yang diungkapkan adalah kepedulian mereka terhadap nasib anak-anak di dunia ketiga yang kurang beruntung yang dilahirkan dengan status sosial yang `rendah.'

Paulus dapat menggunakan otoritasnya sebagai rasul dan bapak rohani Filemon untuk menyampaikan maksudnya (8). Namun, di sinilah kebesaran hati seorang pemimpin rohani. Paulus menggunakan keteladanan untuk menggugah hati anak rohaninya (9, 14). Walaupun Onesimus berharga, sesuai dengan namanya (dalam bahasa Yunani, Onesimus berarti berguna), Paulus rela menyerahkan kembali `buah hati'nya itu kepada Filemon, yang lebih berhak atas budak itu. Paulus tidak menyayangkan kepentingannya sendiri, walau dalam status orang hukuman yang sedang dipenjara ia sangat membutuhkan pelayanan Onesimus. Sebaliknya, Paulus percaya Tuhan sedang mengerjakan hal yang baik pada diri Filemon, mempersiapkan dia untuk menerima Onesimus kembali bukan lagi sebagai budak melainkan saudara seiman dalam Kristus (15-16). Oleh karena itu, respons Filemonlah yang diharapkan Paulus. Dengan menunjukkan dirinya tidak egois, Paulus mengharapkan Filemon pun bertumbuh dalam karakter mulia melihat dan menerima sesama manusia, termasuk budaknya, Onesimus.

Manusia menciptakan sistem-sistem diskriminasi berdasarkan perbedaan status sosial, intelektual, budaya, dll. Di mata Tuhan Sang Pencipta, semua manusia sama. Oleh karena itu, jangan biarkan perbedaan apa pun menghalangi kasih dan kepedulian kristiani Anda mewujud. Mengadopsi anak, mungkin hanya salah satu cara saja. Jauh lebih penting mengajarkan dan meneladankan kasih yang tidak pandang bulu yang telah lebih dulu kita terima dari Kristus.

Camkan: Membeda-bedakan orang berdasarkan statusnya, sama saja dengan menghina Pencipta mereka!

Perhatian Paulus (Filemon 1:1-7)

Paulus adalah seorang bapa rohani yang sangat memperhatikan anak-anak rohaninya. Isi doa Paulus memperlihatkan bahwa Paulus sangat memperhatikan kehidupan Filemon sebagai pelayan jemaat. Walaupun sebagian besar hidupnya ia lalui di penjara, hal itu tidak menjadi halangan baginya untuk mengetahui perkembangan masing-masing orang atau jemaat yang dilayaninya. Tak satu pun dari mereka yang lepas dari perhatian dan pergumulan doanya. Perhatian seperti inilah yang seharusnya dimiliki oleh seorang pelayan Tuhan terhadap jemaat yang dilayaninya. Hamba yang "turba". Ucapan syukur Paulus mengungkapkan keajaiban kasih Kristus yang menciptakan iman dan kasih yang aktif dalam diri Filemon. Hal ini tampak dalam aktifitas Filemon. Ia tidak hanya memberikan pengajaran, tetapi juga rela menghampiri jemaat yang membutuhkan penghiburan. Filemon adalah hamba Allah yang rela "turba" (turun ke bawah) untuk menyapa dan mengalirkan kasih Allah dalam dirinya kepada orang-orang yang membutuhkan. Banyak pelayan Tuhan beranggapan bahwa jemaat Tuhan cukup dipuaskan melalui berbagai pengajaran (khotbah, dlsb.). Namun sesungguhnya mereka mengharapkan seorang pemimpin gereja yang rela "turba", memberikan penghiburan dan kekuatan melalui sapaan akrab dalam keseharian

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari