Selasa, 21 Agustus 2012

22 Agt


"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan"
(Yes 9:1-3.5-6; Luk 1:26-38)

"Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia." (Luk 1:26-38), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta SP Maria, Ratu, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Seorang ratu atau permaisuri raja pada umumnya menjadi idola dan pujaan banyak orang, sebagaimana Ratu Elisabeth di Inggris dll. . Hari ini kita kenangkan SP Maria sebagai Ratu, dan kiranya yang dimaksudkan adalah Ratu bagi umat beriman, maka SP Maria juga menjadi idola atau pujaan dan teladan bagi umat beriman. Sebagai umat beriman kita dapat meneladan ketaatannya kepada panggilan dan kehendak Tuhan, yang diungkapkan dalam kata-kata "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu". Hamba yang baik memang senantiasa taat dan setia pada tuannya, maka jika kita  dipanggil untuk menjadi hamba Tuhan, sebagai orang beriman, kita diharapkan senantiasa setia dan taat pada kehendak Tuhan, yang menjadi nyata dalam cara hidup dan cara bertindak yang senantiasa berusaha untuk membahagiakan dan menyelamatkan orang lain, sebagaimana seorang hamba senantiasa berusaha membahagiakan dan menyelamatkan tuannya. Berusaha membahagiakan dan menyelamatkan orang lain kiranya tak akan terlepas dari aneka tantangan, masalah dan hambatan, namun demikian marilah kita hadapi dan sikapi semua tantangan, masalah dan hambatan dalam Tuhan alias dalam tuntunan Roh Kudus, karena dengan demikian kita pasti akan mampu mengatasi atau menyelesaikannya. SP Maria menjadi pelindung dan teladan bagi orang yang terpanggil, maka marilah kita berbakti atau berdevosi kepada SP Maria, misalnya dengan berdoa Rosario atau berziarah ke tempat-tempat peziarahan SP Maria untuk berdoa mohon perlindungan dan doa-doanya dalam menghayati panggilan.
·   "Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan." (Yes 9:1-2). Di hadapan Tuhan atau bersama dan bersatu dengan Tuhan kita dapat bersorak-sorak dan bersukacita alias tak akan pernah merasa sedih atau frustrasi dalam situasi dan kondisi apapun. Dalam dan bersama dengan Tuhan kita akan mampu mengatasi aneka bentuk kegelapan, entah itu berupa kekacauan, kesemrawutan, kebingungan atau ketidak-jelasan. Dengan kata lain hendaknya dalam menghadapi semuanya itu diawali dengan doa lebih dahulu, paling tidak sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus membuat tanda salib. Percayalah, sebagaimana Bunda Maria sejak menanggapi panggilan Tuhan senantiasa harus menderita dan dari penderitaannya ia senantiasa mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, jika kita juga mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan maka kita akan mampu mengatur kekacauan, menata kesemrawutan, memperjelas kebingungan dst.. Hadapi dan sikapi segala sesuatu dalam kegembiraan dan keceriaan, karena dengan demikian anda akan mampu menemukan jalan atau cara yang baik dan tepat dalam menghadapi segala sesuatu. Jangan pernah mengeluh atau menggerutu ketika karena taat dan setia pada kehendak Tuhan harus menderita atau bekerja keras.
"Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil." (Mzm 112:1-4)
Ign 22 Agustus 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari