Tampilkan postingan dengan label Yesaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2012

Kuasa Tuhan Tidak Terbatas

Ayat Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini: 

"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar ..." (Yesaya 59:1).


Pada suatu hari Minggu, seorang wanita datang kepada seorang pendeta untuk berdoa pada waktu doa di salah satu kebaktian gereja. Dia mengatakan kepada pendeta itu bahwa dia telah membuat beberapa keputusan yang salah dalam hubungannya dengan putrinya, dan mereka berada dalam perselisihan dan tidak berbicara satu sama lain. Wanita itu begitu putus asa. Sepertinya tak ada harapan untuk situasi menjadi normal seperti semula. Sepertinya ada sebuah gunung di antara dirinya dan putrinya.
Saat pendeta mendengarkan ceritanya, secara jujur dalam hati dia berkata bahwa dia tidak tahu apa yang harus dikatakan dalam doanya, tetapi ketika pendeta itu mulai berdoa, seakan-akan mendengar dirinya berkata sesuatu yang dia rasa tidak pernah dikatakan sebelumnya. Dia berkata, "Tuhan, sepertinya tangannya terikat Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan.." Kemudian sesuatu menggerakan hatinya dan dia berkata, "Tapi Tuhan, meskipun tangannya terikat, aku tahu tangan Tuhan tidak terikat." Begitu kata-kata melewati bibirnya, sesuatu melompat dalam dirinya dan dia melihat cahaya harapan bersinar pada wajah wanita itu. Wanita itu segera mengubah fokus dan penuh dengan iman. Dia (wanita itu) tahu dia tidak memiliki semua jawaban, tapi dia bisa melihat melampaui batasnya pikirannya dan membuka hatinya untuk apa yang Tuhan bisa lakukan dalam hidupnya. Dengan imannya dia yakin bahwa Tuhan akan membuka jalan agar hubungan dia dan putrinya akan kembali harmonis seperti sedia kala.

Hari ini, mungkin anda sedang menghadapi situasi yang sama atau mirip seperti wanita tadi, dan merasa seperti tangan anda terikat dan anda tak berdaya. Mungkin suara-suara negatif yang terus berdengung dalam kepala anda, mengingatkan anda bahwa itu tidak akan berhasil, atau hal-hal yang tampaknya tidak mungkin terjadi. Mungkin benar bahwa tangan terikat dan tak berdaya, semua usaha telah anda lakukan tapi hasilnya tetap sama : tak berhasil! Tetapi ingatlah selalu bahwa tangan Tuhan tidak pernah terikat. Dengan Dia, segala sesuatu mungkin. Dia bisa melakukan apapun yang diperlukan untuk membawa Anda melalui semua pergumulan anda. Kekuasaan-Nya tidak terbatas! Tidak ada yang terlalu sulit bagi-Nya!

Tidak hanya tangan-Nya bebas untuk membantu Anda hari ini, tetapi tangan-Nya selalu berusaha meraih anda, mengundang anda untuk datang dan mendapat ketenangan jiwa anda. Tidak peduli apa yang telah anda lakukan, tidak peduli apa yang telah menimpa anda, kasih Allah tidak mengenal batas. Dia siap, bersedia dan mampu membantu anda ketika anda datang kepada-Nya

Hari ini, saya ingin supaya anda mencoba untuk melihat melampaui batas pikiran anda dan mempertimbangkan apa yang Tuhan bisa lakukan dalam kehidupan anda. Anda mungkin tidak melihat sebuah jalan keluar dari masalah atau pergumulan anda, tapi Tuhan bisa membuat jalan keluar bagi anda. Tidak peduli apa yang akan anda hadapi, hadapi itu dalam iman dan jangan mundur. Tangan-Nya tidak pernah terikat, dan Dia lebih dari mampu melakukan hal yang mustahil dalam hidup anda!.

"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar ..." (Yesaya 59:1).
___________________

Kamis, 05 Januari 2012

Harapan yang Tak Pernah Hilang

Sebuah harapan adalah awal dari setiap hal yang baik dalam hidup kita. Harapan selalu membantu memberikan rasa percaya untuk mendapatkan yang terbaik, bahkan dalam menghadapi keadaan terburuk sekalipun. Bagi kita orang yang percaya kepada Kristus, harapan jauh lebih dari sekedar keinginan, kerinduan atau pandangan positif, hal itu didasarkan pada janji-janji Allah yang ditemukan dalam FirmanNya.

Kita dapat memiliki harapan dalam hidup tidak peduli apa yang mengelilingi dan terjadi di sekeliling kita, karena kita melayani Allah yang perkasa yang peduli, Allah yang tahu nama kita (Yesaya 45:3), Allah yang memahami keinginan hati kita (1 Tawarikh 28:9), dan Allah yang tahu siapa kita bahkan sebelum kita  dibentuk di dalam rahim ibu (Yeremia 1:5).

Mungkin Anda sedang menghadapi tantangan ataupun kemunduran didalam pekerjaan Anda atau mungkin juga didalam hubungan dengan orang yang anda kasihi. Mungkin Anda sedang berjuang secara finansial atau tekanan hidup yang besar sedang menimpa Anda. Jika itu sedang terjadi pada Anda, JANGAN TAKUT SAUDARA KU ... selalu ada harapan! Allah SELALU ada untuk Anda, DIA tidak akan berpaling dari Anda bahkan tidak untuk sedetikpun !. Sumber daya-Nya tak terbatas, kekuasaan dan cinta kasihNYA tidak mengenal batas. Tuhan ada di pihak Anda. Jangan biarkan musuh, Setan, pikiran Anda sendiri, atau orang lain memberitahu Anda sesuatu yang berbeda yang ingin menjauhkan harapan hidup dari anda. Ingat, jangan pernah menyerah! Lihatlah kepada Allah dan mengharapkan mukjizat, tetaplah berpengharapan.

Saya berdoa agar pengharapan menjadi nyata di dalam kamu. Allah adalah Allah yang "Maha" segalanya. Dia tidak memiliki kekurangan apapun. Dia selalu memiliki solusi bagi setiap persoalan kita.Allah siap untuk berbicara kepada Anda, untuk mendukung Anda dan menyelamatkan Anda.

Di mana harapan Anda hari ini... Apakah pada orang? pada Kemampuan Anda sendiri? pada Pekerjaan Anda? Bangkitkan dan bangunlah harapan Anda hanya pada Yesus saja. Siapa yang berpengharapan di dalam Tuhan dan percaya di dalam Dia, tidak akan pernah kecewa. Yesus adalah satu satunya harapan kita yang tak akan pernah hilang. HE will always stand by you !!!
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau !
(Mazmur 55:23a)
________________________________________________
Renungan Harian Kristen

Selasa, 27 September 2011

POHON YANG BAIK VS POHON YANG TIDAK BAIK

Bahan Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini : Lukas 6:43-45

Pohon Ara (Ficus Carica) adalah sejenis pohon beringin. Di Indonesia ada sekitar 30 jenis pohon Ara yang dapat dijumpai buahnya sepanjang tahun. Buah Ara ini sangat disukai oleh satwa hutan dan burung-burung. Pada umumnya, dalam setahun pohon ara dapat berbuah sebanyak tiga kali. Buah pertama disebut bikurah atau buah sulung. Inilah yang disebut sebagai buah ara hijau. Orang Israel mempunyai ketetapan bahwa buah sulung merupakan milik Tuhan. Buah kedua disebut buah ara bungaran. Buah kedua ini rasanya segar dan enak serta buahnya paling banyak. Pada saat inilah pemilik pohon berhak memanfaatkannya untuk    penghidupannya, termasuk menjadikannya sebagai komoditas ekonomi. Buah ketiga disebut buah pag. Buah ini tidak boleh diambil pemiliknya, karena merupakan hak orang-orang Lewi dan orang-orang miskin. Ini berarti sebatang pohon yang sehat dapat memberi buah selama sepuluh bulan.
Pada zaman Hellenisme (Yunani-Romawi) buah ara merupakan salah satu komoditi ekonomi penting setelah anggur dan minyak zaitun, sehingga orang-orang Yunani membuat undang-undang khusus untuk mengatur pengeksporannya. Daunnya dapat dimanfaatkan untuk membungkus buah-buahan yang baru dipetik untuk dibawa ke pasar dan sekarang ini menjadi komoditas yang mahal. Buah ara selain dapat dimakan langsung, juga dapat dibuat kue yang mahal harganya, karena makanan ini pun biasa dihidangkan bagi raja-raja (2Raj. 20:7; Yes. 38:27). Meski begitu kue buah juga ara merupakan makanan yang sangat digemari masyarakat dan kerap dibawa saat bepergian (1 Sam. 25:18).

Sedangkan Anggur? Anggur  merupakan tanaman buah berupa perdu merambat yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae. Tanaman ini sudah dibudidayakan sejak 4000 SM di Timur Tengah. Buah ini biasanya digunakan untuk membuat jus anggur, jelly,  minuman anggur,  minyak biji anggur, dan kismis, atau dimakan langsung. Buah anggur dikenal karena mengandung banyak senyawa polifenol dan resveratol yang berperan aktif dalam berbagai metabolisme tubuh. Berdasarkan hasil penelitian para ahli biakui bahwa buah anggur mengandung flavanoid, yakni antioksidan yang akan membantu memperlambat proses penuaan akibat radikal bebas. Buah anggur pun kaya vitamin A, C, B6, folat, serta mineral penting (potassium, kalsium, zat besi, fosfor, magnesium, dan selenium). Anggur memiliki kekuatan yang memadukan dan meningkatkan kelembapan di paru-paru. Anggur merah memiliki kandungan antibakterial dan antivirus yang kuat sehingga mampu melindungi tubuh dari infeksi.

Disamping itu, anggur mampu meningkatkan kesehatan otak dan menjaganya dari serangan penyakit seperti Alzheimer. Sebab, anggur mengandung resveratol, sebuah polifenol yang akan mengurangi tingkat amyloidal-beta peptides pada penderita Alzheimer. Anggur  juga mengandung asam organik, gula, dan selulosa yang bertindak sebagai pencahar. Jus anggur ungu mampu mencegah kanker payudara yang secara signifikan mengurangi massa tumor pada payudara. Demikian juga jus anggur mengandung energi instan. Dan jus anggur putih kaya akan zat besi untuk mengurangi kelelahan. Disamping itu, oksida nitrat yang terkandung pada anggur sangat bermanfaat untuk mencegah gumpalan dan mengurangi risiko penyakit jantung. Antioksidannya juga menghentikan oksidasi kolesterol LDL alias kolesterol jahat yang menghambat pembuluh darah. Anggur mengeluarkan panas dan menyembuhkan gangguan pencernaan serta iritasi pada perut. Bahkan, Anggur mampu menyingkirkan asam pada sistem ginjal yang akan mengurangi gangguan tekanan di ginjal.

Dalam beberapa kesempatan, Yesus menggunakan perumpamaan pohon dan buah dalam pengajaran-Nya. Dalam Lukas pasal 6 ayat 44 yang setara dengan Matius pasal 12 ayat 33;  Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya, “Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara, dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.” Di dalam Alkitab kehidupan orang Kristen sering digambarkan dengan kehidupan pohon. Yesus juga menggunakan metafor tentang pohon untuk menggambarkan pembedaan manakah orang Kristen sejati dan manakah yang palsu (ayat 43-44). Pohon yang baik pasti mengeluarkan buah-buah yang baik. Sebaliknya, pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah-buah yang buruk. Yang baik selalu melahirkan yang baik pula. Ini prinsip yang tidak bisa ditawar-tawar. Demikian juga orang baik akan melakukan perbuatan baik karena di dalamnya (hatinya) hanya ada kebaikan, sedangkan orang jahat hanya melakukan kejahatan karena di dalamnya (hatinya) penuh kejahatan.

Buah ditentukan oleh pohonnya. Pohon ara jelas akan berbuahkan ara, sedangkan pohon anggur jelas akan berbuahkan anggur. Sedangkan semak duri tidak mungkin dapat menghasilkan buah yang baik semisal buah ara atau pun anggur. Bagaimana kualitas "buah" kehidupan kita? Keluarga? Pekerjaan? Tuhan Yesus tentu kecewa terhadap pohon yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Yesus tentu tidak menghendaki kita para murid-Nya  seperti pohon ara, yang hanya indah dipandang tapi tidak berbuah. Tidak membawa manfaat bagi orang. Pohon yang berbuah baik  menggambarkan kehidupan orang benar, sedangkan pohon yang tidak berbuah baik menggambarkan kehidupan orang fasik. (bdk.Mzm.1:1-6).  Lalu, siapakah orang-orang Kristen yang benar dan palsu itu? Lalu apa saja bentuk buah-buah kehidupan kita sebagai orang percaya yang diharapkan?

Para penafsir Alkitab mengatakan bahwa ‘buah’ adalah ‘kehidupan’ orang itu. Jadi, ‘buah yang baik’ menunjuk pada ‘kehidupan yang baik’, sedangkan ‘buah yang tidak baik’ menunjuk pada ‘kehidupan yang tidak baik’. Kalau kita membandingkan antara Mat 7:16-20 / Luk 6 43-45 dengan Mat 3:8-10 dan Mat 12:24,33-37 (perhatikan bahwa ketiga bagian ini mengandung ayat-ayat yang mirip / sama. Jadi, arti ‘buah’ dalam ketiga bagian ini pasti sama), maka jelas bahwa ‘buah’ artinya adalah ‘kehidupan’. Arti ini cocok dengan konteks (lihat Mat 7:21,23 yang menunjukkan kehidupan yang jahat dari nabi palsu), dan arti ini juga didukung oleh bagian-bagian Kitab Suci yang lain yang menunjukkan bahwa nabi palsu mempunyai hidup yang tidak baik, seperti mengejar keuntungan (Yer 8:10  Tit 1:11  2Pet 2:3), bersikap baik terhadap orang yang menguntungkan (Mikha 3:5), dsb. Tidak baiknya kehidupan juga bisa kelihatan dari kata-katanya. Ini terlihat dari ay 45 - “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya”. Ayat ini menunjukkan bahwa dari kata-kata yang tidak baik terlihat hati yang tidak baik.

Kata-kata yang tidak baik ini tidak harus diartikan sebagai kata-kata kotor, cabul, makian, dusta, dan sebagainya. Untuk itu perhatikan kata-kata William Barclay berikut ini: “Nothing shows the state of a man’s heart so well as the words he speaks when he is not carefully considering his words, when he is talking freely and saying, as we put it, the first thing which comes into his head. If you ask directions to a certain place, one person may tell you it is near such and such a church; another, that it is near such and such a cinema; another, that it is near such and such a football ground; another, that it is near such and such a public house. The very words of the answer to a chance question often show where a man’s thoughts most naturally turn and where the interests of his heart lie” (Tidak ada yang menunjukkan keadaan hati manusia dengan begitu baik seperti kata-kata yang ia ucapkan pada waktu ia tidak mempertimbangkan kata-katanya dengan teliti, pada waktu ia berbicara secara bebas dan mengatakan hal-hal pertama yang timbul pada pikirannya. Jika engkau menanyakan arah ke suatu tempat tertentu, satu orang akan memberitahumu bahwa itu dekat dengan sebuah gereja tertentu; yang lain memberitahumu bahwa itu dekat dengan sebuah bioskop tertentu; yang lain memberitahumu bahwa itu dekat dengan lapangan sepak bola tertentu; yang lain memberitahumu bahwa itu dekat dengan suatu bangunan umum tertentu. Kata-kata dari jawaban terhadap pertanyaan sembarangan sering menunjukkan kemana pikiran-pikiran orang itu mengarah secara alamiah dan dimana letaknya kesenangan-kesenangan hatinya). Lalu apa saja  prinsip-prinsip yang harus dimiliki agar kita dapat menjadi pohon yang berbuah baik?

I.Dasar Pertumbuhan Pohon yang Baik

Pohon akan tumbuh sehat jika ia mendapatkan makanan yang cukup dan sehat. Kehidupan orang Kristen yang sehat ialah ajaran Firman Tuhan yang sehat, yang menjadi kesukaannya, yang terus menerus menjadi santapannya, sehingga ia tidak berjalan menurut kesukaan orang fasik yang seperti sekam tidak berguna (bdk. Mzm.1:1,4,5).  Berkaitan dengan hal ini, ada dua kata yang penting untuk dipahami di sini, yaitu: ascentia and fiducia. Ascentia adalah "ascent" mental, pengetahuan mengenai keberadaan sesuatu. Setan-setan mengakui dan percaya bahwa Allah ada. Fiducia lebih dari ascentia. Ia melibatkan suatu kepercayaan penuh kepada sesuatu, penyerahan total kepadanya, suatu kepercayaan penuh dan penerimaan atas sesuatu. Ini adalah jenis iman yang dimiliki oleh orang Kristen dalam Kristus. Seorang Kristen, karenanya, memiliki fiducia; yakni, ia memiliki iman sejati dan percaya kepada Kristus, tidak hanya sekedar mengakui bahwa Ia pernah hidup di bumi pada suatu masa tertentu. Cara lain untuk menjelaskan perbedaan kedua kata ini adalah banyak orang di dunia percaya bahwa Yesus pernah hidup di bumi: ascentia. Tetapi mereka tidak percaya bahwa Ia adalah Juru Selamat mereka, satu-satunya tempat berpaling dan menaruh kepercayaan untuk pengampunan atas dosa-dosa mereka. Ascentia tidak membawa kepada perbuatan. Fiducia menghasilkan perbuatan yang berkenan kepada Allah. Ascentia tidak berasal dari hati. Fiducia yang berasal dari hati. Hanya Firman Tuhan yang sehat yang menjamin seorang Kristen dapat berbuah sesuai kehendak-Nya. Alkitab mengajarkan beberapa prinsip tentang pertumbuhan iman yang sehat:

Pertama, Alkitab menyaksikan, bahwa iman yang sehat adalah iman yang Theocentris (berpusat pada Allah). Orang yang makin bertumbuh imannya adalah orang yang belajar untuk mengutamakan segala sesuatu bagi kemuliaan Allah dan bukan bagi kepentingan dirinya sendiri. Yohanes Pembaptis memiliki obsesi, yaitu dia harus makin kecil, tetapi Kristus yang makin besar (Yoh 3:30). Orang yang bertumbuh imannya bukan lagi si “AKU” yang duduk di atas tahta, tetapi Allah Tritunggal. Banyak orang yang mundur dari pekerjaan Tuhan karena tersinggung. Hal utama yang membuat dia tersinggung adalah karena ke “aku”annya tidak dihargai. Seharusnya sebagai anak Tuhan ia sadar, bahwa hidupnya sudah dibeli, harganya telah lunas dibayar, karena itu orientasi hidupnya hanyalah untuk kemuliaan bagi Allah dan bukan bagi dirinya sendiri (1Kor 6:19-20, Rom 14:7-9, 1Kor 10:31). “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.”( Fil 3:10).

Kedua, orang Kristen yang bertumbuh dengan sehat adalah orang yang mengutamakan pengenalan akan Kristus lebih dari yang lain (Fil 3:10). Bagaikan orang yang jatuh cinta, selalu ingin dekat pada sang kekasih dan mengenalnya dengan lebih dalam serta melakukan apa yang disenangi kekasihnya, demikian pula mirip dengan orang yang mengalami kasih Kristus (Yoh 14:15). Kasih akan Kristus saat ini diwujudkan dengan kerinduan yang terus menerus untuk mengenal firman Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Jemaat mula-mula punya kerinduan yang besar untuk menyelidiki firman Tuhan dengan segenap hati (Kis 17:11, bnd Luk 8:15). “Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan." (Luk 8:15)

Ketiga, orang yang bertumbuh imannya dengan sehat, adalah rela ber”korban” demi pekerjaan Tuhan (kerajaan Allah). Pada umumnya manusia selalu mencari aman untuk kepentingan dirinya sendiri. Tetapi orang yang telah bertumbuh dalam iman yang benar, tidak akan memikirkan untung rugi dalam mengikut Tuhan. Dia belajar mempersembahkan hidupnya (Rom 12:1) dan bahkan siap “rugi” demi Kristus, karena sudah mendapat “untung” terlalu banyak. Ia tidak lagi menguitamakan bagaimana dirinya bisa mendapat berkat, tetapi bagaimana dia bisa menjadi saluran berkat. Nilai pengorbanan Kristus itulah yang menjadi penggerak utama dalam dirinya untuk belajar memberi yang terbaik bagi kemuliaan Tuhan (2Kor 5:14, Luk 19:8, 21:4), komitmen untuk memprioritaskan pelebaran Kerajaan Allah (1Kor 9:16), bahkan rela mati bagi Kristus (2Tim 4:6, Fil 2:17).

Keempat, Iman yang benar bukan positive thinking atau sugesti diri. Banyak orang yang mengaitkan iman dengan percaya yang pasti menyembuhkan, hidup penuh sukses, makin kaya, doa yang pasti dikabulkan dan lain-lain. Iman semacam ini adalah iman yang menyesatkan dan anthropocentris. Iman yang benar adalah iman yang mau tunduk pada kehendak Allah dan percaya, bahwa apa saja yang menjadi kehendak Allah (bukan kehendak saya) itulah yang akan terjadi dan saya akan belajar mengamininya serta taat dengan memberikan respon yang terbaik. Iman yang benar adalah iman yang berpikir dengan positif (bukan positive thinking) dan berpikir dengan positif adalah berpikir yang mau tunduk dengan apapun yang menjadi kehendak Allah. Positive thinking adalah suatu aliran sesat yang mengajarkan, bahwa kita bisa merubah keadaan dengan kekuatan berpikir kita. Kesesatan ajaran positive thinking adalah tidak mengandalkan kekuatan pada Tuhan, tetapi berpusat pada diri sendiri (Anthropocentris).

Kelima, Iman yang benar bukan identik dengan moral dan tingkah laku agama. Banyak orang berpikir, bahwa saya sudah beriman dengan saya rajin ke gereja, rajin memberi persembahan dan melakukan segala aktifitas rohani. Kesalahan utama bangsa Israel adalah menganggap segala kesalehan dan aktifitas rohani sudah membuktikan mereka orang beriman dan akan dapat membuat hati Tuhan senang, Tuhan bukan berhala yang bisa senyum bila ada orang yang “menyogok” atau “menyuap”nya. Hal yang terpenting dalam ibadah adalah relasi (hubungan pribadi) dengan Tuhan, alias “hati” yang dekat dengan Tuhan. Percuma segala aktivitas rohani seseorang, bila semua itu dilakukan dengan hati yang jauh dari Tuhan. Dan hati yang dekat dengan Tuhan adalah hati yang telah diubahkan oleh Roh Kudus, dilahir barukan, yang telah mengalami pertobatan sejati, menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya. Orang yang telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya adalah orang yang pasti memprioritaskan Tuhan dan pekerjaanNya dalam hidupnya.

II. Pohon yang Menghasilkan buah berkualitas

Puncak kehidupan sebuah pohon adalah menghasilkan buah, itulah natur pohon yang semestinya. Metafor yang dilukiskan oleh Yesus sungguh indah, bila kita mengerti kehidupan sebuah pohon, demikian pula mestinya kehidupan kita sebagai orang Kristen yang berbuah. Hanya murid Tuhan sejati, yang fondasi kehidupannya dibangun berdasar pada firman Tuhan, yang akan bertahan menghadapi badai kehidupan (47-48).  Iman percaya kita haruslah menjadi iman yang aktif berbuah, bukan iman yang pasif dan statis. Iman yang berbuah adalah iman yang terus menerus dipraktekkan, dijalankan dalam kehidupan kita sehari-hari. Bukan sekedar iman untuk pemuasan batin kita semata. Tanpa buah dalam kehidupan kita, iman kita tidak berguna bagi Tuhan. Kehidupan iman yang berbuah adalah bila hidup kita selalu berada dalam Kristus.

Sebagai anak-anak Allah, kita harus tahu bahwa jika kita menghasilkan buah yang buruk, maka itu berarti kita bukan Kristen sama sekali. Karena di dalam Matius 7:18 dikatakan, "Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik," tepat seperti yang dikatakan oleh rasul Yohanes dalam 1 Yoh 5:18, "setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa," artinya, tidak terus menerus berbuat dosa. Jadi, janganlah berkata, "Tak peduli bagaimanapun caraku menjalani kehidupan ini, yang penting aku orang Kristen." Tak heran jika orang dunia berkata, "Aku tidak dapat melihat di mana letak perbedaan antara seorang Kristen dengan yang lain."

Seharusnya ada perbedaan yang mencolok antara keduanya. Jika hidup Anda tidak berbeda dari hidup orang dunia, maka besar kemungkinan Anda bukanlah orang Kristen sejati seperti yang Yesus kehendaki. Harus ada perbedaan yang nyata antara buah yang baik dengan buah yang tidak baik. Hal tentang arti buah itu sendiri bisa kita lihat di dalam Galatia pasal 5. Di sana kita diberitahu tentang buah dari daging, yang digambarkan sebagai perbuatan daging. Perbuatan dan buah adalah hal yang sama di dalam Kitab Suci. Anda akan melihat adanya kasih, sukacita yang tertib, damai sejahtera, kelemah lembutan, kerendahan hati, dst.  Hal-hal ini akan membuat orang yang bersangkutan tampil berbeda dari yang lain. Bisa terlihat dari semua hal-hal kecil yang dia lakukan. Sungguh indah jika Anda melihat seorang Kristen yang sikapnya sangat menyenangkan!

Yesus meminta kita tinggal di dalam Dia dan menjadi ranting-rantingNya. Yesus tidak meminta kita menjadi diri kita sendiri, menjadi pohon kita sendiri, tetapi menjadi bagian dari diriNya, menjadi ranting-rantingNya. Diluar kita tidak akan menghasilkan apa-apa. Menjadi ranting diluar Yesus saja tidak akan menghasilkan buah, apalagi menjadi pohon yang berdiri sendiri. Kita akan menjadi pohon yang tidak berbuah dan ditebang sang empunya lahan, yaitu Allah sendiri. Allah yang adalah Sang Empunya lahan menuntut buah, dan buah itu hanya bisa datang dari pohon Yesus Kristus itu sendiri. Kita hanya bisa berbuah sesuai dengan buah yang diinginkan Allah, yaitu buah-buah roh, kalau kita hidup didalam Yesus, dan Yesus didalam kita. Tanpa itu, buah yang kita hasilkan adalah buah-buah yang tidak disukai Allah. Seperti Apa Pohon dan Buah Anda?  Tuhan mengenal umat-Nya. Dia tahu mana yang sejati dan mana yang palsu. Yang palsu pada suatu hari akan terbongkar kepalsuannya, sama seperti semak duri yang tak berguna. Yang sejati, pada suatu hari akan nampak kesejatiannya, sama seperti buah ara atau anggur yang berguna bagi kehidupan.  Karena itu, ukuran kesejatian seorang anak Tuhan terletak pada kesetiaannya untuk terus menerus menghasilkan buah-buah kebenaran.

III. Pohon yang Selalu Berbuah di Segala Musim

Kita akan akan menghasilkan buah, tak peduli apapun musim yang yang kita hadapi, kalau kita hidup dalam Yesus dan menerima kasihNya. Sebagai orang kristen kita tidak lagi menjadi tanaman yang berdiri sendiri dan bersandar kepada kemampuan kita untuk hidup. Ketika kita mengikuti Kristus, kita adalah bagian dari Tubuh Kristus, kita adalah murid-muridNya. Kita adalah ranting dari pohon utama kita yaitu Yesus Kristus. Yesus menjadi pohon utama kita, dan kita hidup didalam Dia dan menjadi ranting-rantingNya. Kita bukan lagi pohon kita sendiri, kita tidak lagi hidup yang berdiri sendiri, tetapi hidup kita adalah bagian dari hidup Kristus itu sendiri. Yesus mengatakan dalam Yohanes 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Hidup kita memang tidak selalu indah setiap hari. Ada waktunya kita menikmati berkat Tuhan yang berlimpah dalam hidup kita, namun ada waktunya pencobaan datang menerpa hidup kita. Dalam saat-saat yang baik maupun yang terendah dalam hidup kita, apakah Tuhan menjadi sumber inspirasi kita? Apakah hidup kita masih memiliki kemampuan untuk menghasilkan buah? Kehidupan iman yang berbuah adalah bila hidup kita selalu berada dalam Kristus. Hidup kita memang tidak selalu indah setiap hari. Ada waktunya kita menikmati berkat Tuhan yang berlimpah dalam hidup kita, namun ada waktunya pencobaan datang menerpa hidup kita. Dalam saat-saat yang baik maupun yang terendah dalam hidup kita, apakah Tuhan menjadi sumber inspirasi kita? Apakah hidup kita masih memiliki kemampuan untuk menghasilkan buah?

Secara  ilmiah memang pohon berbuah ada skilusmya, ada musimnya. Ada saatnya ia berbuah ada saatnya ia tidak berbuah. Walaupun demikian  Allah Sang Pencipta dapat memberikan berbagai hal yang melawan apa yang ‘normal’ yang umumnya terjadi, karena memang Dialah pemilik dan pencipta kehidupan. Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya, karena mereka akan tetap menghasilkan buah walaupun bukan ‘musim’nya. Seperti itulah yang diharapkan akan keberadaan kita sebagai saksi Kristus, selalu ditunggu untuk tetap berbuah kasih,  menghasilkan perbuatan baik, memberikan perkataan baik, membangunkan semangat senantiasa. Berkarya bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik. Selalu, setiap saat dan tidak mengenal musim. Tidak tergantung apapun situasinya.

Tanpa sadar kita sering penuh dengan alasan bila terlibat dalam pelayanan dan dalam membangun relasi dengan Tuhan. Baru berdoa kalau ada masalah, baru ikut pertemuan lingkungan kalau diadakan dirumah sendiri, baru ikut Misa kalau dapat tempat duduk yang enak. Baru ikut koor kalau seragam disediakan, baru ikutan kepanityaan kalau pulsa dan transport tersedia. Dan banyak lagi litani ‘kalau’… itupun kalau doanya dijawab. Kita lupa bahwa Tuhan telah mencintai kita sehabis-habisnya tanpa syarat, tanpa ‘kalau’ bahkan saat kita masih belum mengenalNya, belum bertobat dan belum membalas kasihNya. Kita lupa bahwa orang-orang disekitar kitapun ada yang tetap mendoakan dan mengasihi kita tanpa syarat, tetap mengharapkan yang terbaik dari kita. Kalau saja kita terus menerus membangun relasi yang akrab dengan Tuhan, selalu berupaya mencari tahu dan mengenali kehadiranNya lewat setiap kondisi bahkan lewat setiap perjumpaan, maka seharusnya kita akan melatih diri kita untuk senantiasa memberikan buah-buah rohani yang banyak dinikmati orang-orang disekitar kita. Tanpa syarat, tanpa menunggu musim.

Yesus meminta kita tinggal di dalam Dia dan menjadi ranting-rantingNya. Yesus tidak meminta kita menjadi diri kita sendiri, menjadi pohon kita sendiri, tetapi menjadi bagian dari diriNya, menjadi ranting-rantingNya. Diluar kita tidak akan menghasilkan apa-apa. Menjadi ranting diluar Yesus saja tidak akan menghasilkan buah, apalagi menjadi pohon yang berdiri sendiri. Kita akan menjadi pohon yang tidak berbuah dan ditebang sang empunya lahan, yaitu Allah sendiri. Allah yang adalah Sang Empunya lahan menuntut buah, dan buah itu hanya bisa datang dari pohon Yesus Kristus itu sendiri. Kita hanya bisa berbuah sesuai dengan buah yang diinginkan Allah, yaitu buah-buah roh, kalau kita hidup didalam Yesus, dan Yesus didalam kita. Tanpa itu, buah yang kita hasilkan adalah buah-buah yang tidak disukai Allah. Seperti Apa Pohon dan Buah Anda?  Tuhan mengenal umat-Nya. Dia tahu mana yang sejati dan mana yang palsu. Yang palsu pada suatu hari akan terbongkar kepalsuannya, sama seperti semak duri yang tak berguna. Yang sejati, pada suatu hari akan nampak kesejatiannya, sama seperti buah ara atau anggur yang berguna bagi kehidupan.  Karena itu, ukuran kesejatian seorang anak Tuhan terletak pada kesetiaannya untuk terus menerus menghasilkan buah-buah kebenaran.*  AMIN.
________________________________
(Oleh: Pdt.Kristinus Unting, STh.,M.Div)

Sabtu, 23 April 2011

Hidup dengan benar.

Mazmur 101:1-8

Hidup dengan benar. Barangkali mazmur ini ditulis oleh Daud ketika dia baru memulai tugasnya sebagai raja. Dengan semangat dan keinginan menggebu-gebu dia bertekad untuk hidup benar dan menjunjung nama Tuhan dalam setiap tindakannya. Menurut Daud, hal yang harus dilakukan untuk memiliki hidup benar di hadapan Tuhan adalah menghindarkan diri dari perkara kejahatan, menghindari para pemfitnah dan tidak menjadi sombong (bdk. Mzm. 1). Mempraktekkan tekad memang tidak semudah mengucapkannya. Daud menyadari hal itu, karenanya dia mengharapkan pertolongan dari Tuhan (ay. 2).

Tanggung jawab seorang hamba Tuhan. Sebagai hamba-Nya, Daud bertanggung jawab mengarahkan rakyatnya untuk melakukan perbuatan yang berkenan di hadapan Allah. Melalui nazar yang diucapkannya, Daud telah menunjukkan bagaimana seharusnya hamba Tuhan mempertanggungjawabkan tugas dan kepercayaan yang diberikan Allah. Sebagaimana Daud, kita pun dituntut untuk mengarahkan jemaat bertindak benar di hadapan Allah.

Renungkan: Hidup benar di hadapan Tuhan, bukanlah sekadar menghindarkan diri dari yang jahat atau dosa. Hidup benar yang berkenan di hadapan Allah sebenarnya berakar pada kesediaan mengarahkan diri untuk taat penuh pada kehendak Allah!

Jumat, 22 April 2011

Allah sang Pahlawan.

Yesaya 59:15-21

Allah sang Pahlawan. Sungguh menyedihkan menyaksikan keadaan Yehuda. Kebenaran telah hilang, tidak ada lagi hukum, apalagi niat tulus untuk menjauhi kejahatan. Sangat disayangkan, bahwa tidak ada satu orang pun yang terbeban untuk memperbaiki situasi tersebut. Allah dalam kasih dan keadilan-Nya tidak tahan menyaksikan situasi itu terus-menerus terjadi. Allah bertindak bukan untuk membela umat-Nya terhadap musuh-musuh bangsa asing, tetapi untuk membela umat dari musuh yang ada di dalam diri umat-Nya. Allah berinisiatif melakukan tindakan "campur tangan" di dalam kehidupan umat-Nya. Dan ini semata-mata Allah lakukan dalam rangkaian proses keselamatan umat-Nya.

Bertindak untuk menebus. Dosa telah memisahkan manusia dari Allah. Allah berinisiatif aktif datang sebagai Penebus agar manusia bertobat dari dosa pemberontakan. Melalui peristiwa puncak kepahlawanan Allah ketika Dia tampil sebagai Penebus bagi Sion, Allah menjanjikan keselamatan yang tidak hanya membawa pembaruan bagi umat; namun juga memperbarui tatanan masyarakat saat ini. Allah telah mendorong kita terlibat dalam masyarakat yang diselamatkan-Nya. Untuk itu, seharusnya kita pun terdorong untuk bersikap sebagai orang yang telah diselamatkan.

Kamis, 21 April 2011

Penyerahan diri pada dosa berarti terpisah dari Allah.

Yesaya 59:1-15

Penyerahan diri pada dosa berarti terpisah dari Allah. Kecenderungan manusia berdosa adalah melakukan kejahatan. Dimulai dari keinginan buruk dalam pikiran, lahir dalam ucapan dan menjadi nyata dalam tindakan. Hingga akhirnya kejahatan itu beranak-pinak melahirkan kejahatan baru yang semakin besar. Orang-orang yang berbuat demikian tidak mengenal jalan damai dan jalan keadilan. Seperti sarang laba-laba yang menjerat mangsa, demikianlah orang-orang lalim menjerat kaum miskin dan lemah. Dosa telah membutakan mata hati manusia, sehingga tidak mengenal jalan yang benar. Hati manusia terkunci rapat dalam kegelapan, sehingga tidak melihat terang keselamatan dari Allah. Berkat-berkat dari sorga yang Allah curahkan kepada manusia terhambat karena kejahatan manusia. Namun karena semua perbuatan itu manusia akhirnya harus menderita, bahkan harus kehilangan kemuliaan Allah. Pemberontakan manusia terhadap Allah tidak hanya telah menghancurkan manusia, tetapi juga telah memisahkan hubungan manusia dengan Allah Penyerahan diri pada Allah berarti selamat. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengarkan permohonan manusia. Namun Allah ingin agar tembok pemisah yang menghambat berkat keselamatan itu dihancurkan terlebih dahulu sehingga manusia membuka hati bagi-Nya. Melalui pengorbanan Yesus Kristus, tembok pemisah itu telah diluluh-lantakkan.

Dosa telah ditaklukkan-Nya. Manusia telah terbebas dari belenggu dan kuasa dosa. Sebagai orang percaya yang telah dibebaskan, seharusnyalah kita menyerahkan diri kepada Allah, menyalibkan manusia lama. Tindakan ini merupakan bentuk kesediaan diri diproses menjadi manusia baru.

Renungkan: Tindakan penyelamatan Yesus Kristus di kayu salib tidak hanya memberikan kita kekudusan dan kekuatan rohani, tetapi juga telah menempatkan hidup kita kini dalam anugerah keselamatan Allah.

Doa: Ya Tuhan, jangan biarkan dosa terus menerus menguasai hidup kami, biarlah Roh-Mu saja yang bertakhta dalam diri kami selama-lamanya.

Rabu, 20 April 2011

Kesalehan yang palsu berarti kemunafikan

Yesaya 58:1-14

Kesalehan yang palsu berarti kemunafikan. Banyak orang beranggapan bahwa seseorang itu dikatakan "saleh", bila dia mampu menjalankan setiap ketentuan dan tuntutan ajaran agamanya. Namun anggapan ini sangat berbahaya, bila ketentuan dan tuntutan ajaran agama tersebut dijalankan dengan motivasi salah. Misalnya, agar dipuji orang dan disebut sebagai orang saleh. Secara khusus, Yesaya menyinggung pola berpuasa yang salah. Puasa dianggap cukup bila kita tidak makan dan minum. Namun penindasan, pemerasan, kelaliman terhadap para buruh, orang asing dan kaum lemah tetap dilakukan. Bukankah hanya orang-orang munafik yang melakukan hal ini? Tuhan Yesus, dalam Perjanjian Baru, mengecam: "Celakalah hai orang-orang munafik!"

Kesalehan yang sejati. Allah menghendaki agar dalam berpuasa, umat belajar untuk memiliki kesungguhan hati dan merendahkan diri. Tujuannya, agar kita terlepas dari keinginan untuk menindas orang lain, terlepas dari sikap egois dan serakah. Berpuasa berarti bertobat, yaitu meninggalkan cara hidup yang lama, dan memiliki hidup yang baru sesuai dengan kehendak Allah: membela hak yang lemah, memberi makan yang lapar, memberi pakaian yang telanjang, dll. Apakah keberadaan kita di tengah masyarakat adalah menjadi berkat yang nyata dirasakan oleh siapa pun di sekeliling kita?

Doa: Ya Tuhan, ampunilah kami yang seringkali jatuh dalam kemunafikan. Ajarlah kami untuk melakukan kehendak Tuhan dengan motivasi yang benar.

Selasa, 19 April 2011

Penyembahan berhala = penyakit rohani.

Yesaya 57:6-21

Penyembahan berhala = penyakit rohani. Untuk memperoleh penggenapan janji keselamatan, Allah menyampaikan syarat yang harus dipenuhi umat-Nya. Salah satu syarat utama adalah umat-Nya tidak mendua hati. "Jangan ada ilah lain di hadapan-Ku" merupakan hukum yang pertama dari Dasa Titah. Allah ingin mengingatkan kembali, bahwa menyembah berhala adalah dosa besar yang dilakukan umat-Nya. Bahkan hal itu dianggap zinah karena tidak setia. Sebagai orang-orang yang telah memiliki ikatan perjanjian dengan Allah, umat Allah harus tetap setia kepada-Nya.

Allah tetap setia. Tindakan tidak setia dan berpaling dari hadapan Allah, sering Israel lakukan. Namun, sekalipun akhir dari ketidaksetiaan itu adalah kehancuran, Allah tetap mengasihi umat-Nya yang remuk redam itu. Bahkan, selain Allah berkenan menyembuhkan segala penyakitnya, Allah juga berkenan mengampuni kesalahan umat-Nya. Pengampunan itulah yang memberikan penghiburan luar biasa bagi manusia; sehingga suasana perkabungan pun diubah menjadi suasana penuh pujian dan ungkapan syukur, penuh damai sejahtera (19).

Renungkan: Karena kita diperkenankan kembali berjalan bersama Dia di jalan lurus yang ditunjukkan-Nya kepada kita, bertindaklah setia kepada-Nya.

Senin, 18 April 2011

Pemimpin-pemimpin yang mencari untung

Yesaya 56:9-57:5

Pemimpin-pemimpin yang mencari untung. Sungguh celaka para pengawal yang tidak mengawal, para gembala yang tidak menggembala. Mereka dipercayakan tugas, tetapi hanya mencari untung bagi diri mereka sendiri. Mereka seumpama anjing-anjing bisu, yang tidak menyalak ketika bahaya datang mengancam. Inilah gambaran para pemimpin umat Israel yang dicela oleh Tuhan. Mereka berbaring, melamun dan suka tidur saja. Mereka hanya tahu bersuka ria dan tidak takut pada hukuman Tuhan. Tuhan bukannya tidak memperhatikan keadaan tersebut. Tuhan menegaskan bahwa Dia tidak berkenan pada orang-orang seperti itu (57:3-5).

Pemimpin gereja. Pemimpin gereja yang berhasil bukan saja pemimpin yang hanya mampu memberikan penghiburan kepada jemaat, tetapi pemimpin yang juga mampu melakukan hal-hal yang berkenan kepada Allah. Namun, belakangan ini kerap kita temui pemimpin gereja yang berlebihan, yang mengutamakan kepentingan pribadi. Akibatnya, jemaat kecewa, dan meninggalkan gereja. Terhadap umat-Nya yang dilupakan oleh para pemimpin, Allah menyatakan penghiburan-Nya. Dia tidak membiarkan umat-Nya ini hilang binasa dengan sia-sia.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk menjadi gembala kepercayaan-Mu, yang penuh tanggung jawab atas domba-domba yang Kau percayakan.

Minggu, 17 April 2011

Rumah doa bagi segala bangsa

Yesaya 56:1-8

Rumah doa bagi segala bangsa. Berita keselamatan dari Allah ternyata bukanlah milik bangsa Israel sendiri. Keselamatan itu juga diperuntukkan bagi segala bangsa. Orang asing tidak akan dibuang-Nya. Orang-orang kebiri pun tidak ditolak-Nya. Mengapa bangsa asing dilibatkan dalam rencana penyelamatan Allah? Adakah persyaratan yang harus mereka penuhi? Ada, yaitu memelihara hari Sabat, melakukan kehendak Allah, dan memegang perjanjian-Nya. Allah yang membawa mereka dan mengumpulkan semua bangsa ke dalam rumah-Nya yang kudus, sehingga rumah-Nya akan dikenal sebagai rumah doa bagi segala bangsa.

Menjangkau jiwa segala bangsa. Dalam penggenapan penetapan-Nya akan rumah doa bagi segala bangsa, Allah juga menghimpun semua orang pilihan-Nya. Dia menghimpun orang-orang Israel yang terbuang. Dan orang-orang dari segala bangsa juga akan ditambahkan pada kumpulan Israel tersebut. Untuk itulah Allah memilih dan mengutus orang-orang yang percaya pada-Nya pergi ke segala bangsa (Mat. 28:18-20). Pergi untuk membawa semua bangsa menjadi murid-murid Kristus yang hidup bagi kemuliaan-Nya. Itu pun merupakan tugas bagi semua umat percaya segala zaman. Masalahnya ialah: Apakah kita sudah melibatkan diri dalam pekerjaan membangun rumah doa bagi segala bangsa?

Sabtu, 16 April 2011

Rancangan yang luar biasa

Yesaya 55:1-13

Rancangan yang luar biasa. Kemerdekaan yang dinikmati manusia merupakan hasil dari penggenapan rancangan Allah yang luar biasa. Memang, secara manusiawi rancangan Allah itu terlalu tinggi bagi kita. Artinya, sulit bagi kita untuk bisa memahami keagungan rancangan-Nya. Tetapi Allah menegaskan bahwa yang tak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah. Rancangan Allah itu selain mendatangkan kemasyhuran bagi nama-Nya, juga mendatangkan kesejahteraan bagi umat-Nya (12-13).

Penyerahan penuh. Dalam menggenapkan rancangan-Nya itu, Allah menawarkan kasih dan kehidupan. Yang diminta-Nya hanyalah suatu penyerahan yang penuh dan pertobatan total dari umat-Nya. Allah menuntut sikap ini dari manusia bukan karena Allah bergantung pada manusia, tetapi agar manusia dapat menikmati secara penuh berkat yang disediakan-Nya. Ketika kita mau kembali kepada Tuhan, maka Ia akan mengasihani kita dan memberi pengampunan dengan limpahnya (7).

Renungkan: Kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, Allah telah merancangkan suatu rancangan damai sejahtera bagi hari depan yang penuh harapan (Yer. 29:11)

Doa: Dalam menjalani hidup ini, ya Bapa, tolongku untuk berserah penuh pada rancangan agung-Mu.

Jumat, 15 April 2011

Pemeliharaan yang pasti

Yesaya 54:1-17

Pemeliharaan yang pasti. Tempat macam apakah yang Anda inginkan sebagai tempat berteduh dan berlindung? Jawabannya, pasti adalah tempat yang memberikan rasa aman dan nyaman. Di bawah naungan yang memberikan keamanan, kenyamanan, keteduhan, dan perlindungan inilah kita dapat merasakan ketenangan, di tengah badai gelombang kehidupan. Janda yang ditinggalkan suaminya tidak akan selamanya berkabung; wanita yang tidak memiliki anak, tidak akan seterusnya menderita. Pemeliharaan, perlindungan dan rasa aman yang Allah berikan adalah jaminan yang pasti, bahwa tidak ada kuasa apa pun yang sanggup menghancurkan umat-Nya. Dialah satu-satunya tempat perlindungan yang kokoh.

Janji yang pasti. Memang diakui bahwa sungguh tidak mudah berbicara tentang pemeliharaan, perlindungan dan rasa aman yang Allah berikan kepada mereka yang berada dalam kesempitan. Mereka tidak akan mudah percaya. Tugas kita sebagai orang percaya yang meyakini sepenuhnya kebenaran janji Allah itu, kita harus menyaksikan kepada mereka bahwa Allah yang maha kuasa itu, yang memberikan janji perlindungan yang pasti. Dialah Allah yang penuh kasih sayang, yang tetap memegang teguh perjanjian damai dengan umat tebusan-Nya. Pegang teguhlah janji-Nya!

Kamis, 14 April 2011

Hamba yang menderita

Yesaya 52:13-12

Hamba yang menderita. Di jaman dulu maupun sekarang ini, tidak umum bila seseorang yang benar secara hukum membiarkan dirinya disiksa tanpa membuka mulut untuk pembelaan. Namun nabi Yesaya memaparkan kepada kita bahwa ada seseorang yang disebutnya Hamba yang menderita yang sanggup melakukan itu. Hamba itu diremukkan, dihina, diejek, diperlakukan sewenang-wenang. Tidak hanya itu, bahkan dalam kematiannya, dia dimasukkan dalam kalangan pemberontak (53:12). Bagi seorang manusia biasa penderitaan dan kesengsaraan yang dialaminya justru selalu diusahakan untuk dihindari (53:3). Yesaya memaparkan makna yang terkandung di balik penderitaan hamba itu. Dikatakan Yesaya bahwa semua itu adalah bagian dari kehendak dan rencana agung Allah demi korban penebusan salah bagi manusia (53:10).

Kristus Sebagai Penggenap. Nubuat hamba Tuhan yang menderita ini digenapi dalam diri Yesus Kristus. Sama sekali tak terlihat usaha pembelaan diri-Nya. Namun justru di sinilah letak rahasia keagungan kasih Allah. Dengan mempertaruhkan Putra-Nya, Sang Bapa merencanakan penyelamatan kita. Bagi kita, penyelamatan itu memang tanpa pembayaran apapun, tetapi dari sudut Allah, penyelamatan itu menuntut pengorbanan Yesus, Anak Tunggal Bapa. Benarkah sudah kita sadari bahwa Dialah Juruselamat kita pribadi? Coba kita baca ulang dan resapi kalimat yang tertulis pada ayat 5. Gantilah setiap kata "aku" dengan kata "kita". Kesan apa yang kita terima? Kasih yang tak ternilai. Menyadari kasih pengorbanan Yesus Kristus membuat kita mampu mengasihi siapa saja, tanpa harus memandang asal, keturunan, dlsb. Dan kita pun menjadi anak-anak Bapa yang mengenal damai dan bersedia membawa damai.

Doa: Ya Bapa yang kudus, sesungguhnya pengorbanan Putra-Mu yang Tunggal adalah anugerah terbesar yang kami terima dalam hidup ini. Ajar kami selalu bersyukur atas hal itu dan hidup sesuai dengan pembenaran-Mu itu. Amin.

Rabu, 13 April 2011

Kemerdekaan tanpa bayar

Yesaya 52:1-12

Kemerdekaan tanpa bayar. Kemerdekaan adalah sesuatu yang sangat didambakan setiap orang maupun bangsa yang berada dalam keadaan tertindas. Bagi mereka tidak ada yang paling diharapkan kecuali bebas, merdeka. Sukacita ini dirasakan oleh bangsa Israel ketika Allah memerdekakan mereka dari penjajahan, karena dosa-dosa mereka bahkan mereka tidak harus membayar apa-apa untuk kemerdekaan itu. Allah membawa umat-Nya yang suci untuk kembali ke Yerusalem, kota Allah yang kudus. Wajarlah jika mereka menikmati suatu sukacita karena karya besar pembebasan Allah.

Kemerdekaan dari dosa. Sejarah membuktikan bahwa ketika manusia tidak sanggup menolak keinginan berbuat dosa, ketika itu pula manusia masuk dalam perbudakan dosa. Tetapi Allah yang maha mulia, melalui Putra-Nya Yesus Kristus memerdekakan manusia dari kuasa dosa. Seperti halnya Israel yang dibebaskan tanpa membayar apa pun, demikian juga orang yang percaya kepada Kristus. Kini kita hidup dalam masa-masa penuh kemerdekaan. Sukacita menikmati anugerah keselamatan Allah sepatutnyalah mewarnai kehidupan setiap orang percaya. Karena itu janganlah sia-siakan anugerah yang begitu agung dan mulia itu, melainkan hiduplah sebagai orang percaya yang benar-benar merdeka dari perbudakan dosa.

Doa: Bapa ajarlah kami mengisi hari-hari kami dalam perjalanan bersama dengan Engkau dengan sukacita dan ketaatan yang penuh. Amin.

Minggu, 27 Maret 2011

Pelayanan yang tertuju kepada diri sendiri

Yohanes 12:1-11

Pelayanan yang tertuju kepada diri sendiri. Pada masa itu tidak semua orang dapat menggunakan minyak wangi apalagi membelinya. Selain mahal, biasanya minyak itu hanya digunakan untuk mengurapi kepala raja. Namun Maria menggunakannya untuk membasuh kaki Yesus. Perbuatan Maria ini tentunya menimbulkan pertanyaan banyak orang yang hadir saat itu, terutama Yudas Iskariot. Yudas lebih mempertimbangkan keuntungan yang akan didapat bila minyak narwastu itu dijual demi kepentingan orang miskin. Murnikah keinginan Yudas? Sayang sekali, sebab motivasinya hanyalah untuk menumpuk keuntungan. Pelayanan Yudas lebih tertuju kepada kepentingan diri sendiri.

Pelayanan yang tertuju kepada Tuhan. Maria memahami bahwa perbuatannya ini pasti mengundang pertentangan. Namun tujuannya hanya satu yaitu melayani Yesus. Maria tidak mempedulikan reaksi negatif Yudas terhadap perbuatannya, dia tetap melayani Yesus. Maria dan Yudas sama-sama melayani Tuhan. Pelayanan yang satu tertuju kepada Tuhan, yang satu tertuju kepada dirinya sendiri. Bagaimana dengan pelayanan kita?

Doa: Murnikanlah pelayanan kami Tuhan, agar tertuju hanya untuk kemuliaan-Mu.

Sabtu, 26 Maret 2011

Tuhan membebaskan

Yesaya 51:9-23

Tuhan membebaskan. Kehidupan bangsa Israel yang dijajah berbagai bangsa, pasti menempatkan mereka pada keadaan penuh dengan penderitaan, tekanan dan ketakutan. Bila tak berujung, maka hal ini bisa menimbulkan trauma berkepanjangan. Tetapi kini, keadaan sudah berubah. Betapa tidak! Tuhan berbicara, mengundang umat-Nya yang tertunduk di bawah hukuman-Nya, untuk menegakkan kepala. Tidak selamanya tangan-Nya terangkat dalam murka. Tuhan mencanangkan pembebasan, pengampunan dosa.

Konsekuensi pembebasan. Siapakah pada masa kini yang tak memikul beban? Anak muda yang harus menggalang masa depan dan hanya melihat kesuraman; orang tua yang oleh keadaan ekonomi menemui jalan buntu dalam usahanya; para pimpinan yang tak menemukan jalan keluar untuk mencegah terjadinya PHK, dlsb. Keadaan yang seolah tak berujung. Tetapi Tuhan angkat bicara. Kuasa yang telah membebaskan umat-Nya akan membebaskan kita pula. Percayakanlah keseluruhan hidup kita kepada-Nya, tentunya dengan konsekuensi, umat dituntut untuk berbicara, bersyukur dalam puji, memberitakan sukacita yang dari-Nya.

Renungkan: "Siapa menyembunyikan pelanggarannya tak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi".

Jumat, 25 Maret 2011

Tuhan menghibur

Yesaya 51:1-8

Tuhan menghibur. Masa lalu, masa kini, dan masa depan bukanlah sekadar urutan waktu, tetapi faktor-faktor yang saling berpengaruh dalam penghayatan hidup seseorang. Orang beriman khususnya harus mampu melihat dan menilai ketiganya secara tepat dan seimbang. Kekuatiran umat terhadap ancaman terusir, sebenarnya tidak beralasan; sebab mereka beriman pada Allah yang telah menyatakan perbuatan-perbuatan-Nya yang agung dan mulia. Namun untuk meneguhkan hati mereka, Tuhan mengingatkan bahwa berkat Abraham tetap berlaku. Itu berarti Tuhan setia pada janji-Nya.

Pandang masa depan dengan optimis. Dalam kekinian, oleh iman kita dapat memandang dan menantikan masa depan dengan sikap dan cara yang tak dapat dimiliki oleh orang tak beriman. Masa depan bukan rahasia yang gelap, tetapi penggenapan rencana-rencana Allah yang pasti. Jika kita memperhatikan suara-Nya dan menerima pengajaran serta hukum-hukum-Nya, maka masa depan cerah berada di pihak kita, tetapi bila tidak, penghukuman Tuhan menjadi bagian kita. Isilah masa kini kita dengan penuh kesungguhan karena kita tahu bahwa sejarah ada di tangan-Nya.

Doa: Ya Tuhan Yesus, sumber penghiburan kami, bukakanlah pintu hati kami bagi keteguhan iman kepada-Mu.

Kamis, 24 Maret 2011

Pelayanan Hamba sejati

Yesaya 50:4-11

Pelayanan Hamba sejati Menjadi hamba Allah berarti bersedia memberi diri secara total untuk diperbarui senantiasa oleh Allah, dan bersedia menghadapi tantangan. Kese-diaan memberi diri total dan sedia menghadapi tantangan adalah kunci keabsahan pelayanan seorang hamba sebagai "mulut" Allah. Hamba Allah tidak berhak menyuarakan suara lain, selain suara Allah sendiri. Bila tidak, ia bukan lagi hamba Allah sejati, tetapi hamba palsu.

Hamba Sejati. Syair yang diungkapkan Yesaya ini mengingatkan kita kepada Yesus Kristus sebagai Hamba Sejati. Apakah rahasianya sehingga Dia dapat memberi semangat baru kepada yang letih lesu? Pertama, Dia memelihara hubungan dengan Bapa di sorga. Dia telah didisiplin untuk mengutamakan Allah dan mendengarkan firman Allah tiap pagi. Maka kata-kata yang diucapkan-Nya pada orang banyak bukanlah kata-kata-Nya sendiri, tetapi kata-kata dari lidah seorang murid. Kedua, Dia telah menerima semua proses pembentukan yang Allah ijinkan. Proses pembentukan itu berat, tetapi melaluinya Dia terbentuk tegar (6,7-9).

Derita Hamba sejati. Hamba Allah yang sejati taat kepada firman dan yang tabah menanggung derita itu memiliki wewenang illahi. Dia kini memanggil orang yang merindukan kebebasan dan mendambakan kehidupan yang berbahagia. Hamba Allah itu kini memperhadapkan kita dengan tawaran: hidup atau mati, terang atau gelap, berkat atau kutuk? Sudahkan Anda masuk dan menikmati karya penebusan Yesus Kristus?

Bukan sekadar percaya. Sekadar menjadi orang percaya adalah perkara mudah. Dibutuhkan kesediaan untuk dicemooh, dipukul, dilukai sebagai konsekuensi ketaatan kepada firman Tuhan. Dalam saat demikianlah hamba Tuhan belajar berteguh hati di dalam Tuhan. Rela menyerahkan diri dididik Tuhan, ditempa keteguhan imannya. Dan yakin bahwa Tuhan tak akan mempermalukan hamba-Nya.

Doa: Tuhan mampukan kami menghadapi penderitaan demi nama-Mu, karena Engkau telah terlebih dahulu menderita untuk kami.

Rabu, 23 Maret 2011

Sifat perbudakan dosa

Yesaya 49:22-50:3

Sifat perbudakan dosa. Sebagai manusia yang lemah kadang-kadang kita tergoda mengartikan kebaikan Tuhan secara salah. Misalnya, pengampunan yang Tuhan berikan kepada kita, kadang membuat kita menganggap bisa saja kita bermain dosa, sebab mudah mendapatkan pengampunan-Nya. Bila kita menilik ulang sifat perbudakan, dalam hal ini kelakuan bangsa Israel di hadapan Allah, sebenarnya tidak mungkin umat Tuhan dibebaskan dari perbudakan. Tetapi situasi yang mustahil itu dibongkar dan dibalikkan Tuhan. Tangan Tuhan terangkat membawa Israel keluar dari Babel. Bangsa yang dihinakan oleh bangsa-bangsa lain, kini dipelihara sebagai anak kesayangan.

Tuhan itu setia. Kadang kita tenggelam dalam keputusasaan karena kegagalan dan pemberontakan kita. Kita sering dilanda oleh tuduhan, seolah putus sudah hubungan dengan Tuhan. Memang, dosa dan kesalahan kita membawa akibat buruk. Dan, dalam kebijakan-Nya Allah mengajar dan mendidik. Tetapi tidak berarti tidak ada lagi harapan bagi yang ingin kembali pada-Nya. Karena itu janganlah main-main, baik dengan dosa maupun dengan kemurahan-Nya. Baiklah, kita selalu menjunjung kasih setia-Nya yang mengatasi segala kelemahan kita!

Doa: Tuhan Yesus, kami bersyukur, bahwa di dalam segala kelemahan kami, Engkau tetap setia mengampuni.

Selasa, 22 Maret 2011

Hamba Allah

Yesaya 49:1-7

Hamba Allah. Pada umumnya, para ahli sependapat bahwa syair ini berbicara tentang Yesus Kristus. Apakah petunjuknya bahwa itu menunjuk pada Yesus Kristus? Sebutan "hamba Allah" menunjuk pada kedudukan yang rendah, namun mengarah pada tuntutan ilahi yang mutlak. Dia digambarkan sebagai suatu pribadi yang tanpa cacat cela dan sepenuhnya berkenan kepada Tuhan. Dia dibebani tugas mulia yang bukan saja menyangkut pembebasan dan pemulihan Israel, tetapi juga penyelamatan bangsa-bangsa.

Yesus Kristus adalah Hamba Allah sejati. Nubuatan Yesaya tentang Yesus Kristus menyatakan bahwa Dia telah rela menjadi hamba. Renungkan lebih dalam, betapa banyak pengorbanan yang telah dipikul-Nya untuk kita! Pikirkan juga betapa dalam dan pedih penderitaan-Nya demi menggenapi misi penyelamatan Allah untuk kita! Bagi Dialah sepatutnya kita mengarahkan segala hormat dan penaklukkan diri. Teladan-Nya sebagai Hamba Allah Sejati akan bermakna dalam hidup kita, bila kita pun mengikuti jejak-Nya.

Renungkan: Yesus Kristus telah merelakan diri-Nya menjadi hamba untuk menerangi kegelapan, kesuraman dan kekalutan.

Doa: Tuhan berkatilah hidupku untuk menjadi hamba-Mu yang menuntun orang lain hidup dalam terang firman-Mu

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari