Sabtu, 03 November 2012

Mengasihi Tuhan dan sesama

Markus 12:28b-34: "Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada." Yesus.

Renungan:

Kita masih ingat lagu I love you full, dari Mbah Surip. Lagu ini sempat booming dan disukai banyak orang dari segala lapisan. Mengapa? Ia berbicara tentang sebuah tema universal, tentang cinta yang dibutuhkan siapa saja, tentang kasih yang membawa damai dan sentosa, segala lapisan orang.

Inilah yang diminta Tuhan juga; mengasihi Allah sepenuh-penuhnya, dengan hati, jiwa, akal budi, segala usaha dan kekuatan bahkan dengan tubuh/raga. Tuhan juga ingin melihat cinta itu mempersatukan seluruh umat manusia, maka Ia memerintahkan saling kasih antar setiap manusia ciptaanNya. Tiada perbedaan, tiada pengelompokan, tiada kelas, tiada warna. Kata Marthin Luther King: I have a dream, bahwa yang hitam dan putih, yang merah dan kuning akan duduk bersama. Orang Manado katakan:"torang samua basudara!"

Apa sumbanganku terhadap pembangunan hidup dalam damai dan kasihmulai dari rumahku, dari kantorku, tempat hidup harianku dan bagi negeriku? Takutkah aku akan Tuhan? Hormatkah aku akan sesama: ada salam, ada senyum, ada tangan terulur, ada waktu terberi, ada rejeki terbagi? Apakah di mana setiap orang Kristen berada, kasih itu ada, kasih itu meraja, kasih itu mempersatukan?

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari