Kamis, 22 November 2012

Menjaga kesucian hidup

Lukas 19:45-48: "Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia".

Renungan :

Dalam peristiwa paskah, kita mengenangkan peristiwa kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus ini menjadi mometum lahirnya Gereja, Yerusalem baru. Yerusalem baru merupakan persekutian umat beriman yang telah diselamatkan, ditebus oleh kurban Paskah Kristus sendiri.

Sebagai orang beriman, kita adalah anggota Gereja, kita adalah anggota Yerusalem yang baru. Sebagai umat beriman yang telah diselamatkan, kita mengenakan "pakaian" baru yang serba bersih. Kita memelihara rahmat Tuhan ini dengan selalu hidup dalam kesucian. Sakramen tobat dan ekaristi menjadi tanda dan sarana menyucikan hati dan akal budi kita. Hati kita telah terpikat kepada kuasa kasih keselamatan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari