Senin, 19 November 2012

Menjadi saluran berkat

Lukas 9:1-10: "Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Renungan :

Kehadiran Yesus senantiasa membawa sukacita bagi banyak orang. KehadiranNya juga mengubah banyak orang pada sikap hidup yang lebih baik. Firman Tuhan mempunya daya ubah yang luar biasa bagi setiap pribadi yang dijumpaiNya. Dalam bacaan hari ini,  kehadiran Yesus telah mengubah hidup Zakeus sang pemungut cukai. Hati Zakeus disentuh oleh belas kasih Yesus. Zakeus mengalami keselamatan Tuhan. Ia bertobat dan berani mengawali hidupnya secara baru. 

Sebagai murid-murid Yesus, kita juga telah diselamatkan melalui sakramen pembaptisan. Sakramen ini telah menghapus dosa asal kita, dan mengembalikan hubungan kita dengan Allah. Melalui pembaptisan ini pula, kita di persatukan dalam kekudusan GerejaNya. Sakramen baptis telah mengubah hidup kita menjadi baru. Kita menjadi suci dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi sesama. Mari kita menyalurkan berkat kepada sesama. Jangan menunda rahmat Tuhan. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari