Rabu, 03 Oktober 2012

Tandem Sehati dan Sejati

Ayat bacaan: Amsal 16:3
================
"Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu."

Setiap ada pemain baru di dalam sebuah tim sepakbola terutama penyerang atau striker, para penggemar biasanya penasaran dan berharap cemas menantikan seperti apa kerjasama yang terbangun antara si pendatang baru dengan para pemain lama. Ada yang langsung 'nyetel' dan menjadi momok di depan gawang lawan, tapi sebagian besar butuh waktu dan proses untuk bisa menghasilkan kerjasama cantik untuk memporakporandakan barisan pertahanan lawan. Sebuah tim sepakbola tidak akan bisa berhasil tanpa kerjasama yang baik antar para pemainnya. Meski sebuah tim berisi sebelas pemain luar biasa hebat, tapi apabila tidak ada kerjasama diantara mereka maka tim tersebut tidak akan bisa berhasil untuk merebut gelar juara. Kita bisa melihat beberapa pasangan 'sehati' dan 'sejati' dalam sebuah tim sepakbola dari masa ke masa bisa menciptakan maut bagi lawan di lapangan hijau. Kehebatan pasangan seperti ini biasanya terlihat dari bagaimana mereka bisa mengetahui bola-bola yang disukai pasangannya sehingga mereka tahu bagaimana harus mengumpan, atau mereka bisa mengetahui pergerakan pasangannya dan dengan demikian tahu kemana mereka harus mengarahkan bola. Tandem seperti ini seringkali bisa membuat perbedaan dalam bermain, dan mereka akan terlihat timpang apabila tampil tidak dengan pasangannya. Tidak hanya striker, tapi pemain tengah atau bertahan pun akan tampil beda ketika mereka bermain dengan tandemnya. Mereka akan lebih tangguh dan kokoh bagai benteng tebal sehingga tidak mudah untuk ditembus. Dalam level kompetisi liga atau pertandingan membawa nama negara tandem-tandem legendaris selalu datang dan pergi, dan kita mengenal mereka bukan hanya dari skill bermain tetapi juga chemistry yang harmonis dengan pasangan masing-masing.

Dalam hidup ini kita tidak akan pernah bisa berhasil jika berjalan sendirian. Kita juga memerlukan 'tandem' yang bisa membawa perbedaan dalam mencapai keberhasilan. Seringkali kita berpikir bahwa kita sanggup melakukan segalanya sendirian, kita tidak butuh siapapun. Yang lebih menyedihkan lagi, kita tidak merasa membutuhkan Tuhan sebagai dalam meniti setiap jenjang kehidupan. Padahal Tuhan selalu rindu untuk berpasangan dengan kita, untuk membawa kita dari satu keberhasilan kepada keberhasilan berikutnya. Banyak yang mengira bahwa cukup bagi mereka untuk memutuskan segala sesuatu sendiri, menganggap mereka yang paling tahu apa yang terbaik tanpa perlu campur tangan Tuhan dalam hidup mereka. Dalam skema orang seperti ini, Tuhan tidak termasuk penting di dalamnya. Dan ironisnya, ketika rencana itu gagal, nantinya Tuhan pula yang disalahkan.

Mungkinkah kita berpartner dengan Tuhan dalam menjalani segala sesuatu dalam hidup ini? Tentu saja, mengapa tidak? Kita bisa melihat tokoh-tokoh yang dengan jelas dikatakan "bergaul karib" dengan Tuhan bahkan menjadikan Tuhan sebagai Sosok Sahabat dalam hidup mereka. Lihatlah bagaimana Musa bisa "berhadapan muka (dengan Tuhan) seperti seorang berbicara kepada temannya" (Keluaran 33:11), Abraham yang disebut sebagai sahabat Tuhan (2 Tawarikh 20:7) atau Henokh yang disebut begaul dengan Allah selama ratusan tahun (Kejadian 5:22,24). Dan kita melihat bagaimana kualitas mereka sebagai manusia menjadi begitu istimewa ketika mereka memilih untuk berjalan beriringan, side by side, dengan Tuhan.

Tuhan telah membuka kesempatan seluas-luasnya bahkan sangat ingin untuk membina sebuah hubungan erat dengan kita. Sebagai teman, Tuhan bahkan sudah menyatakan Dia siap menyingkapkan apa saja yang menjadi rencana terbaikNya bagi kita. "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka." (Mazmur 25:14). Sebagai yang menciptakan kita, tentu saja Tuhan yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita masing-masing. Jika demikian, apa yang terbaik tentunya adalah menyelaraskan rencana kita dengan apa yang menjadi rencana Tuhan, dan melibatkan Tuhan dalam setiap proses. Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita, tetapi sudahkah kita tahu apa yang Dia mau untuk kita lakukan? Sudahkah kita tahu apa rencanaNya buat kita dan bagaimana untuk mencapainya? Sudahkah kita peduli terhadap isi hati Tuhan? Dan tentu saja, sudahkah kita berpikir untuk bertandem atau berpartner dengan Tuhan dalam menjalani hidup? Tandem tidak akan menghasilkan apa-apa jika mereka bermain sendiri-sendiri. Sebuah kerjasama tidak akan bisa sukses jika keduanya saling tidak mengenal, dan seperti itu pula hubungan kita dengan Tuhan. Tuhan mengenal kita, maka kita pun harus mengenalNya agar bisa membangun sebuah chemistry yang erat, kuat dan harmonis.

Dalam Alkitab tertulis: "Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu." (Amsal 16:3). Ini adalah kunci penting untuk bisa mencapai keberhasilan. Agar berhasil, Tuhan harus dilibatkan dalam apapun yang kita lakukan, dan kita pun harus menjauhi segala sesuatu yang tidak sejalan dengan keinginan atau rencanaNya. Artinya jelas, "Manusia dapat membuat rencana, tetapi Allah yang menentukan jalan hidupnya." (ay 9:BIS). Apa yang direncanakan Tuhan jelas yang segala sesuatu yang terbaik, dan dengan mengikuti itu sambil terus melibatkan Tuhan di dalamnya maka kita akan bisa menggenapi satu persatu rencana Tuhan bagi kita. Disanalah kita akan bisa mulai menuai keberhasilan dari pencapaian-pencapaian kecil lalu terus meningkat besar. Jika anda meluangkan waktu untuk membaca Ulangan 28:1-14 maka anda akan bertemu dengan skema luar biasa yang direncanakan Tuhan bagi setiap anak-anakNya. Demikian pula jika anda mau mengambil waktu untuk merenungkan Yosua 1:1-18, diantara banyak janji Tuhan lainnya. Kita butuh tahu apa yang menjadi keinginan Tuhan untuk kita lakukan, lalu lihatlah bagaimana Tuhan melimpahi kita. Selain janji-janji yang sangat besar yang tertulis disana, Tuhan pun memberi jaminan akan penyertaanNya sebagai partner sehati dan sejati bagi kita. Anda bisa melihat itu dalam banyak ayat seperti dalam Keluaran 23:22-23, Yesaya 41:10, Ulangan 31:6, Ibrani 13:5, Matius 28:20 dan sebagainya. Bahkan Tuhan menyatakan bahwa Dia yang akan turun berperang dalam setiap pergumulan kita. (2 Tawarikh 20:15). Semua ini akan luput dari bagian kita apabila kita tidak mulai membangun hubungan yang baik dengan Tuhan. Mendengar suaraNya, mengetahui isi hatiNya dan membuka diri dalam membina hubungan eart yang harmonis dengan Tuhan.

Tuhan selalu menanti kita untuk itu. Dia selalu siap untuk menjadi Sahabat sejati dan sehati kita, bersama dengan kita dalam menghadapi apapun dalam hidup ini, berjalan melewati satu keberhasilan menuju kepada keberhasilan berikutnya. Masalahnya, apakah kita siap untuk menjadikan Tuhan sebagai tandem kita? Dengarlah apa yang menjadi rencana Tuhan bagi anda, dan libatkan Tuhan dalam setiap proses di dalamnya, maka anda akan melihat keberhasilan demi keberhasilan menyertai anda dalam setiap langkah.

It will make a difference when you're pairing up with God

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari