Senin, 29 Oktober 2012

Panjangnya Kesabaran Tuhan

Ayat bacaan: Nahum 1:3,7
=====================
"TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya... TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya"

Jika anda mencoba menelepon seseorang lewat ponsel anda dan mendapat jawaban "please try again in a few more minutes" berulang-ulang, mungkin anda akan merasa kesal, apalagi jika ada hal yang penting yang hendak anda sampaikan. Itulah yang saya alami beberapa hari terakhir ini. Mau tidak mau saya pun menjadi lebih 'akrab' terhadap mesin penjawab dan kalimat yang dikatakannya. Please try again, dan please try again lagi. Tiba-tiba saya berpikir bahwa keadaan tidak tersambung ini pun kerap terjadi antara kita dengan Sang Pencipta kita yang begitu mengasihi kita semua. Jika kita kesal, Tuhan pun mungkin kesal melihat kita yang terus saja melakukan perbuatan-perbuatan yang mengecewakan dan menyedihkan hatiNya. Tapi ternyata kasih Tuhan masih jauh lebih besar ketimbang rasa kecewaNya. Berulang-ulang kita berbuat salah, tetapi Tuhan masih terus dengan sabar memberikan kata "please try again" kepada kita, memberikan kesempatan kepada kita semua untuk terus berproses dan berubah menjadi lebih baik dan taat lagi dari hari ke hari.

Jika kita mau merenungkan, betapa kita sebenarnya melakukan begitu banyak hal yang salah di mata Tuhan setiap harinya. Tetapi lihatlah betapa panjangnya kesabaran Tuhan. Dalam kitab Nahum dikatakan demikian: "TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya." (Nahum 1:3) Meski Tuhan tidak akan pernah membebaskan orang yang berdosa dari hukuman, Dia selalu siap mengampuni dan akan terus menerus memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri, kembali ke jalan yang benar, yang lurus yang menuju kepada keselamatan kekal. Jika kita bisa hidup hari ini dengan baik, jika hari ini kita sudah berada di rel yang benar dan terus menjaga hidup kita untuk tidak keluar jalur, semua itupun dimungkinkan karena Tuhan masih terus dengan sabar memberikan kesempatan bagi kita untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Tanpa itu semua, mungkin sejak dulu kita sudah binasa. Kesalahan kita tidak akan pernah luput dari penghakiman Tuhan, itu benar. Namun di atas itu, Tuhan sesungguhnya panjang sabar. Dia sungguh baik memberikan kita waktu dan kesempatan untuk terus berusaha menjadi lebih baik lagi. Tidak hanya itu saja, Tuhan pun besar kuasaNya. Lihatlah bagaimana Tuhan mengatur segala alam semesta beserta isinya, sehingga tidak satupun dari planet atau gugus bintang bertabrakan dan saling menghancurkan satu sama lain. Segala yang baik yang disediakan Tuhan dalam pemeliharaanNya pun berperan untuk memberi kesempatan bagi kita untuk terus berbenah diri. Bayangkan jika tiba-tiba alam semesta menjadi kacau, kesempatan kita untuk memperbaiki diri pun sirna. Daud begitu menyadari hal ini dan ia juga berkata "Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala allah." (Mazmur 135:5).

Selain terus berpanjang sabar memberi kesempatan bagi kita, Tuhan pun selalu memposisikan diriNya untuk selalu menjadi tempat perlindungan yang utama. "TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya" (Nahum 1:7). Kuasa Tuhan yang besar, yang mampu melebihi akal mengatasi segala kemustahilan akan selalu membuat kita aman ketika berlindung di dalamnya. Dalam hal ini pun Daud menyadarinya dan berkata "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!" (Mazmur 34:8). Daud benar. Kebaikan Tuhan yang luar biasa itu bukan hanya "pepesan kosong" belaka namun sudah sangat nyata terbukti baik lewat perjalanan hidup tokoh-tokoh Alkitab maupun banyak kesaksian dari masa ke masa. "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." (Mazmur 46:1).

Kita pantas bersyukur atas kebesaran kuasa Tuhan yang jauh melebihi kemampuan nalar manusia dan atas kesabaran Tuhan terhadap proses perbaikan diri kita. Kebaikan Tuhan seharusnya membuat kita berdiri dan bersorak sorai dalam sukacita, bukannya malah terus menjauh, melupakan atau menyalahkan Tuhan atas segala kesulitan yang kita alami. Menyadari hal ini, marilah kita menyadari betul segala perbuatan dan penyertaan Tuhan dalam hidup kita dan mengucap syukur atasnya. Lewat Kristus kita semua sudah dimerdekakan, oleh sebab itu kita harus menyikapinya dengan terus menjaga diri kita agar tidak kembali terjatuh kepada kebiasaan-kebiasaan buruk atau dosa-dosa di masa lalu. "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan." (Galatia 5:1). Demikianlah Tuhan mengasihi kita dan tidak menginginkan satupun dari kita binasa. Dan begitulah baiknya Tuhan yang dengan sabar terus menantikan kita untuk menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari. Bersyukurlah kepadaNya bahwa Dia tidak menggunakan kuasaNya yang dahsyat untuk menghancurkan kita, namun justru untuk menyelamatkan kita. Bersyukurlah bahwa Tuhan senantiasa menganugerahkan kasih karuniaNya kepada kita semua yang punya begitu banyak kesalahan ini. Dan bersyukurlah bahwa Tuhan menggunakan kebaikanNya bukan untuk menolak kita, melainkan justru untuk menggapai dan menyentuh hati kita. Tuhan memberi kita kesempatan luas, tapi jangan sia-siakan kesabaran dan kebaikan Tuhan. Let's praise the Lord today, for He is so good to you and me.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari