Jumat, 17 Oktober 2014

Sahabat Sejati

Info

Sabtu, 18 Oktober 2014


Sahabat Sejati



20:32 Tetapi Yonatan menjawab Saul, ayahnya itu, katanya kepadanya: "Mengapa ia harus dibunuh? Apa yang dilakukannya?"


20:33 Lalu Saul melemparkan tombaknya kepada Yonatan untuk membunuhnya. Maka tahulah Yonatan, bahwa ayahnya telah mengambil keputusan untuk membunuh Daud.


20:34 Sebab itu Yonatan bangkit dan meninggalkan perjamuan itu dengan kemarahan yang bernyala-nyala. Pada hari yang kedua bulan baru itu ia tidak makan apa-apa, sebab ia bersusah hati karena Daud, sebab ayahnya telah menghina Daud.


20:35 Pada waktu pagi keluarlah Yonatan ke padang bersama-sama seorang budak kecil sesuai dengan janjinya kepada Daud.


20:36 Berkatalah ia kepada budaknya: "Larilah, carilah anak-anak panah yang kupanahkan." Baru saja budak itu berlari, maka Yonatan melepaskan sebatang anak panah lewat kepala budak itu.


20:37 Ketika budak itu sampai ke tempat letaknya anak panah yang dilepaskan Yonatan itu, maka berserulah Yonatan dari belakang budak itu, katanya: "Bukankah anak panah itu lebih ke sana?"


20:38 Kemudian berserulah Yonatan dari belakang budak itu: "Ayo, cepat, jangan berdiri saja!" Lalu budak Yonatan memungut anak panah itu dan kembali kepada tuannya.


20:39 Tetapi budak itu tidak tahu apa-apa, hanya Yonatan dan Daudlah yang mengetahui hal itu.


20:40 Sesudah itu Yonatan memberikan senjatanya kepada budak yang menyertai dia, dan berkata kepadanya: "Pergilah, bawalah ke kota."


20:41 Maka pulanglah budak itu, lalu tampillah Daud dari sebelah bukit batu; ia sujud dengan mukanya ke tanah dan menyembah tiga kali. Mereka bercium-ciuman dan bertangis-tangisan. Akhirnya Daud dapat menahan diri.


20:42 Kemudian berkatalah Yonatan kepada Daud: "Pergilah dengan selamat; bukankah kita berdua telah bersumpah demi nama TUHAN, demikian: TUHAN akan ada di antara aku dan engkau serta di antara keturunanku dan keturunanmu sampai selamanya."



Berdua lebih baik dari pada seorang diri. —Pengkhotbah 4:9


Sahabat Sejati


Novel Shane mengisahkan tentang terjalinnya persahabatan antara Joe Starrett, seorang petani di daerah perbatasan Amerika yang masih liar, dengan Shane, seorang pria misterius yang mampir untuk beristirahat di rumah Joe. Kedua pria itu mulai akrab ketika mereka bekerja sama mencabut sebuah tunggul pohon raksasa dari pekarangan rumah Joe. Hubungan mereka menjadi semakin akrab ketika Joe menyelamatkan Shane dari sebuah perkelahian dan Shane menolong Joe mengembangkan dan menjaga lahan pertaniannya. Kedua pria tersebut menghormati dan setia terhadap satu sama lain. Sikap mereka mencerminkan apa yang dikatakan Kitab Suci: “Berdua lebih baik dari pada seorang diri . . . . Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya” (Pkh. 4:9-10).


Yonatan dan Daud juga meneladankan prinsip itu. Persahabatan mereka diuji saat Daud merasa curiga bahwa Raja Saul menghendaki kematiannya. Yonatan meragukannya, tetapi Daud yakin hal itu benar (1Sam. 20:2- 3). Akhirnya, mereka memutuskan bahwa Daud harus bersembunyi di padang sementara Yonatan menanyakan ayahnya tentang kabar itu. Saat niat jahat Saul menjadi jelas, kedua sahabat itu pun bertangis-tangisan dan Yonatan memberkati Daud sebelum ia pergi (ay.42).


Yesus akan menjadi sahabat sejatimu jika kamu telah menerima tawaran keselamatan-Nya—sahabat yang selalu setia dan yang akan mengangkatmu saat kamu jatuh. Dia telah membuktikan kasih terbesar yang dapat diberikan seorang sahabat—kasih yang membuat-Nya memberikan nyawa-Nya untukmu (Yoh. 15:13). —JBS


Yesus Kawan yang sejati

Bagi kita yang lemah.

Tiap hal boleh dibawa

Dalam doa pada-Nya. —Scriven

(Kidung Jemaat, No. 453)


Yesus adalah sahabatmu yang paling tepercaya.


facebook google_plus


Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSateKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari