Rabu, 08 Oktober 2014

Apa Yang Kamu Harapkan?

Info

Kamis, 9 Oktober 2014


KomikStrip-WarungSateKamu-20141009-Apa -Yang-Kamu-Harapkan



16:25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.


16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,


16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.


16:28 Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."


16:29 Kata murid-murid-Nya: "Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.


16:30 Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah."


16:31 Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang?


16:32 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.


16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."



Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. —Yohanes 16:33


Apa Yang Kamu Harapkan?


Dalam God in the Dock (Allah Dihakimi), C. S. Lewis menulis: “Bayangkan ada sekelompok orang tinggal di sebuah gedung. Setengahnya berpikir gedung itu adalah hotel, setengah lainnya berpikir itu adalah penjara. Mereka yang berpikir bahwa itu hotel mungkin merasa tidak tahan tinggal di situ, dan mereka yang berpikir itu penjara mungkin merasa bahwa di luar dugaan mereka, tempat itu sangat nyaman untuk dihuni.” Dengan cerdik, Lewis memakai perbedaan tajam antara hotel dan penjara untuk menggambarkan cara kita memandang hidup menurut harapan-harapan kita. Ia menulis, “Jika kamu berpikir bahwa dunia ini dimaksudkan untuk menjadi tempat kita bersenang-senang, kamu akan merasa tidak tahan berada di sini; sebaliknya, jika kamu menganggap dunia ini sebagai suatu tempat pelatihan dan perbaikan diri, maka rasanya dunia ini tidak jelek-jelek amat.”


Terkadang kita berharap hidup ini seharusnya bahagia dan bebas dari derita. Namun Alkitab tidak mengajarkan demikian. Bagi orang percaya, dunia menjadi tempat bagi iman untuk bertumbuh melalui saat-saat yang baik maupun buruk. Yesus bersikap realistis saat Dia menjelaskan apa yang sepatutnya diharapkan dalam hidup. Dia memberi tahu para murid, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16:33). Dalam berkat maupun derita, kita dapat memiliki damai sejahtera meyakini bahwa Allah merancang beragam peristiwa sesuai dengan kedaulatan dan rencana-Nya.


Kehadiran Kristus dalam hidup kita akan memampukan kita untuk “menguatkan hati” meski sedang berada di tengah penderitaan. —HDF


Kekuatan serta penghiburan diberikan Tuhan padaku.

Tiap hari aku dibimbing-Nya, tiap jam dihibur hatiku

Dan sesuai dengan hikmat Tuhan ‘ku dib’rikan apa yang perlu,

Suka dan derita bergantian memperkuat imanku. —Berg

(Kidung Jemaat, No. 332)


Di tengah berbagai masalah yang melanda hidup,

damai sejahtera dapat ditemukan di dalam Yesus.


facebook google_plus


Artikel ini termasuk dalam kategori Komik Kamu, Komik Strip, Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSateKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari