Rabu, 22 Oktober 2014

Membersihkan Lemari

Info

Kamis, 23 Oktober 2014


Membersihkan Lemari



139:13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.


139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.


139:15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;


139:16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.


139:17 Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!


139:18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.


139:19 Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, ya Allah, sehingga menjauh dari padaku penumpah-penumpah darah,


139:20 yang berkata-kata dusta terhadap Engkau, dan melawan Engkau dengan sia-sia.


139:21 Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau?


139:22 Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku.


139:23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;


139:24 lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!



Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku. —Mazmur 139:23


Membersihkan Lemari


Sampai hari ini seakan-akan masih terngiang di telinga saya perintah ibu kepada saya untuk membereskan kamar tidur. Dengan taat, saya akan naik ke kamar untuk mulai merapikannya, tetapi tidak lama kemudian perhatian saya teralihkan dan saya mulai membaca buku komik yang seharusnya saya susun rapi. Namun belum lama saya membaca, ibu saya kembali memberi peringatan bahwa dalam waktu 5 menit ia akan naik untuk memeriksa kamar saya. Karena tahu saya tidak akan mampu membersihkan kamar itu sampai rapi dalam waktu sesingkat itu, saya memilih untuk menyembunyikan semua barang yang tidak tahu harus saya apakan di dalam lemari, merapikan tempat tidur, lalu menanti Ibu masuk ke kamar—dan berharap ia tidak akan membuka-buka lemari saya.


Hal itu mengingatkan saya akan apa yang dilakukan oleh kebanyakan dari kita dengan hidup ini. Kita membersihkan bagian luar kehidupan kita, dengan berharap tidak ada orang yang akan melongok ke dalam “lemari”—tempat kita menyembunyikan dosa-dosa kita dengan mencari-cari pembenaran serta alasan dan dengan menyalahkan orang lain atas kesalahan-kesalahan kita.


Masalahnya, meskipun kita berpenampilan baik dan saleh, kita menyadari betul kebobrokan yang tersimpan di dalam diri kita. Pemazmur mendorong kita untuk menyerahkan diri pada karya Allah yang menyelidiki dan membersihkan kita: “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mzm. 139:23-24). Marilah kita mengundang-Nya untuk menyelidiki dan membersihkan setiap sudut dari hidup kita. —JMS


Ya Tuhan, ampunilah aku karena aku membuat diriku terlihat baik di

luar sambil berupaya menyembunyikan kesalahan dan kegagalanku.

Aku rindu agar Engkau membersihkan hidupku sehingga aku bisa

berjalan bersama-Mu dengan integritas diri yang utuh.


Kita perlu mengakui dosa kita—bagaimanapun juga kita takkan bisa menyembunyikannya dari Allah.


facebook google_plus


Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSateKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari