Senin, 13 Oktober 2014

Perjumpaan Abadi

Info

Selasa, 14 Oktober 2014


Perjumpaan Abadi



4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.


4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.


4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.


5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. 5:2 Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,


5:3 sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang.


5:4 Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup.


5:5 Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.


5:6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,


5:7 –sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat–


5:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.



Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita. —2 Korintus 5:5


Perjumpaan Abadi


Setelah menghabiskan waktu berlibur selama sepekan bersama putrinya dan Oliver, cucunya yang baru berumur 4 bulan, Kathy pun harus mengucapkan sampai jumpa lagi kepada mereka. Ia menuliskan suatu pesan kepada saya, katanya, “Pertemuan kembali yang indah seperti waktu itu membuat hatiku merindukan surga. Di sana, kita tak perlu berusaha menyimpan kenangan dalam benak kita. Di sana, kita tak perlu berharap agar pertemuan itu jangan cepat-cepat usai. Di sana, perjumpaan kita takkan pernah menjadi perpisahan. Surga akan menjadi ‘perjumpaan abadi’ dan aku tidak sabar ingin segera ke sana.” Kathy ingin sesering mungkin bermain bersama Oliver, cucu pertamanya itu! Ia bersyukur untuk waktu-waktu yang bisa ia habiskan bersama cucunya, dan juga untuk pengharapannya akan surga—tempat di mana masa-masa yang menyenangkan tidak akan pernah berakhir.


Hari-hari yang kita nikmati memang sering terasa terlalu singkat, dan hari-hari yang berat bisa terasa begitu panjang. Akan tetapi kedua jenis hari itu menyebabkan kita merindukan hari-hari yang jauh lebih baik di masa yang akan datang. Rasul Paulus berkata bahwa ia dan jemaat di Korintus rindu untuk “mengenakan tubuh yang dari surga itu, supaya tubuh kita yang bisa mati ini dikuasai oleh yang hidup” (2Kor. 5:4 BIS). Sekalipun Tuhan terus menyertai kita dalam hidup ini, kita tidak dapat melihat-Nya muka dengan muka. Untuk saat ini, kita hidup karena percaya, bukan karena melihat (ay.7).


Allah menciptakan kita dengan maksud agar kita senantiasa dekat dengan-Nya (ay.5). Surga akan menjadi perjumpaan abadi. —AMC


Nanti muka dengan muka

Langsung akan kukenal

Tuhan Yesus, Jurus’lamat,

Pengasihku yang kekal! —Breck

(Kidung Jemaat, No. 267)


Sekarang kita hanya melihat Yesus di dalam Alkitab, tetapi kelak, kita akan bertemu Dia muka dengan muka.


facebook google_plus


Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSateKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari