Rabu, 28 Maret 2012

Menjadi Anak yang Berbakti (1)

Ayat bacaan: 1 Timotius 5:3
===================
"Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah."

menjadi anak yang berbaktiHari ini saya bertemu dengan seorang pria yang masih bersetelan resmi mendorong kursi roda dimana ada ibu berusia lanjut duduk di dalamnya. Pemandangan seperti ini sudah semakin langka, karena rata-rata orang akan merasa malu melakukan itu, apalagi eksekutif muda yang sudah sukses dalam karirnya. Ia terus bercakap-cakap dengan ibunya sepanjang jalan di dalam mal. Saya kemudian kebetulan bertemu lagi ketika memberi roti, dan disana saya berkesempatan mengungkapkan kekaguman saya. "Saya sayang kepada ibu saya. Dahulu dia membesarkan saya hingga saya berhasil. Apapun yang saya buat sekarang tidak akan pernah sanggup menggantikan segala kebaikan dan pengorbanannya kepada saya dahulu." katanya sambil tersenyum. Saya pun menyalam sang ibu dan mengatakan bahwa ia beruntung memiliki anak yang berbakti serta sayang kepadanya.

Pemandangan mengharukan ini menjadi sesuatu yang terasa sangat mencerahkan bagi saya. Semakin lama orang yang peduli terhadap orang tuanya semakin sedikit. Mereka merasa terlalu sibuk untuk merawat orang tuanya, malah tidak jarang mereka merasa risih atau jijik ketika harus merawat orang tua sendiri. Mereka juga akan merasa malu dilihat orang "menenteng" orang tuanya. Takut diejek, ditertawakan dan sebagainya. Tidak tertutup kemungkinan pula bahwa mereka bertindak demikian akibat sikap pasangan mereka. Mereka tidak mau direpotkan oleh kehadiran orang tua yang sakit-sakitan di rumahnya. Betapa miris melihat nasib para orang tua yang tidak dikehendaki anaknya lagi dan dibuang begitu saja. Tidak jarang saya mendengar para orang tua bernasib malang seperti ini yang berkata lebih ingin mati saja daripada menjadi masalah bagi hidup anak-anaknya. Saya bisa merasakan perihnya perasaan mereka tidak diinginkan lagi oleh anak-anaknya dan dianggap merepotkan. Panti jompo pun akhirnya menjadi tempat "terakhir" bagi mereka untuk menghabiskan sisa hidupnya, sendirian. Tidak ada lagi anak atau cucu yang menyambangi, tidak ada lagi yang peduli. Semakin lama semakin banyak orang yang berusia lebih muda  yang tidak lagi merasa perlu untuk bersikap hormat kepada orang yang lebih tua. Karena itulah melihat orang-orang yang masih menyayangi orang tuanya yang sudah lemah untuk berjalan-jalan santai di mal seperti pria tadi terasa sungguh mengharukan.  Tidak saja itu terasa indah bagi kita, tapi saya percaya Tuhan pun akan terharu dan sangat menghargai itu.

Alkitab mencatat dengan jelas mengenai hal ini. "Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah." (1 Timotius 5:3). Dengan sangat jelas ayat ini menyebutkan bahwa anak cuculah yang seharusnya menjadi orang pertama yang wajib memperhatikan nasib para orang yang sudah lanjut usianya. Dikatakan belajar berbakti dan belajar membalas budi orang tua dan nenek serta kakek mereka. Dan dengan sangat jelas pula dikatakan bahwa itulah yang berkenan bagi Tuhan. Disaat orang tua sudah lemah dan tidak bisa lagi berbuat banyak dikarenakan usia mereka yang sudah lanjut, itulah saatnya bagi para anak dan cucu untuk berbakti dan membalas budi mereka yang dahulu berjuang habis-habisan dalam membesarkan anak-anaknya dengan segenap kemampuan yang ada pada diri mereka. Betapa menyedihkan kalau melihat orang-orang yang merasa malu atau risih untuk sekedar bertemu dengan orang tua mereka. Itu saja sudah terasa risih, apalagi jika harus mengurus dan merawat mereka. Begitu teganya mereka lupa akan perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan orang tua disaat mereka masih kecil. Disaat dulu tidak bisa apa-apa, orang tua berjuang habis-habisan agar anak-anaknya mendapat yang terbaik, tetapi di saat kini orang tua yang tidak bisa apa-apa lagi, bukannya membalas budi tetapi anak-anak yang tidak berbakti ini justru meninggalkan orang tuanya. Sikap kejam dan tidak tahu terimakasih alias durhaka seperti ini tidak akan pernah mendapat tempat di mata Tuhan.

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari