Sabtu, 08 September 2012

Kisah Gadis Buta

Yakobus:  2:1-5

Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya:
"Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat? Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?


RENUNGAN :

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yang sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampinynya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia. Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu, yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu. Apakah engkau mau menikah denganku?” gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria (pacarnya) itu selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya, si pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu,”Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik kedua mata yang telah aku berikan kepadamu.” Gadis itu menangis dan menyadari kebodohannya, betapa besar pengorbanan kekasihnya selama ini tetapi kekasihnya telah pergi dengan membawa luka hati.

Kisah ini ingin mengatakan kepada kita bahwa dalam hidup sering sekali kita melihat orang lain melalui keadaan fisiknya. Entah ia tampan atau tidak, cantik atau tidak, kaya atau miskin, dan masih banyak lagi. Perlakuan kita pada orang lain juga disesuaikan dengan keadaan fisiknya. 
Yesus mengajak kita untuk mengenal orang lain secara lebih baik lagi dari hatinya, bukan sekedar tampilan lahiriahnya.

DOA :
Ya Yesus, bantulah kami untuk dapat mengenal sesama kami tidak hanya dari fisik tetapi juga dari dalam hatinya. Amin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari