Kamis, 19 Maret 2015

Tempat Kita Kelak

Info

Kamis, 19 Maret 2015


Tempat Kita Kelak



1:4 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,


1:5 kataku: "Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya,


1:6 berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa.


1:7 Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu.


1:8 Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa.


1:9 Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-Ku serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana.


1:10 Bukankah mereka ini hamba-hamba-Mu dan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan tangan-Mu yang kuat?


1:11 Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja.




Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. —Yohanes 14:2


Tempat Kita Kelak


Ribuan untaian waktu, peristiwa, dan orang terjalin menjadi selembar permadani yang kita sebut sebagai tempat. Lebih dari sekadar sebuah rumah, tempat adalah wadah meleburnya makna, rasa memiliki, dan rasa aman di bawah naungan usaha kita bersama untuk mengasihi tanpa pamrih. Tempat membekaskan kenangan yang merasuk ke dalam jiwa kita. Meskipun tempat kita tidak sempurna, kesan yang diberikannya begitu kuat memikat kita.


Alkitab sering berbicara mengenai tempat. Kita melihatnya dalam kerinduan Nehemia atas pulihnya Yerusalem (Neh. 1:3-4; 2:2). Maka tidak mengherankan apabila Yesus berbicara tentang tempat ketika Dia ingin menghibur kita. “Janganlah gelisah hatimu,” kata-Nya, yang dilanjutkan dengan: “Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (Yoh. 14:1-2).


Bagi mereka yang mempunyai kenangan indah akan berbagai tempat di dunia, janji tersebut menghubungkan kita pada sesuatu yang mudah untuk mereka pahami dan nanti-nantikan. Dan bagi mereka yang tinggal di suatu tempat yang jauh dari rasa nyaman dan aman, Yesus menjanjikan bahwa suatu hari nanti mereka akan mendengar dinyanyikannya kidung indah dari tempat itu, karena mereka akan tinggal di sana bersama-Nya.


Apa pun pergumulanmu, apa pun hal yang menggoyahkan perjalanan imanmu, ingatlah ini: Ada suatu tempat di surga yang sudah menantimu, yang disediakan khusus bagimu. Jika tidak demikian, tentu Yesus tidak akan mengatakannya. —Randy Kilgore


Yesus, aku ingin segera berdiam dalam tempat yang telah Kau sediakan bagiku. Aku bersyukur karena bagaimanapun tempat tinggalku di dunia, baik nyaman ataupun tidak mengenakkan, kediamanku bersama-Mu akan jauh lebih baik.


Kiranya kenangan akan kediaman duniawi kita membuat kita semakin merindukan kediaman surgawi kita dengan penuh harap.


Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 1-3; Markus 16


facebook google_plus


Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSaTeKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari