Sabtu, 28 Maret 2015

Siapakah Kamu?

Info

Minggu, 29 Maret 2015


Siapakah Kamu?



21:1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya


21:2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku.


21:3 Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."


21:4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi:


21:5 "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."


21:6 Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka.


21:7 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya.


21:8 Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.


21:9 Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"


21:10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?"


21:11 Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."



Dan ketika [Yesus] masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?” —Matius 21:10


Siapakah Kamu?


Dari waktu ke waktu, kita membaca tentang orang-orang yang tersinggung karena merasa tidak dihormati dan disegani sebagaimana mestinya. “Kamu tidak tahu siapa saya?” teriak mereka dengan nada marah. Sikap itu membuat kita teringat pada pernyataan yang berbunyi, “Jika kamu sampai perlu memberi tahu orang tentang siapa dirimu, mungkin sebenarnya dirimu tidaklah sepenting yang kamu kira.” Kita melihat dalam diri Yesus suatu sikap yang sangat bertolak belakang dengan keangkuhan dan peninggian diri seperti itu. Sikap itu bahkan ditunjukkan Yesus ketika Dia mendekati akhir masa hidup-Nya di dunia.


Yesus memasuki Yerusalem dengan disambut seruan pujian dari orang banyak (Mat. 21:7-9). Ketika orang-orang di seluruh kota bertanya, “Siapakah orang ini?” orang banyak itu menjawab, “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea” (ay.10-11). Yesus tidak datang dengan menuntut perlakuan khusus, tetapi dengan kerendahan hati, Dia datang untuk menyerahkan hidup-Nya dalam ketaatan pada kehendak Bapa-Nya.


Perkataan dan perbuatan Yesus layak mendapat penghormatan, tetapi tidak seperti para penguasa yang gila hormat, Dia tidak pernah menuntut orang untuk menghormati-Nya. Masa sengsara yang dialami- Nya mungkin terlihat seperti kelemahan dan kegagalan terbesar-Nya. Namun demikian, keyakinan yang kuat akan jati diri dan misi-Nya menopang Yesus sepanjang saat-saat terkelam itu, yaitu ketika Dia mati untuk menebus dosa kita agar kita bisa hidup dalam kasih-Nya.


Yesus layak menerima persembahan hidup kita dan penyembahan kita hari ini. Apakah kita mengenali diri-Nya? —David McCasland


Tuhan, aku takjub akan kerendahan hati, kekuatan, dan kasih-Mu. Aku merasa malu dengan keinginanku untuk mementingkan diri sendiri. Kiranya dengan mengenal-Mu, keegoisan hatiku bisa berubah menjadi kerinduan untuk hidup sebagaimana Engkau hidup di bumi.


Sekali berjumpa Yesus, kamu takkan pernah sama lagi. OSWALD CHAMBERS


Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-Hakim 7-8; Lukas 5:1-16


facebook google_plus


Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSaTeKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari