Rabu, 18 Maret 2015

Tempat Kita Kelak


Ribuan untaian waktu, peristiwa, dan orang terjalin menjadi selembar permadani yang kita sebut sebagai tempat. Lebih dari sekadar sebuah rumah, tempat adalah wadah meleburnya makna, rasa memiliki, dan rasa aman di bawah naungan usaha kita bersama untuk mengasihi tanpa pamrih. Tempat membekaskan kenangan yang merasuk ke dalam jiwa kita. Meskipun tempat kita tidak sempurna, kesan yang diberikannya begitu kuat memikat kita.


Alkitab sering berbicara mengenai tempat. Kita melihatnya dalam kerinduan Nehemia atas pulihnya Yerusalem (Neh. 1:3-4; 2:2). Maka tidak mengherankan apabila Yesus berbicara tentang tempat ketika Dia ingin menghibur kita. “Janganlah gelisah hatimu,” kata-Nya, yang dilanjutkan dengan: “Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (Yoh. 14:1-2).


Bagi mereka yang mempunyai kenangan indah akan berbagai tempat di dunia, janji tersebut menghubungkan kita pada sesuatu yang mudah untuk mereka pahami dan nanti-nantikan. Dan bagi mereka yang tinggal di suatu tempat yang jauh dari rasa nyaman dan aman, Yesus menjanjikan bahwa suatu hari nanti mereka akan mendengar dinyanyikannya kidung indah dari tempat itu, karena mereka akan tinggal di sana bersama-Nya.


Apa pun pergumulan Anda, apa pun hal yang menggoyahkan perjalanan iman Anda, ingatlah ini: Ada suatu tempat di surga yang sudah menanti Anda, yang disediakan khusus bagi Anda. Jika tidak demikian, tentu Yesus tidak akan mengatakannya.



Yesus, aku ingin segera berdiam dalam tempat yang telah Kau sediakan bagiku. Aku bersyukur karena bagaimanapun tempat tinggalku di dunia, baik nyaman ataupun tidak mengenakkan, kediamanku bersama-Mu akan jauh lebih baik.


Kiranya kenangan akan kediaman duniawi kita membuat kita semakin merindukan kediaman surgawi kita dengan penuh harap.






from Santapan Rohani http://ift.tt/1BV8cFJ

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari