Senin, 09 Maret 2015

Pertemuan Tak Terduga

Info

Selasa, 10 Maret 2015


Pertemuan Tak Terduga



2:11 Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.


2:12 TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."


2:13 Kemudian berkatalah Rut: "Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan."


2:14 Ketika sudah waktu makan, berkatalah Boas kepadanya: "Datanglah ke mari, makanlah roti ini dan celupkanlah suapmu ke dalam cuka ini." Lalu duduklah ia di sisi penyabit-penyabit itu, dan Boas mengunjukkan bertih gandum kepadanya; makanlah Rut sampai kenyang, bahkan ada sisanya.


2:15 Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pengerja-pengerjanya: "Dari antara berkas-berkas itupun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu;


2:16 bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia."


2:17 Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya.


2:18 Diangkatnyalah itu, lalu masuklah ia ke kota. Ketika mertuanya melihat apa yang dipungutnya itu, dan ketika dikeluarkannya dan diberikannya kepada mertuanya sisa yang ada setelah kenyang itu,


2:19 maka berkatalah mertuanya kepadanya: "Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!" Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: "Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas."


2:20 Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: "Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati." Lagi kata Naomi kepadanya: "Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita."



TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel. —Rut 2:12


Pertemuan Tak Terduga


Drew, seorang anak muda yang penuh semangat, baru pertama kalinya memimpin pujian di sebuah gereja besar. Lois, anggota jemaat yang sudah lama beribadah di sana, ingin memberi Drew semangat. Namun Lois berpikir, tentu sulit untuk maju ke depan dan menemui Drew sebelum ia pergi. Lois lalu melihat bahwa ia dapat menyusup di antara kerumunan orang, dan ia pun berhasil menemui Drew dan berkata, “Aku senang melihat semangatmu dalam beribadah. Teruslah melayani-Nya!”


Saat Lois berjalan keluar, tiba-tiba ia bertemu dengan Sharon, teman yang sudah berbulan-bulan tidak dilihatnya. Setelah berbincang-bincang sesaat, Sharon berkata kepadanya, “Terima kasih atas apa yang telah kau lakukan untuk Tuhan. Teruslah melayani- Nya!” Karena Lois telah berupaya keras untuk memberikan semangat kepada Drew, tepatlah jika saat itu ia juga menerima dorongan semangat yang tak terduga.


Setelah Rut dan ibu mertuanya, Naomi, meninggalkan Moab dan kembali ke Israel, mereka menerima sebuah berkat yang tak terduga. Karena keduanya telah menjanda dan tidak ada seorang pun yang memelihara mereka, Rut pun pergi memungut bulir-bulir jelai di ladang (Rut 2:2-3). Ternyata ladang tersebut adalah milik Boas, kaum kerabat Naomi. Ia memperhatikan Rut, menyediakan kebutuhannya, dan kemudian menjadi suaminya (2:20; 4:13). Rut menerima berkat karena ia berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat (2:11-23).


Adakalanya Allah menggunakan pertemuan yang tak terduga untuk memberikan berkat-berkat yang tak terduga. —Anne Cetas


Ya Tuhan, tolong aku untuk menguatkan sesamaku dengan tanpa pamrih dan tidak setengah-setengah. Aku rindu dapat membantu orang lain agar akhirnya ia mengenal-Mu. Kiranya aku dapat menjadi perpanjangan tangan dan kaki-Mu.


Ketika ada kesempatan untuk menolong orang lain, lakukanlah dengan sepenuh hati, jangan setengah-setengah.


Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 11-13; Markus 12:1-27


Photo credit: Nanagyei / Foter / CC BY


facebook google_plus


Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSaTeKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari