Sabtu, 20 Desember 2014

Saat Yang Tepat

Info

Minggu, 21 Desember 2014


Saat Yang Tepat



9:11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, –artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, –


9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.


9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,


9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.


9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.


9:16 Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu.


9:17 Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup.


9:18 Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah.


9:19 Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat,


9:20 sambil berkata: "Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu."


9:21 Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah.


9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.



Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang. —Ibrani 9:11


Saat Yang Tepat


Sang dirigen telah berdiri di atas podiumnya, pandangan matanya menyusuri seluruh anggota paduan suara dan orkestra. Para penyanyi telah mengatur partitur musik di dalam map mereka, mengambil sikap berdiri yang nyaman, dan memegang map mereka sedemikian rupa agar mereka dapat melihat arahan sang dirigen. Para pemain orkestra menaruh partitur musik mereka di atas tiang penyangga kertas, menempati posisi yang nyaman di tempat duduk mereka, lalu duduk dengan tenang. Sang dirigen menunggu dan mengamati sampai setiap orang dalam keadaan siap. Kemudian, dengan satu ketukan dari tongkatnya, dimulailah “Overture to Messiah” (Lagu pembuka bagi oratorio Mesias) karya Handel yang berkumandang memenuhi seluruh ruang katedral.


Sambil menikmati alunan musik yang bergema di sekitar saya, saya pun merasa begitu terhisap dalam peristiwa Natal—ketika Allah, pada saat yang tepat, memberikan tanda untuk memulai pagelaran akbar yang diawali dengan kelahiran Sang Mesias, “Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang” (Ibr. 9:11).


Setiap Natal, sembari merayakan kedatangan Kristus yang pertama dengan musik yang megah, saya diingatkan bahwa, seperti para anggota paduan suara dan orkestra, umat Allah sedang bersiap-siap menantikan tanda berikutnya dari kedatangan Kristus kembali. Pada hari itu, kita semua akan mengambil bagian bersama Dia dalam pergerakan puncak dari simfoni penebusan Allah—karya Allah dalam menjadikan segala sesuatu baru (Why. 21:5). Dalam sikap penuh harap itulah, kita perlu memusatkan perhatian pada arahan Pemimpin kita dan memastikan bahwa kita sudah siap menyambut-Nya. —JAL


Kumandangkan pujian menggugah jiwa,

Seluruh malaikat membunyikan sangkakala;

Penantian panjang di bumi nyaris berakhir,

Kristus akan datang—datang segera! —Macomber


Pada masa advent ini, kita merayakan kelahiran-Nya dan menanti-nantikan kedatangan-Nya kembali.


Photo credit: Dr. RawheaD / Foter / CC BY-NC-SA


facebook google_plus


Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSaTeKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari