Jumat, 26 Desember 2014

Keluar Dari Mesir

Info

Sabtu, 27 Desember 2014


Keluar Dari Mesir



2:13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."


2:14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,


2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."


2:16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.


2:17 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:


2:18 "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."


2:19 Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya:


2:20 "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati."


2:21 Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel.



Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir. —Matius 2:13


Keluar Dari Mesir


Suatu waktu keluarga kami sedang bepergian menuju rumah Nenek dan melintasi Ohio, Amerika Serikat. Kami tiba di kota Columbus bersamaan dengan dikeluarkannya peringatan tentang bahaya tornado. Rencana kami berubah total karena kami mengkhawatirkan keadaan anak-anak kami.


Saya mengisahkan cerita tersebut untuk membantu kita membayangkan seperti apa rasanya saat Yusuf, Maria, dan anak mereka yang masih kecil harus pindah ke Mesir. Bukan tornado, melainkan Herodes yang mengancam mereka, karena ia berusaha membunuh putra kecil mereka. Bayangkan betapa menakutkannya keadaan tersebut bagi mereka, setelah tahu bahwa “Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia” (Mat. 2:13).


Pada umumnya kita mempunyai bayangan yang indah mengenai peristiwa Natal—sekawanan ternak yang melenguh dan para gembala yang berlutut di dalam adegan yang penuh kedamaian. Akan tetapi tidak ada damai bagi keluarga Yesus pada saat mereka berusaha melarikan diri dari kejaran Herodes. Setelah seorang malaikat memberi tahu mereka bahwa keadaan sudah kembali aman, barulah mereka keluar dari Mesir dan pulang kembali ke Nazaret (ay.20-23).


Pantaslah kita merasa takjub dan kagum atas peristiwa inkarnasi Yesus. Dia, yang menikmati segala kemegahan surga dalam kemitraan-Nya dengan Allah Bapa, meninggalkan semua itu dan dilahirkan dalam kemiskinan, menghadapi banyak bahaya, dan disalibkan bagi kita. Meninggalkan Mesir memang baik, tetapi meninggalkan surga mulia demi kita—itulah perbuatan yang paling agung dan menakjubkan dari kisah Kristus! —JDB


Yesus Juruselamat kami meninggalkan surga,

Datang ke dunia sebagai Hamba penuh kasih;

Tanggalkan semua kemuliaan-Nya saat Dia datang,

Bawa keselamatan oleh iman dalam nama-Nya. —Hess


Yesus datang ke dunia demi kita supaya kita dapat pergi ke surga bersama-Nya.


facebook google_plus


Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSaTeKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari