Minggu, 07 Desember 2014

Batu-Batu Berteriak

Info

Senin, 8 Desember 2014


Batu-Batu Berteriak



19:28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.


19:29 Ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya


19:30 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari.


19:31 Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya."


19:32 Lalu pergilah mereka yang disuruh itu, dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang telah dikatakan Yesus.


19:33 Ketika mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang empunya keledai itu: "Mengapa kamu melepaskan keledai itu?"


19:34 Kata mereka: "Tuhan memerlukannya."


19:35 Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya.


19:36 Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu mereka menghamparkan pakaiannya di jalan.


19:37 Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat.


19:38 Kata mereka: "Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!"


19:39 Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu."


19:40 Jawab-Nya: "Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak."



Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak. —Lukas 19:40


Batu-Batu Berteriak


Dari tahun ke tahun, tampaknya Natal semakin dikomersialkan. Bahkan di negara-negara yang sebagian besar penduduknya menyebut diri beragama “Kristen”, Natal lebih banyak dihubungkan dengan kegiatan belanja daripada beribadah. Tekanan untuk membeli hadiah dan merencanakan pesta yang meriah membuat orang semakin sulit memusatkan perhatian pada arti Natal yang sebenarnya, yakni kelahiran Yesus, Putra tunggal Allah, Sang Juruselamat dunia.


Namun setiap kali menjelang Natal, saya juga mendengar Injil diberitakan di tempat-tempat yang tidak terduga—tempat-tempat yang justru sangat mengkomersialkan Natal, yaitu pusat-pusat perbelanjaan. Ketika mendengar pujian “Hai dunia bersyukurlah, menyambut Tuhanmu!” disuarakan dari pengeras suara, saya teringat pada perkataan Yesus kepada orang-orang Farisi yang menyuruh-Nya mendiamkan sekerumunan orang yang sedang memuji-Nya. “Jika mereka ini diam,” kata Yesus, “maka batu ini akan berteriak” (Luk. 19:40).


Pada masa Natal, kita mendengar batu-batu berteriak. Orang-orang yang belum lahir baru pun terbiasa menyanyikan puji-pujian Natal yang ditulis oleh orang-orang Kristen dari zaman lampau, dan ini mengingatkan kita bahwa sekeras apa pun usaha orang untuk memadamkan pesan Natal yang sesungguhnya, mereka tidak akan pernah berhasil.


Meskipun komersialisme mengancam untuk mengaburkan makna dari kelahiran Kristus, Allah akan membuat kabar baik-Nya itu tersebar luas di mana saja kuasa gelap merajalela. —JAL


Dosa keji tak berdaya

Derita pun lenyap

Dilimpahkan-Nya kasih karunia

Melawan kuasa g’lap. —Watts

(Nyanyian Kemenangan Iman, No. 44)


Sia-sia orang menahan pasang air laut, demikianlah usaha orang menyingkirkan Kristus dari Natal.


facebook google_plus


Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSaTeKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari