Minggu, 15 April 2012

Kesabaran

Ayat bacaan: Ibrani 6:12
=================
"agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah."

Mudah bagi kita untuk menasihati orang agar bisa bersabar, tetapi seringkali ketika kesabaran kita sendiri yang diuji kita sulit untuk mengontrolnya. Kesabaran tidak saja sulit untuk dilakukan tetapi malah kerap kali bisa membuat kita repot atau mengalami kerugian baik dari segi waktu maupun materi. Mari saya bagikan apa yang tengah terjadi saat ini dalam keluarga saya. Tadinya tanah di belakang rumah saya kosong, sehingga kami cukup membangun tembok yang tidak terlalu tinggi agar cahaya dan sirkulasi udara tetap baik. Tiba-tiba di belakang orang membangun rumah, dan lucunya mereka membangun tepat setinggi tembok sehingga mereka bisa leluasa mengintip rumah kami seenaknya, bahkan mengganggu anjing terang-terangan. Sebuah tindakan yang tidak sopan dan tidak tahu tata krama. Jika ini terjadi dahulu sebelum saya bertobat, saya mungkin sudah mengambil tindakan keras tanpa pikir panjang. Tapi sekarang saya tahu bahwa itu bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Tuhan sudah mengingatkan kita untuk bersabar dan mengampuni biar bagaimanapun. AKhirnya saya mengambil keputusan untuk membangun tembok lebih tinggi lagi sepanjang sisi rumah, dan biaya yang dikeluarkan untuk itu tidaklah sedikit. Saya harus rugi secara materi, dan itulah harga yang harus saya bayar agar bisa tetap bersabar tanpa harus ribut dengan orang lain. Mungkin lucu jika saya masih tersenyum meski menghadapi gangguan dari tetangga belakang yang tidak tahu sopan santun, tapi saya punya alasan untuk itu, yaitu karena saya menang menghadapi godaan untuk emosi. Saya bisa tetap bersabar dan tidak terpancing untuk marah dan melakukan hal buruk. Uang bisa dicari, tapi melanggar firman Tuhan itu bisa fatal akibatnya. Karena itulah saat ini saya tersenyum dan tetap bersukacita tanpa terganggu sedikitpun.

Tergoda untuk marah atau ketidaksabaran bisa merusak stabilitas kerohanian kita. Kita bisa kehilangan kasih dan sukacita dalam sekejap jika kita membiarkan kemarahan mempengaruhi diri kita. Selain itu dalam banyak kesempatan kita pun seringkali terjerumus dalam hal-hal yang salah karena tidak mampu bersabar dalam menghadapi halangan atau kendala dalam hidup. Ada banyak orang yang sudah berjalan dengan iman, menerapkan hidup kudus dan mempercayai sepenuhnya kepada Tuhan untuk memenuhi kebutuhannya tetapi tidak cukup sabar ketika tengah terbentur pada sebuah gangguan. Seringkali kita tidak punya cukup kesabaran ketika apa yang kita harapkan sepertinya begitu lambat untuk datang, apalagi jika kita memakai ukuran waktu seperti yang kita inginkan. Ketika anda sudah mencoba berjalan dengan iman tetapi Tuhan seolah berlambat-lambat untuk melepaskan anda dari berbagai masalah, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan terus berjalan dengan pengharapan penuh, atau anda akan tergoda untuk menyerah dan putus asa, atau malah segera kehilangan kesabaran, marah kepada Tuhan dan mengambil jalan-jalan alternatif yang merupakan kekejian di mata Tuhan? Ini pertanyaan penting yang harus kita tanyakan pada diri sendiri ketika kita dihadapkan ke dalam situasi sulit dimana kesabaran kita tengah diuji.

Penulis Ibrani berpesan seperti ini. "Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah." (Ibrani 6:11-12). Firman Tuhan ini secara spesifik dan jelas menyatakan bahwa iman dan kesabaran itu keduanya sama pentingnya dalam urusan menerima sesuatu dari Tuhan. Entah itu berkat, pertolongan, pemulihan dan sebagainya, iman dan kesabaran akan sangat berpengaruh terhadap berhasil tidaknya kita memperoleh janji Tuhan. Dari ayat ini jelas kita lhat bahwa untuk mendapatkan bagian dari apa yang dijanjikan Allah, maka kita harus tetap memelihara iman dan kesabaran dengan segenap hati. Bukan saja keduanya penting, tapi iman dan kesabaran pun harus menjadi satu kesatuan penting yang saling berhubungan erat, berjalan beriringan dan bertumbuh bersama. Itulah yang akan mampu membuat kita bisa menerima janji-janji Tuhan.

Sehubungan dengan topik bahasan kita hari ini mengenai kesabaran, ayat Ibrani 6:12 di atas merupakan lanjutan dari panggilan yang ditujukan kepada kita yaitu untuk terus memelihara kesabaran dan tidak mudah putus asa. Ada kalanya kita merasa waktu sepertinya tidak memlihak kita dan terasa berjalan lebih lambat. Kita berharap pertolongan Tuhan datang segera untuk melepaskan kita dari jerat masalah, tetapi itu tidaklah seperti waktunya Tuhan. Ketika apa yang kita harapkan dariNya tidak kunjung datang, kita bisa dengan begitu mudah kehilangan harapan atau malah marah kepada Tuhan. Mengenai hal ini, Alkitab sudah memberikan jawaban yang cukup jelas. "Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang." (ay 10). Tuhan bukannya tidak adil, pilih kasih, tidak peduli atau malah melupakan kita. Sama sekali tidak. Tetapi ukuran waktu kita memang berbeda dengan waktunya Tuhan. Kita menganggap diri kita paling tahu, padahal tentu saja Tuhan jauh lebih tahu apa yang terbaik buat kita. Jika kita sudah memastikan bahwa kita hidup seturut dengan kehendakNya dan sudah berjalan dengan iman, tetapi pertolongan belum juga datang, sikap bersabar akan menjadi sangat penting untuk kita terapkan sepenuhnya. Sikap inilah yang bisa menjamin kita untuk tidak buru-buru merasa putus asa dan kehilangan harapan. Kesabaran mampu memperkuat dan menopang iman kita sampai anda memperoleh apa yang anda harapkan dari Tuhan.

Setelah kita merenungkan janji-janji Tuhan dan memiliki itu tertanam dalam roh dan jiwa kita, kesabaranlah yang akan mendorong kita untuk terus bertahan. Kesabaran pada akhirnya akan mengantarkan kita kepada sebuah kesimpulan bahwa firman Tuhan tidak pernah gagal. Kesabaran membuat kita tidak akan pernah melangkah mundur karena ketakutan, tetapi akan membuat kita terus maju dalam iman sampai kita memperoleh jawaban dari Tuhan. Dalam surat Yakobus dikatakan demikian: "Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi." (Yakobus 5:7). Ada begitu banyak tokoh dalam Alkitab yang sudah membuktikan bahwa kesabaran mereka akan berbuah manis pada akhirnya, sebaliknya ada banyak pula tokoh yang akhirnya gagal karena ketidaksabaran mereka, meski mereka sudah memulai segala sesuatu dengan baik. Cobalah bandingkan kisah Yusuf dan Saul, maka anda bisa melihat perbandingan keduanya secara sangat jelas. Adalah baik jika kita sudah berjalan dengan firman Tuhan, menerapkan hidup seturut kehendakNya dan mempercayai Tuhan sepenuhnya dalam urusan pemenuhan kebutuhan. Akan tetapi ketika hasil dari itu sepertinya lambat tiba, jangan menyerah apalagi putus asa. Tetap gantungkan pengharapan sepenuhnya, dan teruslah pegang firman Tuhan dengan kesabaran dan iman. Pada waktunya anda akan bersukacita memperoleh penggenapan janji Tuhan tepat seperti yang telah Dia janjikan.

Kesabaran akan sangat menentukan apakah kita akan berhasil atau gagal

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari