Tampilkan postingan dengan label Harapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harapan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Desember 2012

Kegagalan Yang Mahal

Ayat Renungan Harian Kristen hari ini :
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa saja yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

Tahun 2001, aku baru saja lulus informatika perguruan tinggi terkenal di surabaya, dan setelah kelulusan, aku mempunyai keinginan yang sangat keras untuk pergi ke amerika untuk bekerja. Aku berusaha dengan segala cara agar keinginanku ini terwujud. Aku banyak mencari informasi dan rela bolak balik Sidoarjo-Surabaya sampai aku sudah tidak kuat lagi menaiki sepeda motor. Aku rela membayar biaya yang sangat mahal untuk agen/calo visa. Cita-citaku memang ingin mempunyai penghasilan besar di Amerika, mengingat aku tidak mempunyai usaha keluarga untuk diteruskan. Tidak seperti rata-rata teman-temanku yang hampir semua mempunyai usaha keluarga sendiri. Bila aku bekerja di perusahaan, gaji yang kuterima hanya sekitar 1 jt (th 2001), memang cukup untuk sendiri, tapi tidak untuk masa depan meskipun tiap tahun naik 10%. (saat itu aku menunggu wisuda aku sambil bekerja di bank selama 9 bln). Biaya hidup yang tinggi membuatku harus berpikir untuk mencari penghasilan yang lebih besar. Jika dibandingkan dengan luar negri, memang sangat jauh. Aku pernah berpikir seminggu waktuku kuhabiskan di Indonesia, berarti aku telah membuang 5 jt, jika bekerja di luar negri. 

Dengan pikiran tiap minggu kehilangan kesempatan memperoleh 5 jt, aku berusaha keras untuk bisa bekerja di luar negri. Aku berusaha keras meminta persetujuan orang tua, dengan janji2ku. Akhirnya dengan berat hati, orang tua menyetujui. Tinggal masalah visa yang terberat. Karena aku harus interview langsung, dan untuk mendapat visa Amerika memang tidak mudah. Selain itu aku harus memalsu beberapa dokumen. Selama ini aku bertanya2 pada Tuhan, apakah yang kulakukan ini benar, apakah Dia setuju dengan rencanaku ini, apakah Dia juga ikut mendukung ? Akupun sempat berjanji2 pada Tuhan apabila aku berhasil. Selama itu aku merasa tidak mendengar jawabanNya, atau aku yang tidak bisa mendengarNya saat itu. Memang banyak kesulitan aku temui, banyak penghalang yang muncul dalam pengurusan visa, tapi aku “memaksa” Tuhan dengan berdoa “Tuhan, ijinkanlah aku berangkat !”. Aku berpatokan kalau memang visaku gagal berarti aku tidak boleh berangkat. Banyaknya penghalang dalam visa aku artikan sebagai ujian dari Tuhan untuk menguji kesungguhanku. Aku berusaha mencari solusi dalam tiap proses sampai akhirnya visaku benar2 disetujui. Alangkah gembiranya aku saat itu, usahaku selama ini tidak sia-sia, aku bisa berangkat ke Amerika dan Tuhan sudah tunjukkan ijinNya, berarti Tuhan setuju. Aku senang sekali, meskipun bayanganku nanti aku akan berhadapan dengan kerja keras dan penderitaan, tapi aku optimis aku akan sanggup menghadapinya. Akhirnya aku berangkat ke Amerika. Banyak hal kualami mulai dari keberangkatan, karena aku berangkat sendirian. 

Di Amerika aku mulai hidup mandiri. Aku mulai mengalami apa itu penderitaan. Meskipun aku telah banyak mempersiapkan diri, mulai timbul banyak masalah. Aku hidup di dunia yang menyeramkan. Hari demi hari kulalui, “Aku harus sanggup bertahan!” Dengan tangis air mata, aku berpikir “Aku tau bakal seperti ini, aku harus maju terus!” Dengan tekadku aku berhasil penyesuaian bertahan dalam hal makanan dan pekerjaan fisik. Setiap hari aku makan seadaanya, sampai pernah harus disumbang sosis 2 irisan kecil. Tapi aku bisa menyesuaikan dengan makanan dalam kondisi yang memalukan. Tak masalah bagiku. Aku sudah berjuang untuk visa, tak ingin usahaku sia-sia. Begitu juga dengan kerja fisik, badanku telah pegel linu, kaki kram karena bekerja harus berdiri, sampai demam, ditambah lagi suhu musim dingin saat itu 5-10o C. Lama-lama badanku terbiasa, kakiku sudah kuat berdiri berjam-jam lamanya.
Sebagai seseorang yang mencari uang, apa yang diperlukan sudah cukup, yaitu makanan, tempat tinggal, dan pekerjaan. Sudah cukup untuk bertahan di Amerika. Tapi ternyata aku salah perhitungan. Satu hal yang membuatku sangat menderita adalah rasa “kesepian”. Hatiku benar-benar “kosong”. Aku terlalu menganggap remeh hal ini. Aku optimis bisa mengatasinya saat itu karena aku berpikir apalah artinya masalah kecil ini. Ternyata tidak berhasil. Aku mendapat beberapa teman, tapi hatiku tetap kosong. Aku menjadi gelisah, apa yang salah ? Hidupku sudah berkelanjutan dan bisa mendapat uang, tapi ada sesuatu yang mencambukku terus menerus dan aku kesakitan. Aku berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya dan mengisinya dengan bekerja. Aku terus menanamkan pada diriku bahwa tujuanku ke Amerika adalah mencari uang. Aku bahagia sekali setiap aku menerima gajiku. “Inilah hasil usahaku” Perjuanganku dari awal tidak sia-sia, tapi kesakitan itu terus menyerang. Tiap malam aku menderita, aku berusaha untuk tidak emosional dan terlalu memikirkan hatiku, tapi aku tidak bisa. Aku ingin lari dari kenyataan, tapi kemana aku harus berlari, aku bingung karena arah pelarianku tidak tepat, aku tau itu. Tapi aku tidak ingin kesakitan lebih lama lagi, bagaimana cara mengisi kekosongan hati ini, aku menjerit, aku menangis, aku berseru pada Tuhan setiap hari, setiap malam, sampai aku kecapekan dan akhirnya tertidur. Dalam malam2 yang sangat dingin itu aku meratap, hari demi hari, sampai akhirnya aku menyerah. Ternyata hatiku lebih unggul daripada ego dan logikaku. 

Suatu minggu aku ke gereja, bagaikan disambar petir aku mendengar kata-kata kotbah “Jangan sampai dollar menjadi kutuk dalam hidupmu !” Aku tau bahwa saat itu Tuhan sedang berbicara padaku. Aku sedih, aku merasa Tuhan tidak berada di pihakku. Bukankah selama ini Tuhan tolong aku, Tuhan setujui permohonanku, visaku. Untuk apa semua perjuangan berat itu jika aku harus pulang kembali ke Indonesia. Kenapa kalau memang Tuhan melarang aku berangkat ke Amerika, kok tidak dari awal-awal saja ? visaku gagal kan beres, aku tidakjadi berangkat ?! Aku merasa Tuhan mempermainkan aku. Tapi saat itu juga aku melihat Dia berdiri begitu Agung dihadapanku, begitu Mulia, Maha kuasa. Dia memandangku dengan tersenyum dan penuh kasih. Aku tau Dialah yang berencana atas hidupku. Aku tau apa maksudNya. Dia tunjukkan kalo aku sendirilah yang memaksa untuk ke Amerika, dengan sok yakin. Tuhan telah tunjukkan kelemahanku. Ternyata aku tidak sanggup mengatasi kekosongan hatiku. Aku telah gagal. Tapi Dia tetap mengasihiku. Dia tidak membiarkanku bertambah hancur. Dia telah kabulkan permintaanku ke Amerika yang telah aku minta dengan paksa, meskipun berakhir dengan kegagalan. Mengapa ? Karena Dia begitu mengasihi anakNya. Dia tahu kalau aku tidak akan sadar kalau belum mencobanya sendiri. Aku yang keras kepala ini. Dia tahu kalau aku akan belajar sesuatu dari pengalaman ini. Dengan berat aku memutuskan pulang. Aku merasa di Indonesia buahku akan lebih manis rasanya. Pengalaman yang mahal ini membuatku belajar untuk menerima apapun keputusanNya, meskipun tidak sejalan dengan keinginanku yang bagiku rasional. Tapi ternyata Dia lebih mengerti.
 
Saat ini, meskipun penghasilanku di indonesia hanya cukup untuk diriku sendiri, aku tidak ingin mengkuatirkannya karena aku tau Tuhan ada di pihakku, dan Dia berencana atas hidupku, Aku yakin dia punya rencana lain untuk ku di masa depan. Dia pegang kendali, dan dalam kendaliNya kita akan tampak lebih indah.
Seperti ada tertulis :
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa saja yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” - Yeremia 29:11

-------------------------------------------
Dikirim oleh : JHWDGP - angel*****@yahoo.com

Kamis, 22 November 2012

Membangun Saat Teduh Dengan Tuhan


Manfaat Saat Teduh dengan Allah


Semua dari kita, berapa pun usia kita atau tahap kehidupan, bisa mendapatkan keuntungan dari waktu yang dihabiskan dengan Tuhan, jadi saya mendorong Anda untuk mengembangkan saat teduh setiap hari dengan Tuhan. Jika kita tidak hati-hati, terkadang kita terburu-buru berdoa untuk bisa cepat membaca Firman Tuhan untuk sampai ke "hal-hal penting," tapi sesungguhnya hal tersebut mengurangi khidmat dan tujuan dari saaat teduh itu sendiri.

Alkitab memberitahu kita bahwa Yesus rindu untuk memiliki persekutuan dengan kita. Kita memiliki undangan terbuka dari-Nya. Rasul Yohanes mengatakan bahwa persekutuan kita dengan Bapa, dan dengan Anak-Nya Yesus Kristus. Yesus sendiri berkata "Datanglah kepadaKu, semua yang letih dan berbeban berat, dan Aku akan memberimu istirahat." Ketika kita menghabiskan waktu dengan Tuhan, kita belajar dari Dia. Siswa belajar di hadapan guru mereka, dan kita belajar dalam keberadaan kita pada saat teduh dengan Tuhan. Hanya berada di gereja seminggu sekali saja tidak cukup. Ketika kita menyegarkan roh kita setiap hari dengan menghabiskan waktu di hadirat-Nya, seluruh keberadaan kita dipengaruhi dengan cara yang positif.

Adakah contoh yang nyata untuk hal ini? Ada, contoh nyata yakni Yesus Kristus. Ketika Ia hidup di bumi ini, Dia berusaha untuk menghabiskan waktu dengan Allah Bapa. Ia menghabiskan waktu dalam doa. Dia menghabiskan waktu sendirian dengan Tuhan - bahkan jauh dari murid-murid-Nya dan keluarga terdekat. Dia secara konsisten bertemu dengan Tuhan, kadang-kadang di pagi hari, kadang-kadang di sore hari, dan kadang-kadang di malam hari. hubungan yang akrab dan harmonis terus dibangun dan dipelihara dengan Bapa. Dan Dia mengatakan kepada para pengikut-Nya untuk mengikuti teladan-Nya: Akulah pokok anggur, kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia maka akan (melimpah) buah...

Bagaimana kita melakukan ini?
 

Empat hal penting dalam membangun Saat Teduh dengan Tuhan:


1. Ingat bahwa menghabiskan waktu dengan Tuhan bukan tentang ritual, tapi hubungan

Ketika Anda dan saya dilahirkan kembali, kita masuk ke dalam suatu hubungan dengan Allah Yang Mahakuasa. Dia tidak hanya Allah kita, dia adalah Bapa Surgawi kita. Kita memiliki kebebasan di hadapan-Nya, dan akses ke tahta-Nya. Kita tidak perlu ragu akan Dia. Ritual mungkin memberatkan, namun hubungan dengan orang yang dicintai sangatlah jarang. Menghabiskan waktu dengan salah satu yang Anda cintai adalah menarik dan dapat mengubah hidup - dan seperti itulah seharusnya waktu harian yang kita bangun dengan Allah Bapa.

2. Menetapkan waktu tertentu setiap hari ketika Anda akan menghabiskan waktu dengan Tuhan.

Bukankah apa/sesuatu yang dijadwalkan biasanya akan dilakukan? Yuup... Cari waktu yang sesuai dengan ritme dan gaya hidup anda dan juga tuntutan keluarga Anda, kemudian tetapkan untuk itu! Buatlah prioritas utama. Begitulah kebiasaan dikembangkan. Bertekunlah bahkan ketika Anda lelah. Ingat, kita tidak akan pernah mendapatkan apa pun jika kita hidup dengan perasaan kita sendiri!

3. Minimalkan interupsi Anda.

Ketika Anda menghabiskan waktu dengan Tuhan, berikan kepada-Nya semua perhatian Anda. Matikan telepon dan televisi. Cari tempat yang bagus, tenang, tempat yang nyaman di mana Anda merasa nyaman. Jika Anda memiliki anak-anak, ajarkan mereka untuk menghormati privasi Anda selama ini, dan menjelaskan kepada mereka bahwa ini adalah waktu Anda dengan Tuhan. Kemudian mereka akan belajar pentingnya waktu tenang setiap hari, dan Anda akan memperkuat pentingnya saat teduh dengan Tuhan di mata mereka. Berdoalah agar mereka akan mengikuti teladan Anda, dan mendorong mereka untuk melakukannya.

4. Pilih dan rencanakan Bacaan/Ayat Alkitab yang akan dibaca.

Hal ini sangat penting - terutama bagi kita yang baru memulai membangun saat teduh dengan Tuhan. Mintalah seorang pendeta atau teman untuk membantu Anda memilih ayat bacaan yang baik. Atau bisa juga membeli buku-buku kumpulan renungan yang banyak tersedia di toko. Jangan hanya sekedar membuka Alkitab dan secara acak membaca ayat-ayat tertentu saja. Sekali lagi, mintalah seorang pendeta atau teman untuk membantu Anda memilih dan merencanakan bahan bacaan jika Anda tidak yakin. Seimbangkan antara membaca Perjanjian Lama dan Baru. Perjanjian Lama kaya akan sejarah dan pengetahuan - dan Perjanjian Baru menyajikan kisah Kristus dan kelahiran gereja. Keduanya sangat berharga - dan membaca satu akan membantu Anda memahami yang lain.

5. Berinteraksilah saat Anda membaca.

Alkitab adalah sebuah buku yang hidup, ditulis oleh seorang Allah yang hidup. Dan Roh Kudus akan membantu anda untuk memahami, memberi kebijaksanaan dan wahyu saat Anda membaca. Bacaah Alkitab seolah-olah itu adalah surat cinta, karena haruslah demikian supaya benar-benar kita menaruh hati sepenuhnya pada apa yang kita baca - karena Alkitab itu adalah surat cinta Tuhan kepada Anda! Berdoalah saat Anda akan memulai saat teduh. Ambil catatan, dan jangan takut untuk menandai tulisan suci dalam Alkitab itu sendiri. Berinteraksilah dengan Alkitab Anda, dan meminta Allah untuk menggunakannya untuk mengubah hati dan hidup anda !.

Semua hal-hal ini penting, tetapi hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan adalah memulai membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan melalui saat teduh. Dan itu harus anda mulai SEKARANG - ya... hari ini juga !

Kiranya Tuhan memberkati kita - Amien

Senin, 05 November 2012

SUPAYA KAMU HIDUP



Supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek moyangmu. (Ulangan 4:1b)

Salah satu masalah utama yang dihadapi orang Israel adalah bagaimana mereka hidup dalam keatiaan kepada Tuhan. Bagaimana mereka dapat menahan diri dari godaan untuk mengikuti allah lain yang disembah oleh bangsa lain di sekitar mereka. Saat mereka hidup berdampingan dengan bangsa lain mereka mudah tergoda untuk mengikuti penyembahan berhala dan menyimpang dari iman mereka.

Ketetapan-ketetapan Tuhan sering mereka lupakan dan digantikan dengan ketetapan-ketetapan dewa-dewa lain. Untuk itu mereka diingatkan oleh Musa sebelum melanjutkan perjalanan menuju tanah perjanjian.

Mereka diingatkan untuk setia dan memelihara ketetapan Tuhan. Tujuannya agar mereka dapat hidup di negeri yang diberikan Tuhan bagi mereka. "Supaya kamu hidup" yang diungkapkan Musa bukan sekedar dalam artian hidup-bernafas dan jantung yang berdetak tetapi lebih dalam dari itu, yakni agar mereka memiliki hidup dan kehidupan mereka dengan segala mutunya. Bukan sekedar bernyawa tetapi memiliki kebahagiaan, memiliki semangat dan keakraban dengan Tuhan. Agar mereka dapat menikmati kehidupan yang penuh berkat di tanah perjanjian.

Segala mutu kehidupan dapat mengalir ke dalam kehidupan kita jika kita pun menjaga dan memelihara ketetapan Tuhan dalam kehidupan kita. Kita akan merasakan keindahan hidup ketika kita mengasihi Tuhan dan sesama kita, ketika kita bekerja keras dan jujur, ketika kita menolong sesama, ketika kita melakukan segala tugas dengan penuh tanggung jawab.

Walaupun jalan hidup kita tidak selamanya akan terus indah namun mutu kehidupan dan penyertaan Tuhan akan selalu mengikuti kita yang memelihara ketetapanNya. Marilah... dengan memohon kekuatan dari Tuhan, kita berusaha untuk selalu menjalankan dan memelihara ketetapa-ketetapanNya di dalam hidup kita dimanapun kita berada. Amin!

Minggu, 25 Maret 2012

Yesus Kristus-Anugerah Allah bagi Manusia

Renungan menyambut Paskah : 

Yesus Kristus-Anugerah Allah yang sempurna bagi Manusia

Bahan Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini : I Petrus 1:18-19

renungan paskah
Paskah adalah salah satu favorit saya, selain Natal tentunya. Tidak ada yang menyenangkankan seperti ketika Paskah tiba dan kegiatan mencari telur Paskah yang diadakan bagi anak-anak. Minggu ini kita memperingati minggu sengsara ke enam, beberapa hari lagi kita akan merayakan Paskah. Saya ingin menitikberatkan topik kita kali ini pada Pengorbanan Yesus Kristus Anak Allah bagi kita, umat manusia yang berdosa ini.

Sesungguhnya Allah sangat mengasihi kita manusia sehingga Ia memberikan Anugerah termulia bagi manusia. Anugerah ini adalah Yesus, bayi dalam palungan. Juruselamat dunia. Dan Ia membawa janji keselamatan, cinta tanpa syarat, harapan tanpa akhir dan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
"Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di Kota Daud" (Lukas 2:11).
Saya harap anda juga bersemangat seperti saya dalam berbagi karunia ini dengan orang lain. Seperti kita berjalan dalam iman bersama-sama, memberikan kasih Allah kepada jutaan orang di seluruh dunia.

Kitab Ibrani mengatakan, "Kristus menyerahkan dirinya sendiri kepada Allah sebagai kurban sempurna untuk dosa-dosa kita" (9:14, NIV). Yesus adalah Anugerah Sempurna Tuhan untuk kita. Alasan Yesus datang ke bumi untuk memberikan diriNya di kayu salib bagi kita. Dan seperti anak domba ke pengorbanan (dalam Perjanjian Lama), Yesus harus menjadi sempurna dan tidak bercacat dalam rangka untuk menjadi Juruselamat kita. Tapi ada juga harga yang harus dibayar untuk karunia yang telah Allah berikan bagi manusia. Berikut adalah pernyataan yang luar biasa dalam Alkitab : 
"Kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu, bukan dengan barang yang fana bukan pula dengan perak atau emas ... tapi dengan darah Kristus..." (1 Petrus 1:18-19). 
Yesus membayar harga yang tinggi sehingga Anda dan saya bisa memiliki karunia hidup kekal. Tuhan dapat membuat emas dan perak yang banyak seperti debu di bumi. Tapi ketika diperhadapkan dengan dosa-dosa kita manusia, Tuhan harus membayar harga termahal yang dapat dibayangkan ... Dia harus mengorbankan Anak-Nya! Kenapa harus demikian ??? Tuhan ingin menunjukan kepada manusia bahwa demi kita manusia yang berdosa ini Tuhan rela mengurbankan Anak-Nya. Yesus merupakan perwujudan kasih Allah terhadap umat manusia, Dia Mewujudkan Janji Cinta Tanpa Syarat, Harapan yang tak pernah pudar dan Kehidupan Kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya .

Apakah Anda pernah memberikan hadiah yang persis seperti apa yang orang lain inginkan? Sebuah hadiah yang sempurna, yang akan membawa sukacita bagi orang yang membukanya? Saya menyukai apa yang dikatakan Rasul Paulus dalam 2 Korintus 9:15. Setelah berbicara tentang sukacita dan berkat dari memberi, Paulus kewalahan memikirkan semua yang telah Allah berikan kepada kita. Jadi, bukannya mencoba untuk menggambarkan semuanya dalam kata-kata dia hanya berkata, "Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!".

Yesus adalah Anugerah Allah yang sempurna, hadiah yang tak terlukiskan. Dan hal yang menakjubkan adalah bahwa tidak hanya kita dapat menerima karunia ini, tetapi kita mampu berbagi dengan orang lain. Alkitab memberitahu kita bahwa kita adalah Tubuh Kristus di bumi! Lengan kami adalah lengan Yesus seperti pada saat kita menjangkau orang lain dalam kasih. Suara kita adalah suara Yesus saat kita berbagi kata-kata dorongan dan harapan dengan orang lain. Tangan kita adalah tangan Yesus yang membawa penyembuhan dan kenyamanan kepada mereka yang membutuhkan. Ketika kita mengulurkan tangan kenyamanan untuk memenuhi kebutuhan orang lain, Allah akan melihat bahwa kebutuhan kita terpenuhi! 
Yesus berkata, "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu" (Lukas 6:38). 
Jadi mari kita terus menabur benih cinta, benih dorongan, bibit harapan, benih benih penyembuhan dan berkat dalam kehidupan orang lain. Amin !

Minggu, 11 Maret 2012

Fokus pada Kasih dan Karunia Tuhan bukan pada Masalah

Ayat Renungan Harian Kristen hari ini :

"Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya" (Mazmur 34:4).

Selama berabad-abad, jauh sebelum penemuan kacamata, orang menggunakan kaca pembesar untuk membaca cetakan yang berhuruf kecil atau membantu mereka untuk melihat lebih baik. Tentu saja, kaca pembesar tidak benar-benar mengubah ukuran sesuatu, ia mengubah perspektif anda sehingga tampak lebih besar pada penglihatan anda.

Menariknya, pikiran kita bekerja layaknya seperti kaca pembesar. Semakin anda memikirkan sesuatu, semakin besar anda melihat hal itu terjadi. Ketika anda fokuskan perhatian pada situasi anda, tidak benar-benar mengubah apa pun di alam, tetapi situasi anda menjadi lebih besar dan lebih besar dalam pikiran anda. Membesarkan hal yang salah dapat secara cepat membawa hidup anda pada jalan yang salah. Itu sebabnya kita harus menjaga hal-hal dalam perspektif yang benar dan tahu kapan harus berhenti memikirkan hal yang tidak dapat kita tidak rubah. Jika anda terus fokus pada masalah anda, mereka (masalah anda) bisa menjadi begitu besar dalam pikiran anda bahkan anda benar-benar dapat tenggelam dalam masalah-masalah tersebut. Tapi ketika anda berfokus pada Tuhan dan memuliakan-Nya dalam hidup anda, semua hal dari dunia ini; tantangan, hambatan dan kekecewaan semuanya akan lenyap begitu saja.

Berikut adalah cara lain untuk menggambarkan penjelasan di atas: jika anda memegang uang logam di tangan anda dengan posisi lengan terentang dan satu mata ditutup, uang logamnya tampaknya kecil dibandingkan dengan segala sesuatu yang anda lihat di sekitar anda. Tetapi jika anda menarik uang logam lebih dekat ke mata anda, maka akan tampak jauh lebih besar. Bahkan, jika anda memegangnya dengan sangat dekat dengan mata, anda tidak akan dapat melihat hal lain. Inilah yang sering terjadi dalam hidup - kesulitan dan tantangan yang tampaknya jauh lebih besar dari apa yang sebenarnya, hanya karena kita menaruh mereka lebih dekat dari yang diperlukan.

Perspektif yang salah akan membawa anda ke jalan yang salah, tetapi mengubah perspektif anda dapat terjadi dalam hitungan detik hanya dengan mengubah fokus anda. Ketika saya menghadapi tantangan, saya mengingatkan diriku pada semua hal besar yang telah Tuhan lakukan bagi saya. Saya mulai berterima kasih karena telah mengizinkan saya untuk mengenal Dia, saya berterima kasih untuk keluarga saya, pekrjaan saya, teman-teman saya bahkan segala hal yang telah DIA karuniakan dalam hidup saya. Saya ingat bagaimana Tuhan membawa saya melalui ujian, masa lalu dan kesulitan. Saya selalu takjub melihat betapa perubahan perspektif saya ketika saya memiliki hati yang bersyukur dan memilih untuk memperbesar/fokus pada hal yang benar dalam hidup saya!

Saat ini, saya mendorong anda untuk melakukan inventarisasi pikiran anda. Anda dapat membuat daftar semua hal yang dikaruniakan-Nya dalam kehidupan anda sekarang. Pegang daftar itu di depan anda dan renungkanlah tentang seberapa besar Allahmu! Mintalah Dia untuk menyatakan diri-Nya kepada anda dalam cara yang lebih besar. Nyanyikan sebuah lagu pujian kepada-Nya saat anda melepas daftar itu ke dalam pelukan kasihNya. Ingat, muliakan Dia dan lihat segala beban dan masalah duniawi anda akan hilang. Amin !

"Segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku"
(Filipi 4:13)

Kamis, 05 Januari 2012

Harapan yang Tak Pernah Hilang

Sebuah harapan adalah awal dari setiap hal yang baik dalam hidup kita. Harapan selalu membantu memberikan rasa percaya untuk mendapatkan yang terbaik, bahkan dalam menghadapi keadaan terburuk sekalipun. Bagi kita orang yang percaya kepada Kristus, harapan jauh lebih dari sekedar keinginan, kerinduan atau pandangan positif, hal itu didasarkan pada janji-janji Allah yang ditemukan dalam FirmanNya.

Kita dapat memiliki harapan dalam hidup tidak peduli apa yang mengelilingi dan terjadi di sekeliling kita, karena kita melayani Allah yang perkasa yang peduli, Allah yang tahu nama kita (Yesaya 45:3), Allah yang memahami keinginan hati kita (1 Tawarikh 28:9), dan Allah yang tahu siapa kita bahkan sebelum kita  dibentuk di dalam rahim ibu (Yeremia 1:5).

Mungkin Anda sedang menghadapi tantangan ataupun kemunduran didalam pekerjaan Anda atau mungkin juga didalam hubungan dengan orang yang anda kasihi. Mungkin Anda sedang berjuang secara finansial atau tekanan hidup yang besar sedang menimpa Anda. Jika itu sedang terjadi pada Anda, JANGAN TAKUT SAUDARA KU ... selalu ada harapan! Allah SELALU ada untuk Anda, DIA tidak akan berpaling dari Anda bahkan tidak untuk sedetikpun !. Sumber daya-Nya tak terbatas, kekuasaan dan cinta kasihNYA tidak mengenal batas. Tuhan ada di pihak Anda. Jangan biarkan musuh, Setan, pikiran Anda sendiri, atau orang lain memberitahu Anda sesuatu yang berbeda yang ingin menjauhkan harapan hidup dari anda. Ingat, jangan pernah menyerah! Lihatlah kepada Allah dan mengharapkan mukjizat, tetaplah berpengharapan.

Saya berdoa agar pengharapan menjadi nyata di dalam kamu. Allah adalah Allah yang "Maha" segalanya. Dia tidak memiliki kekurangan apapun. Dia selalu memiliki solusi bagi setiap persoalan kita.Allah siap untuk berbicara kepada Anda, untuk mendukung Anda dan menyelamatkan Anda.

Di mana harapan Anda hari ini... Apakah pada orang? pada Kemampuan Anda sendiri? pada Pekerjaan Anda? Bangkitkan dan bangunlah harapan Anda hanya pada Yesus saja. Siapa yang berpengharapan di dalam Tuhan dan percaya di dalam Dia, tidak akan pernah kecewa. Yesus adalah satu satunya harapan kita yang tak akan pernah hilang. HE will always stand by you !!!
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau !
(Mazmur 55:23a)
________________________________________________
Renungan Harian Kristen

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari