Tampilkan postingan dengan label Pemulihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemulihan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Desember 2012

Kegagalan Yang Mahal

Ayat Renungan Harian Kristen hari ini :
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa saja yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

Tahun 2001, aku baru saja lulus informatika perguruan tinggi terkenal di surabaya, dan setelah kelulusan, aku mempunyai keinginan yang sangat keras untuk pergi ke amerika untuk bekerja. Aku berusaha dengan segala cara agar keinginanku ini terwujud. Aku banyak mencari informasi dan rela bolak balik Sidoarjo-Surabaya sampai aku sudah tidak kuat lagi menaiki sepeda motor. Aku rela membayar biaya yang sangat mahal untuk agen/calo visa. Cita-citaku memang ingin mempunyai penghasilan besar di Amerika, mengingat aku tidak mempunyai usaha keluarga untuk diteruskan. Tidak seperti rata-rata teman-temanku yang hampir semua mempunyai usaha keluarga sendiri. Bila aku bekerja di perusahaan, gaji yang kuterima hanya sekitar 1 jt (th 2001), memang cukup untuk sendiri, tapi tidak untuk masa depan meskipun tiap tahun naik 10%. (saat itu aku menunggu wisuda aku sambil bekerja di bank selama 9 bln). Biaya hidup yang tinggi membuatku harus berpikir untuk mencari penghasilan yang lebih besar. Jika dibandingkan dengan luar negri, memang sangat jauh. Aku pernah berpikir seminggu waktuku kuhabiskan di Indonesia, berarti aku telah membuang 5 jt, jika bekerja di luar negri. 

Dengan pikiran tiap minggu kehilangan kesempatan memperoleh 5 jt, aku berusaha keras untuk bisa bekerja di luar negri. Aku berusaha keras meminta persetujuan orang tua, dengan janji2ku. Akhirnya dengan berat hati, orang tua menyetujui. Tinggal masalah visa yang terberat. Karena aku harus interview langsung, dan untuk mendapat visa Amerika memang tidak mudah. Selain itu aku harus memalsu beberapa dokumen. Selama ini aku bertanya2 pada Tuhan, apakah yang kulakukan ini benar, apakah Dia setuju dengan rencanaku ini, apakah Dia juga ikut mendukung ? Akupun sempat berjanji2 pada Tuhan apabila aku berhasil. Selama itu aku merasa tidak mendengar jawabanNya, atau aku yang tidak bisa mendengarNya saat itu. Memang banyak kesulitan aku temui, banyak penghalang yang muncul dalam pengurusan visa, tapi aku “memaksa” Tuhan dengan berdoa “Tuhan, ijinkanlah aku berangkat !”. Aku berpatokan kalau memang visaku gagal berarti aku tidak boleh berangkat. Banyaknya penghalang dalam visa aku artikan sebagai ujian dari Tuhan untuk menguji kesungguhanku. Aku berusaha mencari solusi dalam tiap proses sampai akhirnya visaku benar2 disetujui. Alangkah gembiranya aku saat itu, usahaku selama ini tidak sia-sia, aku bisa berangkat ke Amerika dan Tuhan sudah tunjukkan ijinNya, berarti Tuhan setuju. Aku senang sekali, meskipun bayanganku nanti aku akan berhadapan dengan kerja keras dan penderitaan, tapi aku optimis aku akan sanggup menghadapinya. Akhirnya aku berangkat ke Amerika. Banyak hal kualami mulai dari keberangkatan, karena aku berangkat sendirian. 

Di Amerika aku mulai hidup mandiri. Aku mulai mengalami apa itu penderitaan. Meskipun aku telah banyak mempersiapkan diri, mulai timbul banyak masalah. Aku hidup di dunia yang menyeramkan. Hari demi hari kulalui, “Aku harus sanggup bertahan!” Dengan tangis air mata, aku berpikir “Aku tau bakal seperti ini, aku harus maju terus!” Dengan tekadku aku berhasil penyesuaian bertahan dalam hal makanan dan pekerjaan fisik. Setiap hari aku makan seadaanya, sampai pernah harus disumbang sosis 2 irisan kecil. Tapi aku bisa menyesuaikan dengan makanan dalam kondisi yang memalukan. Tak masalah bagiku. Aku sudah berjuang untuk visa, tak ingin usahaku sia-sia. Begitu juga dengan kerja fisik, badanku telah pegel linu, kaki kram karena bekerja harus berdiri, sampai demam, ditambah lagi suhu musim dingin saat itu 5-10o C. Lama-lama badanku terbiasa, kakiku sudah kuat berdiri berjam-jam lamanya.
Sebagai seseorang yang mencari uang, apa yang diperlukan sudah cukup, yaitu makanan, tempat tinggal, dan pekerjaan. Sudah cukup untuk bertahan di Amerika. Tapi ternyata aku salah perhitungan. Satu hal yang membuatku sangat menderita adalah rasa “kesepian”. Hatiku benar-benar “kosong”. Aku terlalu menganggap remeh hal ini. Aku optimis bisa mengatasinya saat itu karena aku berpikir apalah artinya masalah kecil ini. Ternyata tidak berhasil. Aku mendapat beberapa teman, tapi hatiku tetap kosong. Aku menjadi gelisah, apa yang salah ? Hidupku sudah berkelanjutan dan bisa mendapat uang, tapi ada sesuatu yang mencambukku terus menerus dan aku kesakitan. Aku berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya dan mengisinya dengan bekerja. Aku terus menanamkan pada diriku bahwa tujuanku ke Amerika adalah mencari uang. Aku bahagia sekali setiap aku menerima gajiku. “Inilah hasil usahaku” Perjuanganku dari awal tidak sia-sia, tapi kesakitan itu terus menyerang. Tiap malam aku menderita, aku berusaha untuk tidak emosional dan terlalu memikirkan hatiku, tapi aku tidak bisa. Aku ingin lari dari kenyataan, tapi kemana aku harus berlari, aku bingung karena arah pelarianku tidak tepat, aku tau itu. Tapi aku tidak ingin kesakitan lebih lama lagi, bagaimana cara mengisi kekosongan hati ini, aku menjerit, aku menangis, aku berseru pada Tuhan setiap hari, setiap malam, sampai aku kecapekan dan akhirnya tertidur. Dalam malam2 yang sangat dingin itu aku meratap, hari demi hari, sampai akhirnya aku menyerah. Ternyata hatiku lebih unggul daripada ego dan logikaku. 

Suatu minggu aku ke gereja, bagaikan disambar petir aku mendengar kata-kata kotbah “Jangan sampai dollar menjadi kutuk dalam hidupmu !” Aku tau bahwa saat itu Tuhan sedang berbicara padaku. Aku sedih, aku merasa Tuhan tidak berada di pihakku. Bukankah selama ini Tuhan tolong aku, Tuhan setujui permohonanku, visaku. Untuk apa semua perjuangan berat itu jika aku harus pulang kembali ke Indonesia. Kenapa kalau memang Tuhan melarang aku berangkat ke Amerika, kok tidak dari awal-awal saja ? visaku gagal kan beres, aku tidakjadi berangkat ?! Aku merasa Tuhan mempermainkan aku. Tapi saat itu juga aku melihat Dia berdiri begitu Agung dihadapanku, begitu Mulia, Maha kuasa. Dia memandangku dengan tersenyum dan penuh kasih. Aku tau Dialah yang berencana atas hidupku. Aku tau apa maksudNya. Dia tunjukkan kalo aku sendirilah yang memaksa untuk ke Amerika, dengan sok yakin. Tuhan telah tunjukkan kelemahanku. Ternyata aku tidak sanggup mengatasi kekosongan hatiku. Aku telah gagal. Tapi Dia tetap mengasihiku. Dia tidak membiarkanku bertambah hancur. Dia telah kabulkan permintaanku ke Amerika yang telah aku minta dengan paksa, meskipun berakhir dengan kegagalan. Mengapa ? Karena Dia begitu mengasihi anakNya. Dia tahu kalau aku tidak akan sadar kalau belum mencobanya sendiri. Aku yang keras kepala ini. Dia tahu kalau aku akan belajar sesuatu dari pengalaman ini. Dengan berat aku memutuskan pulang. Aku merasa di Indonesia buahku akan lebih manis rasanya. Pengalaman yang mahal ini membuatku belajar untuk menerima apapun keputusanNya, meskipun tidak sejalan dengan keinginanku yang bagiku rasional. Tapi ternyata Dia lebih mengerti.
 
Saat ini, meskipun penghasilanku di indonesia hanya cukup untuk diriku sendiri, aku tidak ingin mengkuatirkannya karena aku tau Tuhan ada di pihakku, dan Dia berencana atas hidupku, Aku yakin dia punya rencana lain untuk ku di masa depan. Dia pegang kendali, dan dalam kendaliNya kita akan tampak lebih indah.
Seperti ada tertulis :
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa saja yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” - Yeremia 29:11

-------------------------------------------
Dikirim oleh : JHWDGP - angel*****@yahoo.com

Sabtu, 03 Maret 2012

Kuasa Tuhan Tidak Terbatas

Ayat Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini: 

"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar ..." (Yesaya 59:1).


Pada suatu hari Minggu, seorang wanita datang kepada seorang pendeta untuk berdoa pada waktu doa di salah satu kebaktian gereja. Dia mengatakan kepada pendeta itu bahwa dia telah membuat beberapa keputusan yang salah dalam hubungannya dengan putrinya, dan mereka berada dalam perselisihan dan tidak berbicara satu sama lain. Wanita itu begitu putus asa. Sepertinya tak ada harapan untuk situasi menjadi normal seperti semula. Sepertinya ada sebuah gunung di antara dirinya dan putrinya.
Saat pendeta mendengarkan ceritanya, secara jujur dalam hati dia berkata bahwa dia tidak tahu apa yang harus dikatakan dalam doanya, tetapi ketika pendeta itu mulai berdoa, seakan-akan mendengar dirinya berkata sesuatu yang dia rasa tidak pernah dikatakan sebelumnya. Dia berkata, "Tuhan, sepertinya tangannya terikat Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan.." Kemudian sesuatu menggerakan hatinya dan dia berkata, "Tapi Tuhan, meskipun tangannya terikat, aku tahu tangan Tuhan tidak terikat." Begitu kata-kata melewati bibirnya, sesuatu melompat dalam dirinya dan dia melihat cahaya harapan bersinar pada wajah wanita itu. Wanita itu segera mengubah fokus dan penuh dengan iman. Dia (wanita itu) tahu dia tidak memiliki semua jawaban, tapi dia bisa melihat melampaui batasnya pikirannya dan membuka hatinya untuk apa yang Tuhan bisa lakukan dalam hidupnya. Dengan imannya dia yakin bahwa Tuhan akan membuka jalan agar hubungan dia dan putrinya akan kembali harmonis seperti sedia kala.

Hari ini, mungkin anda sedang menghadapi situasi yang sama atau mirip seperti wanita tadi, dan merasa seperti tangan anda terikat dan anda tak berdaya. Mungkin suara-suara negatif yang terus berdengung dalam kepala anda, mengingatkan anda bahwa itu tidak akan berhasil, atau hal-hal yang tampaknya tidak mungkin terjadi. Mungkin benar bahwa tangan terikat dan tak berdaya, semua usaha telah anda lakukan tapi hasilnya tetap sama : tak berhasil! Tetapi ingatlah selalu bahwa tangan Tuhan tidak pernah terikat. Dengan Dia, segala sesuatu mungkin. Dia bisa melakukan apapun yang diperlukan untuk membawa Anda melalui semua pergumulan anda. Kekuasaan-Nya tidak terbatas! Tidak ada yang terlalu sulit bagi-Nya!

Tidak hanya tangan-Nya bebas untuk membantu Anda hari ini, tetapi tangan-Nya selalu berusaha meraih anda, mengundang anda untuk datang dan mendapat ketenangan jiwa anda. Tidak peduli apa yang telah anda lakukan, tidak peduli apa yang telah menimpa anda, kasih Allah tidak mengenal batas. Dia siap, bersedia dan mampu membantu anda ketika anda datang kepada-Nya

Hari ini, saya ingin supaya anda mencoba untuk melihat melampaui batas pikiran anda dan mempertimbangkan apa yang Tuhan bisa lakukan dalam kehidupan anda. Anda mungkin tidak melihat sebuah jalan keluar dari masalah atau pergumulan anda, tapi Tuhan bisa membuat jalan keluar bagi anda. Tidak peduli apa yang akan anda hadapi, hadapi itu dalam iman dan jangan mundur. Tangan-Nya tidak pernah terikat, dan Dia lebih dari mampu melakukan hal yang mustahil dalam hidup anda!.

"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar ..." (Yesaya 59:1).
___________________

Jumat, 27 Januari 2012

Lahir Baru - Dilahirkan Kembali

Yohanes 3:3
"...Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah"

Ada seorang pria di dalam Alkitab yang bernama Nikodemus, ia bertanya kepada Yesus, "Apa yang dimaksud dengan lahir baru?? Apa artinya dilahirkan kembali?? Bagaimana seseorang bisa masuk ke rahim ibu mereka untuk kedua kalinya?" Yesus menjawab dengan menjelaskan bahwa dilahirkan kembali berarti bahwa roh kita yang terlahir kembali dan dibuat hidup. Roma 10:9-10 mengatakan bahwa kita dilahirkan kembali ketika kita mengatakan "ya" kepada Yesus.

Mengatakan "ya" kepada Yesus berarti percaya dalam hati kita, bahwa Yesus dibangkitkan dari kematian dan mengakui bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Ketika kita mengatakan "ya" kepada Yesus dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya, kita segera menjadi hidup dalam roh kita. Bila kita menerima pengampunan-Nya, kita dibersihkan dari semua dosa dan segala kejahatan. Roh Kudus Allah akan berdiam dalam hati kita, dan kita dibuat baru! Seolah-olah Dia mengambil keluar DNA yang membuat kita untuk berdosa dan menggantikannya dengan DNA yang suci. Dan kita tidak diprogram untuk berdosa lagi, bahkan, menjadi sulit untuk hidup dengan cara lama yang sama karena ada hasrat baru untuk Allah di dalam diri kita.
I Yohanes 5:12 berkata bahwa, "Barangsiapa memiliki Anak ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak Allah tidak memiliki hidup". Dan kehidupan yang Yesus berikan adalah abadi dan berlimpah, penuh dengan sukacita dan kedamaian abadi!
Mengatakan "ya" kepada Yesus bukan hal yang satu kali; dalam artian tidak hanya kita berkata "ya" kepada Yesus kemudian ya sudah, berhenti sampai disitu. Tidak saudara, tidak seperti itu. Ini dimulai dengan penyerahan diri, kita harus bangun setiap pagi dan mengatakan "ya" kepada-Nya dalam pikiran kita, dalam sikap kita dan dalam tindakan kita. Kita harus mengatakan "ya" untuk mentaati Firman-Nya dan memilih untuk merangkul janji-janji-Nya yang berharga dengan iman. Sama halnya ketika kita berlatih dan makan setiap hari agar tubuh kita tumbuh dan menjadi kuat, kita pun harus berlatih dan memberi makan roh kita setiap hari sehingga dapat tumbuh dan menghasilkan hal-hal besar yang telah Allah siapkan didalam kita!

Saya mendorong Anda hari ini, jika Anda belum sepenuhnya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saatnya untuk mendapatkan kehidupan yang baru! "Ya Yesus saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamatku dan berserah penuh kepada-MU, buatlah hidupku menjadi baru seturut kehendak MU!" Ucapkan doa ini dari hati Anda dan biarkan Dia membuat Anda menjadi baru.

Jika Anda sudah dilahirkan kembali, luangkan waktu untuk menyelidiki hati Anda dan melihat apakah ada area yang telah tertutup bagiNya. Membuka hati Anda dan berkata "ya" di setiap area. Selalu ingat bahwa Dia mengasihi Anda dengan kasih yang kekal, dan Dia memiliki rencana yang indah untuk masa depan Anda. Jangan buang waktu lagi dengan rasa takut, ragu atau penyesalan. Katakan "ya" kepada-Nya dan rangkul hidup berkelimpahan yang telah Dia siapkan untuk Anda!
___________________

Sabtu, 25 Juni 2011

Tertawa Adalah Obat Yang Paling Mujarab

Banyak penyakit di dunia kita hanya karena kita tidak memiliki sukacita yang seharusnya kita miliki. Ketika kita hidup dalam ketegangan karena berbagai tekanan didalam kehidupan, hal itu menyebabkan sakit kepala, masalah pencernaan, kekurangan energi dan sakit lainnya. Kita tidak bisa tidur nyenyak. Sebagian besar ini akan hilang jika kita belajar bagaimana mengatasi stres yang benar. Salah satu penghilang stres terbesar Tuhan telah memberi kita tawa. Tertawa adalah seperti minum obat. Ini tidak hanya membuat Anda merasa lebih baik tetapi sebenarnya melepaskan energi penyembuhan ke seluruh sistem tubuh Anda. Ketika kita tertawa mengembalikan dan meremajakan apa yang menjadi tekanan hidup telah dibawa keluar.
Baca selengkapnya »

Selasa, 13 April 2010

Pemulihan

Dan Allah sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi , meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu...  (I Petrus 5:10)


Apakah anda pernah mengalami kehancuran di masa lalu anda? Allah ingin memulihkan anda sepenuhnya. Dia ingin membuat anda kuat, tegas dan tabah. Dia ingin untuk membuat anda lebih baik dari sebelumnya! Kadang-kadang, bila anda berada di tengah-tengah kesulitan, anda tidak bisa melihat Allah telah menyiapkan pemulihan bagi anda. Anda tidak bisa melihat bagaimana Dia bisa membalikan nya menjadi kebaikan bagi anda. Tapi saat itulah anda harus mengambil langkah iman dan kepercayaan bahwa Ia adalah Allah yang memulihkan, dan Dia bekerja di balik layar atas nama anda!


Doa untuk hari ini :

Allah Bapa, terima kasih untuk menjadi pemulih dan memberi berkat bagi orang-orang yang mencari Engkau. Saya percaya bahwa Allah yang bekerja di belakang layar dalam hidup saya, siap untuk membawa pemulihan bagi hamba. Dalam Nama Yesus '. Amin.

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari