Tampilkan postingan dengan label Lahir Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lahir Baru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 November 2012

Membangun Saat Teduh Dengan Tuhan


Manfaat Saat Teduh dengan Allah


Semua dari kita, berapa pun usia kita atau tahap kehidupan, bisa mendapatkan keuntungan dari waktu yang dihabiskan dengan Tuhan, jadi saya mendorong Anda untuk mengembangkan saat teduh setiap hari dengan Tuhan. Jika kita tidak hati-hati, terkadang kita terburu-buru berdoa untuk bisa cepat membaca Firman Tuhan untuk sampai ke "hal-hal penting," tapi sesungguhnya hal tersebut mengurangi khidmat dan tujuan dari saaat teduh itu sendiri.

Alkitab memberitahu kita bahwa Yesus rindu untuk memiliki persekutuan dengan kita. Kita memiliki undangan terbuka dari-Nya. Rasul Yohanes mengatakan bahwa persekutuan kita dengan Bapa, dan dengan Anak-Nya Yesus Kristus. Yesus sendiri berkata "Datanglah kepadaKu, semua yang letih dan berbeban berat, dan Aku akan memberimu istirahat." Ketika kita menghabiskan waktu dengan Tuhan, kita belajar dari Dia. Siswa belajar di hadapan guru mereka, dan kita belajar dalam keberadaan kita pada saat teduh dengan Tuhan. Hanya berada di gereja seminggu sekali saja tidak cukup. Ketika kita menyegarkan roh kita setiap hari dengan menghabiskan waktu di hadirat-Nya, seluruh keberadaan kita dipengaruhi dengan cara yang positif.

Adakah contoh yang nyata untuk hal ini? Ada, contoh nyata yakni Yesus Kristus. Ketika Ia hidup di bumi ini, Dia berusaha untuk menghabiskan waktu dengan Allah Bapa. Ia menghabiskan waktu dalam doa. Dia menghabiskan waktu sendirian dengan Tuhan - bahkan jauh dari murid-murid-Nya dan keluarga terdekat. Dia secara konsisten bertemu dengan Tuhan, kadang-kadang di pagi hari, kadang-kadang di sore hari, dan kadang-kadang di malam hari. hubungan yang akrab dan harmonis terus dibangun dan dipelihara dengan Bapa. Dan Dia mengatakan kepada para pengikut-Nya untuk mengikuti teladan-Nya: Akulah pokok anggur, kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia maka akan (melimpah) buah...

Bagaimana kita melakukan ini?
 

Empat hal penting dalam membangun Saat Teduh dengan Tuhan:


1. Ingat bahwa menghabiskan waktu dengan Tuhan bukan tentang ritual, tapi hubungan

Ketika Anda dan saya dilahirkan kembali, kita masuk ke dalam suatu hubungan dengan Allah Yang Mahakuasa. Dia tidak hanya Allah kita, dia adalah Bapa Surgawi kita. Kita memiliki kebebasan di hadapan-Nya, dan akses ke tahta-Nya. Kita tidak perlu ragu akan Dia. Ritual mungkin memberatkan, namun hubungan dengan orang yang dicintai sangatlah jarang. Menghabiskan waktu dengan salah satu yang Anda cintai adalah menarik dan dapat mengubah hidup - dan seperti itulah seharusnya waktu harian yang kita bangun dengan Allah Bapa.

2. Menetapkan waktu tertentu setiap hari ketika Anda akan menghabiskan waktu dengan Tuhan.

Bukankah apa/sesuatu yang dijadwalkan biasanya akan dilakukan? Yuup... Cari waktu yang sesuai dengan ritme dan gaya hidup anda dan juga tuntutan keluarga Anda, kemudian tetapkan untuk itu! Buatlah prioritas utama. Begitulah kebiasaan dikembangkan. Bertekunlah bahkan ketika Anda lelah. Ingat, kita tidak akan pernah mendapatkan apa pun jika kita hidup dengan perasaan kita sendiri!

3. Minimalkan interupsi Anda.

Ketika Anda menghabiskan waktu dengan Tuhan, berikan kepada-Nya semua perhatian Anda. Matikan telepon dan televisi. Cari tempat yang bagus, tenang, tempat yang nyaman di mana Anda merasa nyaman. Jika Anda memiliki anak-anak, ajarkan mereka untuk menghormati privasi Anda selama ini, dan menjelaskan kepada mereka bahwa ini adalah waktu Anda dengan Tuhan. Kemudian mereka akan belajar pentingnya waktu tenang setiap hari, dan Anda akan memperkuat pentingnya saat teduh dengan Tuhan di mata mereka. Berdoalah agar mereka akan mengikuti teladan Anda, dan mendorong mereka untuk melakukannya.

4. Pilih dan rencanakan Bacaan/Ayat Alkitab yang akan dibaca.

Hal ini sangat penting - terutama bagi kita yang baru memulai membangun saat teduh dengan Tuhan. Mintalah seorang pendeta atau teman untuk membantu Anda memilih ayat bacaan yang baik. Atau bisa juga membeli buku-buku kumpulan renungan yang banyak tersedia di toko. Jangan hanya sekedar membuka Alkitab dan secara acak membaca ayat-ayat tertentu saja. Sekali lagi, mintalah seorang pendeta atau teman untuk membantu Anda memilih dan merencanakan bahan bacaan jika Anda tidak yakin. Seimbangkan antara membaca Perjanjian Lama dan Baru. Perjanjian Lama kaya akan sejarah dan pengetahuan - dan Perjanjian Baru menyajikan kisah Kristus dan kelahiran gereja. Keduanya sangat berharga - dan membaca satu akan membantu Anda memahami yang lain.

5. Berinteraksilah saat Anda membaca.

Alkitab adalah sebuah buku yang hidup, ditulis oleh seorang Allah yang hidup. Dan Roh Kudus akan membantu anda untuk memahami, memberi kebijaksanaan dan wahyu saat Anda membaca. Bacaah Alkitab seolah-olah itu adalah surat cinta, karena haruslah demikian supaya benar-benar kita menaruh hati sepenuhnya pada apa yang kita baca - karena Alkitab itu adalah surat cinta Tuhan kepada Anda! Berdoalah saat Anda akan memulai saat teduh. Ambil catatan, dan jangan takut untuk menandai tulisan suci dalam Alkitab itu sendiri. Berinteraksilah dengan Alkitab Anda, dan meminta Allah untuk menggunakannya untuk mengubah hati dan hidup anda !.

Semua hal-hal ini penting, tetapi hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan adalah memulai membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan melalui saat teduh. Dan itu harus anda mulai SEKARANG - ya... hari ini juga !

Kiranya Tuhan memberkati kita - Amien

Jumat, 03 Agustus 2012

PEREMPUAN PENDOSA

Lukas 7:36–50

PEREMPUAN PENDOSA YANG MERAIH KERAJAAN SORGA!

Bahan Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini : Lukas 7 : 36-50

Dapat kita bayangkan situasi pesta yang diselenggarakan oleh seorang yang bernama Simon dalam nas ini. Tentu ini bukanlah pesta biasa, tetapi pesta istimewa. Maklum, Simon adalah seorang sosok yang dianggap terhormat di lingkungan sosial masyarakatnya. Tentu yang diundangnya juga adalah para orang terpandang setingkat pejabat. Orang-orang dari kalangan terhormat. Yesus pun rupanya diundang juga ke perjamuan tersebut. Namun apa dinyana,rupanya, di tengah suasana pesta yang mulia dan terhormat, terjadi suatu peristiwa yang sebenarnya tidak diharapkan. Tamu tak diundang datang ke tengah pesta, merusak pemandangan. Ya, karena yang datang adalah seorang perempuan hina, bahkan diberi embel-embel sebagai “pelacur” kelas kakap! (ay. 37).

Oh..., suasana pesta si Simon yang terhormat seolah tercoreng begitu saja dengan kehadiran tamu yang satu ini! Bayangkan seorang pelacur, seorang pendosa ada di tengah-tengah pesta para orang terhormat. Situasi yang seharusnya tidak diinginkan terjadi. Namun itu pernah terjadi. Sungguh-sungguh terjadi di luar dugaan di tempat pesta si Simon orang terpandang! Disaksikan puluhan hingga ratusan mata geram yang memandang! Lalu apa yang dilakukan perempuan ini? Astaga... Perempuan ini datang sambil menangis. Tangis dibawa-bawa ke tempat orang bersukaria? Merusak suasana pesta?!

Oh... situasi rusaknya pesta semakin menjadi-jadi manakala perempuan jalang ini duduk mendekat kumpulan para tamu laki-laki terhormat! Sungguh suatu tindakan yang sangat merusak! Tidak terpuji! Merusak tatanan adat kebiasaan yang berlaku di masyarakat Yahudi. Malah ia duduk dekat kaki Yesus, membasahi kaki Yesus dengan air matanya, lalu minyaki dengan minyak yang mahal dan menyekanya dengan rambutnya! Astaga..... Suatu sikap penghormatan yang luar biasa. Suatu tindakan rasa merendahkan diri yang tidak mampu terucap dengan kata-kata.
Namun itu dilakukan oleh seoran perempuan pendosa yang hina, bukan oleh seorang Simon yang mulia!

Saudara, bukankah biasanya bila berangkat ke sekolah umpama, seorang anak paling banter hanya mencium tangan papi maminya saja? Tidak sampai mencium kakinya segala sebagai tanda kehormatan?! Bukankah antara tuan rumah dan para tamu undangan yang datang ke pesta, umpama (juga yang biasa terjadi di Indonesia yang sudah ke-Barat-Baratan) biasanya paling-paling hanya cium pipi saja sebagai tanda simpatik keramahan? Tidak sampai cium kaki segala?! Namun itu sungguh-sungguh dilakukan oleh seorang perempuan berdosa ini kepada Yesus, bukan oleh Simon atau oleh orang terhormat, atau oleh orang suci yang mengaku beragama!

Lalu apa tindakan Simon sebagai tuan rumah yang empunya pesta kehormatan? Atau reaksi para tamu istimewa yang diundang? Oh.... pasti dapat Anda duga! Lontaran kritik pedas dari sana sini, tentu saja! Dengan bermacam versi dan gaya seperti yang biasa terjadi juga dalam situasi kehidupan nyata kita! Coba baca saja dalam nas in! Simon juga tidak kalah pedasnya mengkritik, baik kepada Yesus, juga kepada perempuan ini (walau itu dilakukannya hanya dalam hati!).

Apa kritik Simon dalam hati kepada Yesus? Nah, ini! Simon melecehkan kredibitas salah satu jabatan Yesus sebagai nabi yang “Maha Tahu”! Sebab jika Yesus itu “Maha Tahu” (demikian katanya dalam hati), mestinya Ia menegor atau mengusir perempuan pelacuri ini. Karena najis hukumnya?! Hanya yang tidak kalah menarik, si Simon sendiri serba terjepit, dan ia sendiri tidak berani mengusir perempuan sundal ini. Ada apa dengan Simon yang satu ini, kelihatannya terhormat di masyarakat ini? Jangan-jangan si Somon adalah salah seorang langganan si perempuan sundal ini? (Akh, maaf.... ini cuma dugaan saja....!). Tapi bila dugaan itu misalnya benar? Nah...nah...nah...! Pantas saja si Simon tidak berani mengusirnya. Sebab bila sampai Simon mengusirnya, dapatkah Anda bayangkan bagaimana pelacur ini menempelak Simon di tengan orang banyak, bahwa ia juga salah satu langganannya? Bisa jadi, karena nyatanya Simon hanya berani mengkritik di dalam hati! Eheeem....!

Apa kritik Simon dalam hati kepada perempuan ini? Terang bagai siang, karena jelas-jelas dalam nas ini menyebutkan, bahwa Simon juga melecehkan status perempuan ini, tidak ubahnya seperti sampah saja di matanya! Jelas-jelas Simon juga menghakimi perempuan ini sebagai yang dianggap pelacur orang “berdosa”, calon penghuni neraka tak berguna! Oh....betapa sulitnya seseorang menerima kehadiran sesamanya bila dianggap memiliki reputasi buruk di tengah-tengah mereka. Seorang perempuan yang dikenal umum berprofesi sebagai perempuan sundal dianggap berdosa dan sangat tidak layak berada di tengah-tengah orang Farisi, orang suci, orang terhormat! Toh pun perempuan ini sekarang telah bertobat!

Lalu reaksi para undangan terhormat, para tokoh Farisi, orang saleh, orang terhormat lainnya? Dari nas yang sejajar, dalam cerita yang sama (bdk. Mat. 26:8-9; Mrk. 14:4; Yoh. 12:4-5), tidak kurang si Yudas bendaharawan terhormat juga tidak kalah pedasnya memberikan kritik pedas! Menurut Yudas, minyak narwastu itu mahal, bernilai ekonomis tiga ratus dinar. Lebih berguna uang sebesar itu dibagikan kepada orang miskin. Tujuan penggunaan uang hasil penjualan narwastu itu benar mulia. Eittt, tapi tunggu dulu, lihat motivasinya..!!! Apa sesungguhnya yang ada di otak Yudas? Karena sebenarnya bukan karena ia memperhatikan nasib orang–orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri. Yudas tidak tulus untuk memberi kepada orang–orang miskin. Yudas menghargai Yesus terlalu rendah sehingga ia protes ketika perempuan berdosa ini meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal harganya.

Sekarang, apa reaksi Yesus sendiri? Nah, ini perlu kita renung dalam-dalam! Dugaan Simon ternyata meleset! Ternyata Yesus sungguh-sungguh Maha Tahu. Ternyata Tuhan Yesus menunjukkan kepekaan seorang nabi; Ia tahu apa yang ada di benak Simon (ay.40), dan hal ini sangat mengejutkan Simon. Ironisnya, Tuhan Yesus tidak menanggapi pertanyaan tersebut, Ia malah memberikan contoh ilustrasi tentang dua orang yang berhutang dan kedua-duanya dibebaskan dari hutang. Menarik sekali, Simon sebenarnya tahu jawabannya tapi ia tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut; ia enggan menjawab namun ia tahu pertanyaan itu harus dijawab.

Yesus langsung memberikan tiga perbandingan (ay. 41-45 ): (1) Perempuan itu membasuh kaki Yesus dengan air mata sedang Simon tidak, (2) Perempuan itu menciumi kaki Yesus dengan tiada henti-hentinya sedang Simon tidak, (3) Perempuan itu meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi sedang Simon tidak meminyaki kepala Yesus bahkan dengan minyak biasa. Yesus memberikan cara pandang yang seharusnya orang lakukan, bila mengaku bertobat, bila sungguh-sungguh sebagai orang beragama atau orang terhormat. Terhormat dalam pandangan Allah Yang Maha tahu, tentu saja!

Saudara, siapa sebenarnya perempuan ini? Kenapa namanya tidak disebut di sini? Saudara, rupanya penulis Injil Lukas sengaja tidak mencantumkan nama perempuan ini di sini, tidak ingin mempermalukannya (kode etik), terlebih karena ia sudah cukup menderita, jangan lagi menambah penderitannya. Berbeda dengan manusia-manusia pada umumnya, sudah baik dan banyak sekali pun yang dilakukan sesdamanya, pengakuan dan penghargaan pun terkadang bisa jarang dilakukan. Apalagi bila itu dilakukan oleh para mantan pelacur, mantan narapidana, atau oleh orang-orang kecil biasa. Walau sekarang mereka telah bertobat! Berbeda dengan orang besar, sekali saja berbuat kebaikan hal yang biasa, bisa jadi namanya terpampang di koran dengan huruf-huruf besar! Walau itu dengan motivasi sekedar menutupi dosa yang lebih besarlagi!

Bila kita membaca dalam nas lain, dalam cerita yang sama (Yoh.12:3), kita temukan bahwa nama perempuan ini adalah Maria, atau lengkapnya Maria Magdalena. Di masa lalunya, ia disembuhkan oleh Yesus dari penyakitnya, yaitu yang dicatat: "Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan." (Luk. 8:2; bdk.Mrk.16:9). Perempuan yang bernama Maria ini bukan saja mengorbankan apa yang mungkin merupakan seluruh tabungannya, ia juga mempertaruhkan reputasinya. Dalam budaya Timur Tengah abad pertama, wanita terhormat tidak pernah memperlihatkan rambutnya di depan umum. Namun ibadah yang benar tidaklah peduli pada apa pendapat orang lain tentang kita (bdk.2 Sam. 6:21-22).

Kenapa dan apa alasannya hingga ia sanggup melakukan perkara besar, bahkan bila kita mau jujur mungkin jarang, malah mungkin tak pernah dilakukan oleh orang yang mengklaim dirinya beragama, suci, dan sebagai orang terhormat?! Permohonan ampun memang dilakukan juga, namun yang hanya sebatas doa kepada Tuhan dalam kata-kata basa-basi saja? Tanpa aksi nyata, apalagi tindakan besar seperti yang dilakukan perempuan berdosa yang satu ini! Untuk menyembah Yesus, Maria rela dianggap sebagai seorang wanita yang tidak sopan, bahkan mungkin tidak bermoral. Namun iman dan pengabdiannya kepada Tuhan merupakan teladan tertinggi dari apa yang diinginkan Allah dari orang percaya.

Tetapi kita harus hati-hati dalam mengartikan ayat 47; ayat tersebut seolah-olah menggambarkan pada kita bahwa karena ia telah berbuat kasih maka dosanya diampuni. Itu keliru besar! Justru sebaliknya, Tuhan terlebih dahulu mengampuni dosa perempuan itu dan sebagai ucapan syukurnya, ia berbuat kasih. Menurut penafsiran, dilihat dari konteks sebelumnya dan sesudahnya maupun dari bahasa aslinya, lebih tepat diterjemahkan dengan “sebab itu.“ Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab itu ia banyak berbuat kasih (Luk. 7:47).

Dari fakta-fakta yang ada dalam Alkitab, kita dapat menarik kesimpulan bahwa perempuan tersebut telah bertobat sebelumnya. Ia telah terlebih dahulu membuka diri, diisi oleh kasih Tuhan, dan telah menerima pengampuanan besar dari Allah terlebih dahulu (bdk. ayat sebelumnya 18-35). Kesadaran ini, membuatnya mengasihi lebih daripada yang dilakukan orang lain. Perempuan ini melakukan perbuatan yang lebih dari batas sewajarnya dan paling berharga, karena keluar dari lubuk hati yang terdalam sebagai tanda ucapan syukurnya atas pengampunan dosa yang telah ia terima. Karena itu sebagai ungkapan syukurnya, ia berbuat kasih; ia menyadari hutangnya terlalu besar untuk diampuni, namun Tuhan Yesus mau berkenan mengampuni dosanya yang banyak itu.

Karenanya, untuk menyembah Yesus, Maria rela dianggap sebagai seorang wanita yang tidak sopan, bahkan mungkin tidak bermoral. Namun iman dan pengabdiannya kepada Tuhan merupakan teladan tertinggi dari apa yang diinginkan Allah dari orang percaya. Dan lihatlah, seperti yang dicatat dalam kitab-kitab Injil, bahwa ia juga adalah sebagai orang pertama yang bertemu Yesus setelah bangkit dari kematian, dan orang pertama yang mengabarkan tentang "Yesus yang bangkit" kepada murid-murid yang lain. Luar biasa! Seorang perempuan yang dianggap hina, namun pertobatannya bukan sekedar sebatas kata-kata doa permohonan ampun semata! Imannya tidak sekedar teori saja, tapi mempersembahkan, bahkan mempertaruhkan yang terbaik dari seluruh hidupnya! AMIN! *
_____________________
(Pdt.Kristinus Unting, STh.,M.Div)

Rabu, 07 Maret 2012

Kehidupan Kekristenan Kita

STANDAR HIDUP KEKRISTENAN KITA


Bahan Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini : I Korintus 10:1-13


Saudara, hidup dan keselamatan yang kita peroleh hanyalah karena anugerah Allah.  Benar! Hanya persoalannya, bagaimana bentuk Injil yg dapat menjadi standar kehidupan kita dan kekuatan kita untuk menjalani kehidupan hingga akhirnya? Standar  tentang apa? Standar yang bagaimana? Kekuatan memang diperlukan. Manusia pun mencari berbagai bentuk kekuatan. Baik kekuatan secara fisik, kekuatan secara material, kekuatan bisnis, kekuatan magis, dst. Kekuatan memang diperlukan. Tetapi tidak semua kekuatan itu tujuannya baik. Malah banyak juga kekuatan yang dapat menjerumuskan! Apalagi kalau bukan kekuatan dunia yang menawan, yang membuat manusia sewmakin jauh dari Allah? Itu jauh lebih mengerikan! Kekuatan memang dibutuhkan dalam menjalani kehidupan, sebab tanpa kekuatan, orang sulit untuk bertahan dalam perjuangan hidup. Tetapi kekuatan yang hanya sementara di dunia ini, apalah artinya? Lalu setelah meninggalkan dunia yang fana ini, apakah kekuatan-kekuatan yang disebutkan tadi dapat menjadi kekuatan yang menyelamatkan? Nah, disinilah persoalannya! Berbeda dengan kekuatan Injil. Karena memang kekuatan  Injil (Ewanggelion) yang dimaksud di sini  adalah kekuatan (kabar gembira) bahwa pembenaran kita hanya karena Injil oleh Allah.

Pembenaran itu mesti diterima dgn iman, pembenaran itu perlu diterima menjadi bagian yang utuh dalam kehidupan, sebagai standar hidup kekristenan kita. Karena itulah satu-satunya kekuatan yang dapat menyelamatkan manusia untuk mendapatkan keselamatan. Bukan oleh kekuatan yang lain! Dalam arti Injil, keselamatan itu bukanlah  usaha manusia, tetapi sebaliknya, karena anugerah Allah semata. Berita tentang Injil imemang sudah sampai kepada kita. Tapi persoalannya,  apakah hidup kita yang menerimanya sudah sesuai dengan maksud Injil yang kita terima?

Saudara, dalam hidup kekristenan kita, tidak jarang orang memiliki pemahaman yang keliru tentang konsep keselamatan.  Apabila sudah dibaptis, ya seolah-olah otomatis memperoleh keselamatan. Bila ikut perjamuan kudus, ya soal dosa bereslah sudah. Bila rajin ikut persekutuan doa, ya itulah tandanya orang yang sudah lahir baru dan buah dari iman serta pertobatannya. Pokoknya, bila yang rutinitas rohani itu sudah dijalankan, ya cukuplah. Bereslah sudah.  Lalu setelah menjalani kehidupan nyata dalam sosial masyarakat sehari-hari? Nah...nah...nah...  Inilah yang mungkin jadi pertanyaan.

Saudara, apakah hanya sesederhana itu soal keselamatan? Dan apa maknanya jika Injil itu sebagai kekuatan? Ya, apalagi sebagai kekuatan Allah yang menyelamatkan? Jika segampang dan sesederhana  yang kita pahami tentang arti keselamatan, tentu tidak perlu Injil itu disebut sebagai kekuatan. Apalagi dikatakan sebagai kekuatan Allah yang menyelamatkan! Pemahaman yang keliru tentang Injil keselamatan rupanya telah dianut juga oleh jemaat di korintus. Karena itu Rasul Paulus memperingatkan mereka bahwa anugerah keselamatan yang diberikan Allah mestinya harus menjadi dasar kehidupan.

Dari contoh kehidupan umat Israel dalam Perjanjian Lama (PL) disebutkannya bahwa tidak semua umat Israel masuk ke tanah perjanjian. Rasul Paulus hendak mengingatkan dan menegaskan bahwa hal yang demikian juga bisa terjadi dalam kehidupan jemaat Korintus bila mereka tdk menjaga kekudusan hidup mereka. Karena itu janganlah menganggap remeh arti mahalnya anugerah keselamatan dari Allah yang memberikanNya bagi mereka. Karena itu pula, tidak sepantasnya mereka hidup sama seperti orang-orang dunia dalam lingkungan mereka yang penuh dengan pesta pora, penyembah berhala, penuh tipu daya, kemesuman, bersungut-sungut, dan hanya mengejar kesenangan sebagai sesuatu “kekuatan” di dunia ini semata!

Lalu bagaimana kita memahami bila Injil itu adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan kita? Menjadi standar hidup kekristenan kita? Singkatnya begini. Kita tidak akan pernah menukarkan anugerah keselamatan yang Allah berikan kepada kita hanya karena berbagai alasan yang kekanak-kanakan. Karena harga keselamatan yang kita miliki tidaklah murah, maka kita sanggup menghadapi berbagai pencobaan hidup ini dengan ikhlas, tanpa bersungut-sungut! Apalagi jika sampai menukar iman kita dengan sejumput kenikmatan dunia yang sementara ini. Karena hidup ini juga adalah anugerah, maka apa pun keadaan kita di dunia ini, tetaplah kita setia dalam menjalankan berbagai aktivitas dan karya-karya kita, sampai akhirnya kita benar-benar kuat hingga berada bersama dengan Tuhan yang memberikan sukacita yang sesungguhnya. Amin. 
_____________________________________
Dikirim oleh : (Pdt.Kristinus Unting, STh., M.Div)

Jumat, 27 Januari 2012

Lahir Baru - Dilahirkan Kembali

Yohanes 3:3
"...Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah"

Ada seorang pria di dalam Alkitab yang bernama Nikodemus, ia bertanya kepada Yesus, "Apa yang dimaksud dengan lahir baru?? Apa artinya dilahirkan kembali?? Bagaimana seseorang bisa masuk ke rahim ibu mereka untuk kedua kalinya?" Yesus menjawab dengan menjelaskan bahwa dilahirkan kembali berarti bahwa roh kita yang terlahir kembali dan dibuat hidup. Roma 10:9-10 mengatakan bahwa kita dilahirkan kembali ketika kita mengatakan "ya" kepada Yesus.

Mengatakan "ya" kepada Yesus berarti percaya dalam hati kita, bahwa Yesus dibangkitkan dari kematian dan mengakui bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Ketika kita mengatakan "ya" kepada Yesus dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya, kita segera menjadi hidup dalam roh kita. Bila kita menerima pengampunan-Nya, kita dibersihkan dari semua dosa dan segala kejahatan. Roh Kudus Allah akan berdiam dalam hati kita, dan kita dibuat baru! Seolah-olah Dia mengambil keluar DNA yang membuat kita untuk berdosa dan menggantikannya dengan DNA yang suci. Dan kita tidak diprogram untuk berdosa lagi, bahkan, menjadi sulit untuk hidup dengan cara lama yang sama karena ada hasrat baru untuk Allah di dalam diri kita.
I Yohanes 5:12 berkata bahwa, "Barangsiapa memiliki Anak ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak Allah tidak memiliki hidup". Dan kehidupan yang Yesus berikan adalah abadi dan berlimpah, penuh dengan sukacita dan kedamaian abadi!
Mengatakan "ya" kepada Yesus bukan hal yang satu kali; dalam artian tidak hanya kita berkata "ya" kepada Yesus kemudian ya sudah, berhenti sampai disitu. Tidak saudara, tidak seperti itu. Ini dimulai dengan penyerahan diri, kita harus bangun setiap pagi dan mengatakan "ya" kepada-Nya dalam pikiran kita, dalam sikap kita dan dalam tindakan kita. Kita harus mengatakan "ya" untuk mentaati Firman-Nya dan memilih untuk merangkul janji-janji-Nya yang berharga dengan iman. Sama halnya ketika kita berlatih dan makan setiap hari agar tubuh kita tumbuh dan menjadi kuat, kita pun harus berlatih dan memberi makan roh kita setiap hari sehingga dapat tumbuh dan menghasilkan hal-hal besar yang telah Allah siapkan didalam kita!

Saya mendorong Anda hari ini, jika Anda belum sepenuhnya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saatnya untuk mendapatkan kehidupan yang baru! "Ya Yesus saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamatku dan berserah penuh kepada-MU, buatlah hidupku menjadi baru seturut kehendak MU!" Ucapkan doa ini dari hati Anda dan biarkan Dia membuat Anda menjadi baru.

Jika Anda sudah dilahirkan kembali, luangkan waktu untuk menyelidiki hati Anda dan melihat apakah ada area yang telah tertutup bagiNya. Membuka hati Anda dan berkata "ya" di setiap area. Selalu ingat bahwa Dia mengasihi Anda dengan kasih yang kekal, dan Dia memiliki rencana yang indah untuk masa depan Anda. Jangan buang waktu lagi dengan rasa takut, ragu atau penyesalan. Katakan "ya" kepada-Nya dan rangkul hidup berkelimpahan yang telah Dia siapkan untuk Anda!
___________________

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari