Sabtu, 24 Januari 2015

Istirahat Yang Tenang


Beberapa tahun lalu, saya dan Brian, putra saya, sepakat untuk bersama-sama mengangkut beberapa peralatan untuk seorang teman yang tinggal di suatu peternakan terpencil di Idaho, Amerika Serikat. Tidak ada jalan menuju ke wilayah tersebut yang dapat dilewati truk saya. Jadi Ralph, anak muda yang menjadi manajer di peternakan itu, berencana menemui kami di ujung jalan dengan sebuah gerobak kecil yang ditarik sepasang keledai.


Dalam perjalanan menuju peternakan itu, Ralph dan saya mulai mengobrol dan saya mengetahui bahwa ia tinggal di peternakan itu sepanjang tahun. “Apa yang kau lakukan pada musim dingin?” tanya saya, karena saya tahu bahwa musim dingin di pegunungan tersebut berlangsung lama dan cukup parah. Peternakan itu juga tidak memiliki aliran listrik atau saluran telepon; yang ada hanyalah sebuah radio satelit. “Bagaimana kau bisa bertahan?”


“Sebenarnya,” jawab Ralph dengan pelan, “Aku merasa tempat itu begitu damai.”


Di tengah hari-hari kita yang penuh dengan tekanan, terkadang kita mendambakan kedamaian dan ketenangan. Ada terlalu banyak suara bising dan terlalu banyak orang di sekitar kita. Kita ingin “pergi ke tempat yang sunyi, di mana kita… dapat beristirahat sebentar” (Mrk. 6:31 BIS). Adakah tempat sunyi untuk kita dapat beristirahat sebentar?


Ya, tempat itu memang ada. Ketika kita menyediakan waktu sejenak untuk merenungkan kasih dan rahmat Allah, serta menyerahkan beban kita kepada-Nya, di tempat yang tenang bersama Tuhan itulah kita akan menerima damai sejahtera yang selama ini telah direnggut oleh dunia ini.



Tempat abadi yang permai,

Di dalam Tuhanku,

Penuh senang serta damai,

Di dalam Tuhanku. —McAfee

(Nyanyian Pujian, No. 274)


Waktu teduh yang dilalui bersama Allah akan membawa ketenangan yang memberi kedamaian.






from Santapan Rohani http://ift.tt/15rEieO

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari