Sabtu, 17 Januari 2015

Ajaibnya Penglihatan

Info

Minggu, 18 Januari 2015


Ajaibnya Penglihatan



139:7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?


139:8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.


139:9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,


139:10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.


139:11 Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,"


139:12 maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.


139:13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.


139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.


139:15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;


139:16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.



Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. —Mazmur 139:14


Ajaibnya Penglihatan


Di situs livescience.com, saya membaca sepenggal informasi yang sangat menakjubkan: “Jika Anda berdiri di puncak suatu gunung dan mengarahkan pandangan pada suatu bercak di atas bumi yang tampak lebih besar daripada biasanya, mata Anda akan dapat menangkap cahaya terang yang berada ratusan mil jauhnya. Dan di suatu malam yang gelap, Anda bahkan dapat melihat kerlip sebatang lilin yang jaraknya sejauh 30 mil (48 km).” Kamu tidak memerlukan teleskop atau kacamata khusus untuk malam hari—karena mata manusia dirancang sedemikian luar biasa sehingga dengan mata telanjang pun kita bahkan dapat melihat dengan jelas benda yang sedemikian jauh.


Fakta itu menjadi pengingat yang kuat akan kebesaran Allah Pencipta kita, yang merancang tidak hanya mata manusia, tetapi juga setiap seluk-beluk dari alam semesta kita yang teramat luas ini. Kemudian, kita telah diciptakan Allah menurut gambar dan rupa-Nya (Kej. 1:26), sama sekali berbeda dari karya ciptaan-Nya yang lain. “Menurut gambar dan rupa-Nya” mencakup makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan untuk melihat. Yang dimaksud adalah suatu keserupaan dengan Allah yang memungkinkan kita untuk mempunyai hubungan dengan Dia.


Kita dapat meneguhkan pernyataan Daud, “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya” (Mzm. 139:14). Kita bukan saja telah diberi mata untuk melihat, tetapi juga telah diciptakan sedemikian rupa sehingga suatu hari kelak, di dalam Kristus, kita akan dapat memandang Dia muka dengan muka! —WEC


Tuhan, betapa keajaiban-Mu terpampang,

Ke mana pun mataku memandang,

Ketika kulihat tanah tempatku berpijak,

Maupun mataku menatap langit tak beranjak! —Watts


Segala karya ciptaan Allah memberi kesaksian tentang Dia sebagai Pencipta kita yang agung.


Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 43-45, Matius 12:24-50


facebook google_plus


Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSaTeKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari