Kamis, 26 Februari 2015

Hidup Yang Tekun


Ketika sedang mempelajari kitab Daniel, saya terkesan saat mengetahui bahwa Daniel sebenarnya dapat dengan mudah meluputkan dirinya supaya tidak dilemparkan ke dalam gua singa. Para pejabat tinggi dalam pemerintahan Babel yang merasa iri hati kepada Daniel telah mengatur sebuah jebakan yang dipicu oleh ketekunan Daniel dalam berdoa kepada Allah setiap hari (Dan. 6:2-10). Daniel sepenuhnya telah menyadari rencana jebakan yang mereka siapkan itu. Sebenarnya ia bisa saja memutuskan untuk berdoa secara sembunyi-sembunyi selama satu bulan sampai keadaan tenang kembali. Namun Daniel bukanlah orang seperti itu.


“Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya” (ay.11). Daniel tidak menjadi panik ataupun melakukan tawar-menawar dengan Allah. Sebaliknya, ia melanjutkan kegiatan ibadahnya “seperti yang biasa dilakukannya” (ay.11). Daniel sama sekali tidak terintimidasi oleh ancaman penganiayaan.


Saya belajar tentang kuasa dari kehidupan ibadah Daniel yang tekun kepada Tuhan. Kekuatan Daniel berasal dari Allah—Allah yang ingin disenangkannya setiap hari. Ketika krisis menerpa hidupnya, Daniel tidak perlu mengubah kebiasaannya sehari-hari untuk menghadapi pergumulan itu. Ia hanya perlu untuk tetap bertekun dalam ibadahnya kepada Allah.



Bapa, aku ingin tetap beriman kepada-Mu saat penganiayaan datang seperti yang Daniel lakukan. Beriku keberanian yang sama untuk tekun berdoa dan tidak merasa malu karena mengenal-Mu. Tolonglah aku untuk menghidupi imanku secara terbuka.


Allah memberi kita kesanggupan untuk tetap beriman kepada-Nya saat kita tekun beribadah kepada-Nya.






from Santapan Rohani http://ift.tt/1zL3SUN

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari