Minggu, 20 Oktober 2013

Senin, 21 Oktober 2013 - Pengharapan bagi orang yang ditebus (Yesaya 35:1-10)

  Tampilan cetakSenin, 21 Oktober 2013

Judul: Pengharapan bagi orang yang ditebusMenjadi seorang Kristen tidak menjamin bahwa kehidupan lancar dan mudah. Dari sejarah gereja dan kehidupan pribadi, kita tahu bahwa kesulitan orang percaya tidak lebih ringan dari kesulitan mereka yang bukan orang beriman. Lalu apa yang membedakan? Penyertaan Tuhan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan serta pengharapan yang kita miliki.

Nas ini berbicara tentang pengharapan akan umat yang diselamatkan dan mendapat kehidupan penuh damai dan sukacita. Ayat 1-2 menunjukkan pembalikan dari kutukan terhadap tanah yang telah Allah berikan dalam Kejadian 3:17. Jika setelah kejatuhan, "tanah" tidak lagi tunduk kepada manusia sehingga tanah yang ditanami menghasilkan onak duri, maka saat itu digambarkan bahwa padang gurun dan padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga. Namun apa yang dinyatakan dalam ayat 1-2 itu belum terealisir. Maka umat diperintahkan untuk "kuatkanlah ... dan teguhkanlah ..." (3), untuk mengingatkan bahwa Allah akan datang menyelamatkan mereka (3-4). Kata yang dipakai dalam "kuatkanlah" dan "teguhkanlah" adalah dua kata kerja yang dipakai Tuhan ketika berkata kepada Yosua: "Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, ..." (Yos 1:6). Dengan demikian umat diimbau meneladani Yosua, yang dengan pengharapan masuk ke tanah perjanjian.

Suka cita yang akan dialami adalah suka cita sempurna. Ini digambarkan dengan mata orang buta akan dicelikkan, telinga orang tuli akan dibuka, orang lumpuh akan melompat, dan orang bisu akan bersorak (5-6) karena bumi telah ditransformasi (7). Bahkan kedamaian total akan terjadi. Ini digambarkan dengan tidak adanya orang yang tidak tahir dan pandir, ataupun singa dan binatang buas yang melintasi jalan Kudus yang akan dilalui oleh orang-orang percaya (8-9). Tidak mengherankan umat Allah yang telah dibebaskan akan berjalan dengan penuh sukacita dan sorak sorai (10).

Allah telah membebaskan kita dari belenggu dosa yang mematikan. Betapa berartinya pembebasan itu bagi kita. Sepatutnyalah kita memuji Dia.

Diskusi renungan ini di Facebook:https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/

Sumber : www.sabda.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari