Kamis, 10 Oktober 2013

Jumat, 11 Oktober 2013 - Tuhan, sang adil (Yesaya 29:17-24)

  Tampilan cetakJumat, 11 Oktober 2013

Judul: Tuhan, sang adilPersoalan utama yang dialami Israel adalah ketidakadilan sosial dan hukum. Dalam wujud sosial, banyak orang yang sengsara dan miskin (19). Ini memperlihatkan bahwa jurang antara si kaya dan si miskin semakin lebar. Parahnya lagi, para penindas itu menutupi kesalahannya dengan setia datang ke Bait Allah. Sungguh ironis. Tak heran bila kondisi ini kemudian dikritik oleh sang nabi: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan" (13). Seolah tempat ibadah merupakan alat untuk "mencuci" dosa-dosa yang mereka lakukan.

Dalam wujud hukum, mereka dapat mempermainkan hukum dengan harta mereka. Yang benar bisa menjadi salah dan yang salah bisa menjadi benar (21). Hukum seolah menjadi tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Tentu saja persoalan ketidakadilan ini dilihat dan didengar oleh Tuhan, yang Maha Adil. Untuk itu Ia berfirman, "Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat" (18). Maksudnya, Tuhan akan menegakkan keadilan untuk membebaskan yang tertindas. Keadilan itu didasarkan pada sifat Allah yang adil. Keadilan itu akan membawa hukuman dan kebinasaan bagi orang-orang yang mempermainkan hukum dan telah berlaku tidak adil terhadap sesamanya. Keadilan itu juga akan membawa kelepasan bagi orang-orang yang diperlakukan tidak adil.

Tolok ukur keadilan Allah bukanlah semata-mata perbedaan antara si kaya dan si miskin, melainkan apakah orang itu benar atau salah. Keadilan Allah berpihak kepada orang benar, sehingga orang-orang benar (disebut juga "sisa yang kudus") akan bersorai dan memuji Tuhan (22-23). Mereka bersyukur karena Tuhan, Sang Adil, berpihak kepada mereka.

Bila Tuhan demikian serius bersikap terhadap keadilan maka sebagai umat-Nya, kita pun tidak boleh bermain-main dengan keadilan. Maka berlakulah benar dan adil.

Diskusi renungan ini di Facebook:https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/

Sumber : www.sabda.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari