Rabu, 16 Oktober 2013

Kamis, 17 Oktober 2013 - Masih ada pengharapan (Yesaya 32:1-20)

  Tampilan cetakKamis, 17 Oktober 2013

Judul: Masih ada pengharapanPada ayat 1-8 nabi Yesaya mengungkapkan harapannya kepada bangsa Yehuda, yaitu terwujudnya keadilan di Israel. Telah diungkapkan di pasal 28:7-19 bahwa para pemimpin Yehuda berlaku korup dan tidak adil. Karena itu sang nabi mendambakan munculnya seorang raja yang berlaku adil, yang menegakkan pemerintahan atas dasar keadilan. Bila sang raja berlaku adil, bawahannya pun akan bertindak adil.

Dalam hal ini sang nabi mengkritik tindakan raja. Di satu sisi, jika raja atau pemimpin Yehuda adil maka jalannya kepemimpinan di seluruh Yehuda akan didasarkan atas dasar keadilan (1-8). Di sisi lain, yang terjadi adalah pemimpin di Yehuda berlaku korup sehingga ketidakadilanlah yang terjadi. Tak heran bila nabi mengharapkan Allah mengutus seorang mesias, raja yang akan menegakkan keadilan di bumi Israel. Pengharapan sang nabi dapat digolongkan sebagai pengharapan mesianis.

Setelah mengungkapkan harapannya, nabi mengajarkan bahwa semua tindakan ada konsekuensinya. Ungkapan "perempuan-perempuan" pada ayat 9-20 lebih berarti kota Yerusalem (kota dalam bahasa Ibrani dipakai dalam bentuk feminin, dan kota Yerusalem sering juga disebut "putri Sion" menurut kelaziman waktu itu). Bangsa Yehuda (dalam hal ini diwakili ibukotanya, Yerusalem, yang saat itu disebut dengan "perempuan-perempuan") merasakan aman dan tenteram. Ini tentu karena mereka mendapat perlindungan dari Mesir di bawah ancaman Asyur (9-14). Namun keamanan itu bersifat semu, sebab mereka akan hancur jika memohon perlindungan dari yang bukan Tuhan.

Akan tetapi, ada saat Tuhan akan membela umat-Nya dan akan mencurahkan keadilan di bumi Yehuda (15-20). Ternyata masih ada pengharapan bahwa Tuhan akan menegakkan keadilan bagi umat. Itulah pengharapan bagi umat di tengah kesulitan.

Tuhan memang akan selalu bertindak adil terhadap orang berdosa. Ia akan menjatuhkan hukuman terhadap orang itu. Namun kesempatan untuk berbalik kepada Tuhan dan bertobat, tidak pernah tertutup. Maka datanglah kepada-Nya.

Diskusi renungan ini di Facebook:https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/

Sumber : www.sabda.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari