Tampilkan postingan dengan label Hidup Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidup Kristen. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2011

Semua akan binasa tetapi Engkau tetap ada.

Mazmur 102:13-29

Semua akan binasa tetapi Engkau tetap ada. Di kala diri merasa sangat tak berdaya, pasti membutuhkan tumpuan yang kokoh dan kekal. Semua yang ada di dunia ini akan binasa, namun Allah Sang Pencipta tetap ada selamanya. Semua boleh usang seperti pakaian, tetapi Tuhan tetap sama, dan tahun-tahun-Nya tidak berkesudahan (27-28). Tuhanlah tumpuan yang kokoh dan kekal dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Di dalam naungan-Nya, kita merasakan ketenteraman sejati, walau di dalam penderitaan yang berat sekalipun; karena Dia menanggungnya bagi kita.

Tiba saatnya. Seluruh umat percaya harus meyakini bahwa Allah bukan sekadar ada, tetapi hadir dan bertindak tepat waktu di tengah-tengah kehidupan umat-Nya. Keyakinan inilah yang telah membuat Kristen mampu bertahan di tengah-tengah keadaan dunia sekarang ini, yang jahat, kacau, dan tak menentu. Akan tiba saatnya, di mana Allah yang bersemayam di tempat maha tinggi akan memandang ke bumi dan mendengar doa keluhan umat-Nya. Ia akan membebaskan umat-Nya, agar nama-Nya dimuliakan.

Renungkan: Semua bisa berubah, bahkan akhirnya binasa. Tetapi Allah kita kekal. Dia yang telah menciptakan, menebus, dan memelihara kita.

Sabtu, 23 April 2011

Hidup dengan benar.

Mazmur 101:1-8

Hidup dengan benar. Barangkali mazmur ini ditulis oleh Daud ketika dia baru memulai tugasnya sebagai raja. Dengan semangat dan keinginan menggebu-gebu dia bertekad untuk hidup benar dan menjunjung nama Tuhan dalam setiap tindakannya. Menurut Daud, hal yang harus dilakukan untuk memiliki hidup benar di hadapan Tuhan adalah menghindarkan diri dari perkara kejahatan, menghindari para pemfitnah dan tidak menjadi sombong (bdk. Mzm. 1). Mempraktekkan tekad memang tidak semudah mengucapkannya. Daud menyadari hal itu, karenanya dia mengharapkan pertolongan dari Tuhan (ay. 2).

Tanggung jawab seorang hamba Tuhan. Sebagai hamba-Nya, Daud bertanggung jawab mengarahkan rakyatnya untuk melakukan perbuatan yang berkenan di hadapan Allah. Melalui nazar yang diucapkannya, Daud telah menunjukkan bagaimana seharusnya hamba Tuhan mempertanggungjawabkan tugas dan kepercayaan yang diberikan Allah. Sebagaimana Daud, kita pun dituntut untuk mengarahkan jemaat bertindak benar di hadapan Allah.

Renungkan: Hidup benar di hadapan Tuhan, bukanlah sekadar menghindarkan diri dari yang jahat atau dosa. Hidup benar yang berkenan di hadapan Allah sebenarnya berakar pada kesediaan mengarahkan diri untuk taat penuh pada kehendak Allah!

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari