Sabtu, 27 September 2014

Setiap Kesukaran

Info

Minggu, 28 September 2014


Setiap Kesukaran



12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.


12:8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.


12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.


12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.



Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. —2 Korintus 12:9


Setiap Kesukaran


Seperti kota-kota lainnya, Enterprise di Alabama memiliki sebuah monumen megah. Namun monumen di Enterprise lain daripada yang lain. Patungnya bukan memperingati seorang warga yang terpandang; melainkan hasil karya seekor kumbang. Pada awal 1900-an, hama kumbang mulai melanda dari Meksiko hingga bagian selatan Amerika Serikat. Hanya dalam waktu beberapa tahun, hama itu menghancurkan seluruh panenan kapas yang menjadi sumber penghasilan utama mereka. Dalam keputusasaan, para petani mulai menanam tanaman lain, yaitu kacang. Mereka menyadari selama ini mereka hanya bergantung pada satu jenis tanaman, sehingga mereka merasa berutang pada kumbang yang telah memaksa mereka beralih ke tanaman lain, yang pada akhirnya memberi mereka kemakmuran yang lebih besar.


Hama kumbang itu ibarat hal-hal yang datang ke dalam hidup kita dan menghancurkan hasil kerja keras yang telah kita capai selama ini. Kehancuran itu bisa kita alami dalam segi finansial, emosi, atau fisik—dan itu semua menakutkan kita. Kita merasa sepertinya hidup kita sudah berakhir. Namun seperti yang dialami oleh warga kota Enterprise, hilangnya sesuatu yang sudah usang merupakan kesempatan untuk menemukan sesuatu yang baru. Allah mungkin menggunakan kesulitan untuk membuat kita meninggalkan suatu kebiasaan buruk atau mengembangkan suatu sikap yang baru. Allah menggunakan duri di dalam daging Paulus untuk mengajarnya tentang kasih karunia (2Kor. 12:7-9).


Daripada berusaha keras mempertahankan kebiasaan lama yang tidak lagi efektif, kita dapat melihat setiap kesulitan sebagai kesempatan bagi Allah untuk menanamkan sikap baru dalam diri kita. —JAL


Kaum beriman yang dihantam pencobaan,

Meski hatimu letih dan jiwamu didera kesakitan,

Segala kepedihan yang tiada henti melemahkanmu itu

Dapat menjadi saluran berkat yang tak ternilai. —NN.


Allah sering menggunakan pengalaman-pengalaman pahit untuk menjadikan kita pribadi yang lebih baik.



Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSateKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari