Jumat, 26 September 2014

Reuni Terakbar


Saya tidak akan pernah melupakan masa-masa ketika duduk berjaga di sisi tempat tidur ayah saya pada hari-hari terakhirnya bersama kami di dunia. Sampai saat ini, peristiwa kepulangannya tersebut masih terus memberikan pengaruh yang sangat besar bagi saya. Ayah adalah orang yang selalu siap menolong saya. Saya dapat meneleponnya kapan pun saya memerlukan nasihat. Saya menyimpan banyak kenangan indah dari pengalaman kami memancing bersama; kami suka berbincang tentang Allah dan Alkitab, dan saya juga sering meminta Ayah menceritakan hal-hal menarik dari masa mudanya ketika ia hidup di tengah lingkungan peternakan.


Namun saat Ayah menghembuskan napas terakhirnya, saya pun tersadar akan kematian sebagai akhir yang tidak dapat diubah. Ia telah pergi meninggalkan dunia ini. Dan hati saya pun terasa begitu hampa.


Namun demikian, bahkan di tengah-tengah rasa kehilangan dan dukacita yang mendalam, firman Allah memberikan dorongan kekuatan bagi sebuah hati yang hampa. Rasul Paulus mengajarkan kepada kita bahwa pada saat kedatangan Tuhan Yesus, orang-orang yang telah mendahului kita akan dibangkitkan terlebih dahulu dan kita “akan diangkat bersama-sama dengan mereka . . . . Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (1Tes. 4:17). Itulah reuni yang sangat saya nanti-nantikan! Tidak hanya untuk dipertemukan kembali dengan Ayah, tetapi juga hidup bersama Yesus untuk selamanya.


C. S. Lewis berkata, “Orang Kristen takkan pernah mengucapkan selamat tinggal.” Saya tidak sabar menantikan reuni terakbar itu!



Tuhan, di tengah-tengah kesedihan dan rasa kehilangan kami, ingatkan kami tentang reuni kekal nan agung yang menanti kami.

Hiburkanlah kami di tengah dukacita dan penuhi hati kami dengan sukacita sembari kami menantikan hari kedatangan-Mu kembali!






from Santapan Rohani http://ift.tt/ZXJ55q

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari