Sabtu, 20 September 2014

Santapan Zaman Pertengahan

Info

Minggu, 21 September 2014


Santapan Zaman Pertengahan



19:7 Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya.


19:8 Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.


19:9 Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.


19:10 Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya,


19:11 lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.


19:12 Lagipula hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar.


19:13 Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.


19:14 Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar.



Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. —Mazmur 119:103


Santapan Zaman Pertengahan


Belum lama ini saya menghadiri sebuah konferensi yang membahas tentang sejarah Zaman Pertengahan. Dalam satu sesi dari seminar tersebut kami benar-benar menyiapkan sejumlah makanan yang biasa disantap pada masa pertengahan. Kami menggunakan alat penumbuk dan lumpang untuk menumbuk kayu manis dan buah-buahan menjadi bahan selai. Kami mengiris kulit jeruk dan memanggangnya dengan madu dan jahe untuk menghasilkan kudapan yang manis. Kami melumat kacang badam dengan air dan bahan-bahan lain untuk membuat susu dari kacang badam. Kemudian akhirnya kami memasak seekor ayam utuh sebagai sajian utama yang disantap dengan nasi. Ketika mencicipi hidangan tersebut, kami menikmati sebuah pengalaman kuliner yang sangat lezat.


Berbicara tentang santapan rohani bagi jiwa kita, Allah telah memberi kita suatu keragaman menu yang dapat kita kecap dan nikmati. Ketika kita menyantapnya, jiwa kita akan dikenyangkan dan dipuaskan. Kitabkitab sejarah, puisi, literatur hikmat, nubuat, dan bagian-bagian lain dari Alkitab akan menguatkan kita pada saat kita lemah, memberi kita hikmat dan dorongan semangat, serta memelihara hidup kita dari hari ke hari (Mzm. 19:7-14; 119:97-104; Ibr. 5:12). Itulah yang dituliskan sang pemazmur bagi kita, “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku” (Mzm. 119:103).


Jadi, apalagi yang kita tunggu? Allah telah menyiapkan di hadapan kita suatu jamuan santapan rohani yang lezat dan Dia memanggil kita untuk datang dan bersantap bersama. Kita semua diundang! —HDF


Terima kasih, Tuhan, karena Engkau mengundangku ke meja

perjamuan-Mu untuk menikmati sabda-Mu. Aku tahu bahwa aku

memerlukannya bagi pertumbuhan rohaniku dan agar aku semakin

mendekat kepada-Mu. Aku membuka hatiku bagi-Mu sekarang.


Alkitab adalah roti hidup yang takkan pernah lekang oleh zaman.



Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSateKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari