Senin, 23 Januari 2012

Guru Sekolah Minggu

Ayat bacaan: Matius 18:6
================
"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut."

guru sekolah minggu"Kalaupun harus melayani, saya lebih memilih jadi guru Sekolah Minggu saja.. cuma anak-anak yang dihadapi, kan gampang.." kata teman saya pada suatu ketik dengan ringan. Benarkah mengurus anak-anak itu lebih ringan dibanding orang dewasa? Tidak juga, malah bisa lebih berat. Guru Sekolah Minggu dituntut bisa ekstra sabar dan mengerti dunia anak-anak. Mereka harus mampu menangkap perhatian anak dan membawakan pelajaran dengan cara bisa dimengerti anak-anak, tidak jarang mereka harus memberi contoh-contoh sederhana dengan cara-cara yang menyenangkan seperti bermain, bernyanyi dan sebagainya. Jika teman saya berpikir bahwa menjadi guru Sekolah Minggu itu cuma tugas ringan, kenyataannya banyak gereja yang justru kesulitan mencari kandidat yang terbaik. Apa yang sulit adalah mencari orang-orang yang benar-benar terpanggil, benar-benar takut akan Tuhan dan mau mendedikasikan pelayanan sebaik-baiknya terhadap anak-anak kecil yang polos dan lugu ini. Tugas atau panggilan untuk membimbing anak-anak untuk mengenal Tuhan sejak dini sesungguhnya merupakan tugas yang sangat penting dan mulia. Dan Tuhan sendiri menganggap ini sangat penting, bahkan tanggung jawabnya pun ternyata dikatakan jauh lebih berat ketimbang mengajar orang-orang dewasa yang sudah memiliki nalar sendiri.

Mari kita lihat kata-kata Yesus sendiri akan hal ini. "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut." (Matius 18:6). Lihatlah betapa berat konsekuensinya. Adalah lebih baik, kata Yesus, untuk mengikat batu penggilingan saja di leher dan kemudian menenggelamkan diri ke laut ketimbang mengajar asal-asalan sehingga bisa menyesatkan anak-anak. Apalagi jika membuat mereka berbuat dosa. (ay 7). Menurut Tuhan, justru tidak sembarang orang bisa mengerjakan hal ini, gereja tidak boleh sembarangan dalam merekrut pekerja. Ada panggilan mulia yang dinilai sangat penting oleh Tuhan sendiri disertai dengan konsekuensi yang sangat berat pula.

Anak-anak sangatlah dinilai berharga di mata Tuhan. Lihatlah perikop pembuka Matius 18 ini. Ketika itu para murid bertanya "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" (ay 1). Dan Yesus menjawab dengan memanggil seorang anak kecil sebagai peraga langsung di hadapan mereka, lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga." (ay 3). Yesus kemudian melanjutkan "Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." (ay 4-5). Dalam kesempatan lain Yesus juga pernah berkata: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."(Markus 10:15, Lukas 18:17). Bayangkan jika anak-anak kecil ini justru rusak di tangan kita. Dunia yang akan mereka isi setelah mereka dewasa adalah dunia yang jahat, kejam lengkap dengan segala penyesatan di dalamnya. Mereka harus dibekali dengan baik sedini mungkin agar memiliki cukup kekuatan dan iman untuk tetap hidup lurus di dalamnya. Tidaklah mengherankan apabila Tuhan memberi konsekuensi yang sangat berat apabila kerusakan ternyata berasal dari kita. Begitu besar arti anak kecil di mata Tuhan. Oleh karena itu kita tidak boleh membiarkan mereka menjadi rusak sejak kecil. Kita harus membimbing mereka, mengenalkan mereka kepada Kristus sejak dini agar mereka bisa bertumbuh dengan pengenalan yang baik dan rasa takut atau hormat akan Tuhan.

Pesan ini bukan hanya berlaku untuk para guru Sekolah Minggu, tetapi juga bagi para orang tua. Ada banyak orang tua yang hanya mementingkan mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan dan pendidikan anak-anaknya tetapi kemudian mengabaikan pentingnya pengajaran akan firman Tuhan atau memperkenalkan pribadi Kristus secara benar kepada anak-anaknya. Atau mungkin mereka sudah mengajar, tetapi mereka sama sekali tidak memberikan keteladanan lewat contoh nyata dari sikap atau gaya hidup mereka sendiri. Anak kecil sama seperti buku tulis yang kosong, dan orang tua sangatlah berperan untuk menentukan tulisan-tulisan seperti apa yang akan mengisi buku itu. Anak kecil cenderung mencontoh perilaku orang tuanya, itu malah lebih mereka perhatikan dan tiru ketimbang berbagai pengajaran secara teori saja. Mereka cuma anak kecil, tidak tahu apa-apa? Pandangan seperti ini sebaiknya kita ubah mulai sekarang, karena Tuhan tegas mengatakan bahwa kita tidak boleh menganggap remeh atau rendah anak-anak kecil. "Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga." (Matius 18:10). Jika pandangan  yang menganggap anak-anak kecil itu tidak apa-apa diabaikan dan diremehkan, maka sekali lagi, lebih baik mengikat batu kilangan di leher dan meenggelamkan diri ke laut daripada melakukan itu, karena konsekuensi penyesatan anak-anak ini sesungguhnya sangatlah berat.

Mengajar atau memperkenalkan Kristus kepada anak-anak kecil bukanlah tugas yang ringan. Mereka tidak akan mengerti hanya dengan mendengarkan satu kali saja. Kita harus berulang-ulang menjelaskan kepada mereka agar mereka bisa menangkap dengan baik apa yang menjadi kerinduan Tuhan bagi mereka. Dan Alkitab sudah mengingatkan hal itu. "Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." (Ulangan 6:6-7). Mengajarkan berulang-ulang itu penting, tetapi itu tidak akan ada gunanya apabila tidak disertai dengan contoh teladan yang baik pula dari kita sendiri. Kembali Firman Tuhan pun menyatakan hal itu. "Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu." (ay 8-9).

Menjadi pengajar atau pekerja-pekerja yang terlibat dalam kegiatan Sekolah Minggu memerlukan keseriusan dan komitmen yang tinggi, bukan sekedar asal-asalan saja. Menjadi orang tua dari anak-anak kita pun demikian juga. Hari ini saya secara khusus memberi hormat kepada para guru Sekolah Minggu dan para orang tua yang sudah memegang komitmen mulia ini. Di tangan anda-lah terletak masa depan dari calon-calon pahlawan dan pemenang di masa depan ini. Apa yang anda berikan dan contohkan akan mengisi tiap lembar buku mereka. Saya juga mau mengingatkan, jika teman-teman ada yang terbeban untuk melayani anak-anak kecil ini, mengertilah dengan sungguh-sungguh betapa berharganya kepercayaan yang telah Tuhan berikan kepada anda. Mendidik dan membimbing anak kecil bukanlah urusan sepele dan tidak boleh dianggap remeh. Bagaimana mereka kelak di masa depan akan sangat tergantung dari bagaimana anda menyeriusinya hari ini.

Ajarkan dan berikan keteladanan kepada anak-anak kita, karena mereka sangatlah berharga di mata Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Label

Renungan tentang karakter (265) Kisah-kisah kehidupan (242) Renungan Untuk Pekerja (220) Renungan Firman Tuhan (218) Renungan dimasa Pergumulan (218) Renungan untuk Wanita (197) Renungan untuk Pria (189) Kata-kata Bijak (145) Renungan Singkat (121) Kiat sukses (112) Kasih Bapa (87) Renungan Harian (84) Renungan (80) Renungan untuk Pelayan Tuhan (80) Renungan untuk orang tua (reflection for Parents) (68) Renungan tentang Kasih (66) Yohanes (60) Renungan tentang persahabatan (53) Renungan untuk Suami-Istri (reflection for Husband and wife) (52) Cinta Sejati (51) Renungan tentang percintaan (51) Perlu Untuk Diketahui (49) Renungan tentang hikmat kebijaksanaan (47) Santapan Harian (46) Renungan tentang Berkat (45) Renungan tentang Iman (38) Renungan tentang kesembuhan (37) Kisah Sukses Tokoh Dunia (36) Yesaya (36) Kata-kata Penghiburan (34) Perjanjian Baru (34) 2011/03 (31) 2011/04 (31) Humor (31) Kesaksian (31) Mujizat (29) Tentang Doa (28) Renungan Bahasa Inggris (27) Pertobatan (26) Tips-Tips (26) 2011/02 (25) Kisah Natal (24) Renungan ttg Pengampunan (24) Lirik Lagu Rohani (23) Renungan tentang Kepahitan (reflection of bitterness) (22) Tentang Dosa (19) Kesehatan (18) Mazmur (18) Kata-kata mutiara (17) Kasih Ibu (15) Renungan Kiriman RHO-ers (15) Kisah Sukses Tokoh Kristen (14) Perjanjian Lama (14) Matius (13) Sajak Kristen (12) Artikel (11) Janji Allah (11) Jangan Menyerah (10) Kata-kata Hikmat (10) Prayer (10) Kisah Sukses Tokoh Indonesia (8) Lukas (8) bebas dari dosa (8) cerita renungan (8) Allah (7) Kasih (7) Kumpulan Gambar (7) Renungan Paskah (7) Renungan tentang Pengharapan (7) Sekilas Tentang Film (7) Amsal (6) Band / Artis Rohani (6) Filipi (6) Harapan (6) Kata-kata Motivasi (6) Markus (6) Surat dari Bapa (6) Yesus (6) 2 Korintus (5) Damai Sejahtera Allah (5) Ice breaker - Permainan kelompok - Games (5) It's all about Jesus (5) Kumpulan Khotbah Hamba Tuhan (5) Pemulihan (5) Renungan Alkitab (5) Renungan tentang Kesabaran (5) Renungan tentang Keselamatan (5) Roma (5) Christian comment graphics for friendster-myspace (4) Event (4) JESUS MY SAVIOR (4) Kisah Paskah (4) Lahir Baru (4) Manfaat Injil bagi anak-anak ALLAH (4) Pengumuman (4) Renungan Natal (4) Surat dari Yesus (4) Tentang Roh Kudus (4) Tips (4) Video Anak-anak kristen (4) Yohanes 3:16 (4) Galatia (3) Lowongan Pekerjaan (3) Renungan keluarga (3) Tahun Baru (3) Tuhan (3) efesus (3) sukacita (3) syukur (3) tips pacaran (3) Ayub (2) Doa (2) Hidup Kristen (2) Hukum Taurat (2) I Petrus (2) I Tawarikh (2) I Tesalonika (2) Kemerdekaan (2) Minggu Biasa XX (2) Natal (2) Natal 2011 (2) Pelayanan (2) Pemimpin (2) Penghiburan (2) Renungan akhir tahun (2) Suara Tuhan (2) Yakobus (2) Yeremia (2) buah pertobatan (2) ciptaan baru (2) ekaristi (2) renungan tahun baru (2) sahabat (2) ttg perempuan (2) 1 (1) 1 Korintus (1) 2011/05 (1) About (1) Abraham (1) Adven part II (1) Advent part 1 (1) Auld Lang Syne for u (1) Bangsa Negara (1) Bapa (1) Bapa yang Berbelas Kasih (1) Be not Afraid (1) Berhala (1) Bulan Kitab Suci Nasional (1) Buta (1) Butterfly Love Story (1) Ditinggikan (1) Doa Bapa Kami (1) Doa Yesus (1) Doing mission in virtual reality (1) Dosa (1) Free Wallpaper (1) Hadir dan Mencintai (1) Hamba (1) Hamba Allah (1) Hidup Kekal (1) Hidup oleh Roh (1) Hikmah Peristiwa (1) Hubungan (1) I Timotius (1) II Timotius (1) Kasih Allah (1) Kasih dalam Keluarga (1) Keajaiban Kecilku (1) Kebenaran (1) Kebodohan (1) Kecapi dan Nikmatilah Betapa Baiknya Tuhan (1) Kehendak Bebas (1) Kejadian (1) Kemartiran Yohanes Pembabtis (1) Kematian (1) Kemunafikan (1) Kepuasan (1) Kerajaan Allah (1) Kesetiaan (1) Kiamat Sudah Dekat? (1) Lirik Lagu (1) Manusia (1) Merindumu (1) Minggu Biasa XXI (1) Minggu Biasa XXVII (1) Natal 2012 (1) On Prayer (1) Pasang Iklan (1) Pembebasan (1) Pemeliharaan Allah (1) Pemeliharaan Tuhan (1) Pemenang (1) Pencipta (1) Penebus (1) Pengampunan (1) Pengkhotbah (1) Persepuluhan (1) Pesta Kelahiran Bunda Maria (1) Pokok Anggur (1) Pujian (1) Pw. St. Agustinus dari Hippo (1) Rabu (1) Raja (1) Raja Daud (1) Rencana Allah (1) Renungan buat bangsa dan negara (1) Roti Hidup (1) Saksi (1) Sehat (1) Takut (1) Tegar tengkuk (1) Terang dunia (1) This makes me happy (1) Ulangan (1) Walk A Mile In My Shoes (1) Yang Melayani (1) Yang Terbesar (1) Yehezkiel (1) Zakharia (1) a Blessed Pain (1) ada langit biru (1) adieu (1) advent part 3 (1) advent season (1) beatitudes (1) berkat (1) bunga cinta (1) caritas pastoralis (1) diubah (1) domba yang hilang (1) epifani (1) euthanasia (1) forgive (1) gembala (1) god and rock n'roll (1) harapan lagi (1) hipokrit (1) hypocrisy (1) if god is stupid (1) keluaran (1) keputusasaan (1) kerajaan Surga (1) keranjang roti (1) kuat (1) kunci surga (1) kutuk (1) lemah (1) lepas bebas (1) like a virgin (1) love affair (1) love and blind (1) maria mediatrix (1) menghakimi (1) menyakitkan (1) merpati putihku (1) misericordia (1) modern obesity (1) mukjizat (1) on after life (1) on christian hope (1) on faith (1) on fasting (1) on feast of St.Lucia (1) on friendship (1) on happiness (1) on happiness 2 (1) on human being (1) on jealousy (1) on lent (1) on marriage (1) on materialism (1) on new age (1) on ordinary time (1) on truth (1) palma (1) panggilan (1) potrait (1) preservatif (1) r (1) renungan salib (1) ressurection (1) sacre coeur (1) sakit (1) sleeping god (1) supernova (1) surga dan neraka (1) theofany (1) to live simply (1) touch (1) tubuh 1 (1) tubuh 2 (1) tuli (1) unta dan kerajaan surga (1) upahan (1) waiting (1) your valentine (1)

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari