Selasa, 04 November 2008

Pengusaha Yang Gagal

Seorang salesman yang masih muda dan belum bermakan garam di bidang usaha merasa amat berputus asa setelah usahanya mengalami kegagalan total. Ia sudah berjuang penuh antusias sebagaimana layaknya seorang muda yang masih penuh semangat. Namun usahanya yang pertama kini harus berakhir dengan kepahitan.

Suatu hari ia datang menghadap managernya dan menceritakan kepedihannya. Ia katakan bahwa ia sudah berusaha keras, namun kegagalanlah yang harus ia telan. Di sela-sela percakapannya, ia bergumam seakan kepada dirinya sendiri; “Pengalaman ini seakan membuktikan bahwa kita hanya bisa menggiring seekor kuda menuju sebuah anak sungai, namun kita tak dapat memaksanya minum air sungai tersebut.”

Mendengar kata-kata itu, sang manager berkata; “Anakku, dengarkan kata-kataku: Tugasmu bukanlah memaksa kuda itu untuk minum. Tugasmu adalah membuatnya merasa haus. Dalam dunia usaha, tugasmu bukanlah memaksa konsumer membeli barang daganganmu, tetapi membuat mereka merasa butuh akan barang yang sedang kau jual.”Anak muda itu mengangguk pertanda bahwa ia kini paham.

Aku berpikir, prinsip yang dikembangkan sang manager ini mungkin bisa juga dipakai dalam dunia evangelisasi. Kita pengikut Kristus tidak harus memaksa orang-orang untuk bertobat. Tetapi bahwa hidup kita harus senantiasa dipenuhi oleh Kristus; berpikir dengan pikiran Kristus, berbicara dengan kata-kataNya dan bertindak sebagaimana Ia bertindak penuh kasih, sehingga dengan demikian orang lain setelah berpapasan dengan kita akan merasa butuh untuk menerima Kristus dalam hidupnya. Tugas kita adalah membuat mereka merasa haus akan hal-hal batiniah. "Selamat berdagang!!"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari