Tampilkan postingan dengan label Renungan Natal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Natal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Desember 2012

RENUNGAN NATAL 2012-YESUS ADALAH IMANUEL

Renungan Natal 2012

 
Bacaan Alkitab pada Renungan menyambut Natal 2012 : Matius 1 : 18-25.
Renungan Natal tahun 2012 ini mengangkat tema "Yesus adalah Imanuel". Besok 25 Desember 2012, kita bersama dengan semua saudara kita seiman memperingati peristiwa Kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Istilah "memperingati" berbeda dengan "mengingat". Mengingat berarti kita melayangkan kenangan kita ke sesuatu yang terjadi di masa lalu. Sedangkan memperingati berarti kita menghadirkan peristiwa masa lalu pada masa kini. Demikian halnya dengan memperingati Kelahiran Yesus Kristus. Merayakan NATAL bukan sekedar mengenang suatu peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu, melainkan kita menghadirkan arti NATAL bagi kehidupan kita di masa kini. Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah : "apa arti kelahiran Yesus Kristus bagi kita?"

Yesus yang lahir adalah IMANUEL yang berarti ALLAH beserta Kita. Imanuel adalah sebuah nama yang mengandung makna yang dalam sekaligus menjelaskan makna kelahiran Yesus Kristus. Setidaknya ada 3 (tiga) makna yang terkandung dalam nama itu.

Pertama; dengan kelahiran Yesus Kristus berarti Allah telah datang ke dalam dunia dan telah ada dalam dunia ini. Untuk bertemu dengan Allah manusia tidak perlu ke luar dari dunia dan mengembara mencari Allah, artinya manusia manusia tidak perlu keluar dari kehidupan yang sedang dijalaninya melainkan Allah sudah ada, sudah datang,sudah masuk dan beserta dengan kita manusia. Yang perlu bagi manusia untuk bertemu dengan Allah adalah menerima Dia yang telah datang ke dunia ini.

Kedua; dengan kelahiran Imanuel berarti jurang pemisah antara Allah dan manusia terjembatani. Yang menciptakan jurang pemisah itu adalah manusia sendiri. Ketika manusia berdosa maka terbentuklah jurang pemisah tersebut, dengan demikian manusia terpisah dari Tuhan Allah dan hal itu membawa kebinasaan bagi manusia. Tetapi dengan kelahiran Yesus Kristus jurang pemisah itu kini terjembatani.

Ketiga; dengan kelahiran Imanuel berarti Allah beserta kita. Allah beserta kita dimanapun dan dalam keadaan apapun. Allah tidak terikat pada satu tempat tertentu dan pada orang-orang tertentu. Di pihak lain, ini berarti bahwa Tuhan senantiasa mengawasi kehidupan anak-anakNya yang percaya kepadaNya.

Itulah makna Natal bagi kita yang memberi makna baru bagi kita dalam menjalani hidup kita di dunia ini. Allah dekat dengan kita, Allah memberi pengampunan dan damai sejahtera dalam hidup kita. Oleh karena itu bagi saudara-saudara sekalian atau siapa saja yang belum menerima Yesus Kristus di dalam kehidupannya, mari terima Yesus sekarang... Anda terlalu amat rugi jika tidak menerima Yesus Kristus dalam hidup anda sebab dalam Yohanes 3:16 dengan jelas dikatakan : 

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal" 

Jadi, Natal - Kelahiran Yesus Kristus, yang adalah Anugerah Allah bagi manusia, membawa sukacita bagi kita yang percaya kepadaNYA... Imanuel ! Selamat Merayakan NATAL !

Selasa, 27 Desember 2011

JANGAN TEMPATKAN YESUS PADA PALUNGAN YANG KE DUA

NATS : LUKAS  2 : 7
Peristiwa yang terpenting di dunia ini, yang sangat perlu untuk kita renungkan adalah ketika Yesus dilahirkan.
merupakan satu kehinaan yang teramat besar ketika seorang keturunan raja,bangsawan atau seorang keturunan pejabat yang disegani dan dihormati namun pada kenyataannya dilahirkan di kandang yang hina dan di tempatakan didalam palungan bahkan dibungkus dengan kain lampin( kain terapu ). namun itu yang di alami oleh Yesus yang lebih dari seorang keturunan bangsawan bahkan bukan anak seorang pejabat tapi dia adalah Anak dari Bapa disorga yang datang ke dunia untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.
Saudaraku..ketika Yesus ditempatkan dipalungan bukanlah pengenapan nubuat,karena kalau kita pelajari tentang nubuat-nubuat yang disampaikan oleh nabi-nabi di zaman perjanjian lama tidaklah disampaikan bahwa Yesus akan ditempatkan dalam palungan,Yesus Putra Natal yang adalah Raja diatas segala raja ditempatkan di palungan itu disebabkan oleh ulah manusia yang ternyata dari semenjak Yesus dilahirkan kedunia ini sudah mengalami PENOLAKAN dan itu diakibatkan oleh karena Dosa sudah sangat menguasai manusia pada saman itu. Jarak antara kitab Maleakhi dan kitab Matius adalah kurang lebih 450 Tahun dan ini dikenal dengan Zaman ENTERTESTMENT yang artinya Zaman dimana tidak ada pewahyuan lagi yang diterima oleh Nabi-nabi oleh karena kehidupan manusia yang terlalau banyak berbuat dosa. Kalau kita melihat kembali pada zaman Nuh dan Abraham dimana ada dua peristiwa yang mengerihkan yang terjadi dimana Allah membinasakan manusia oleh karena dosa-dosa manusia yang lebih dikenal dengana Bahterah Nuh serta Sodom dan Gomora.
Namun pada peristiwa ini Allah tidak mengirim hujan yang lebat selam 40 hari serta membuka seluruh mata air yang ada dimuka bumi ini untuk menenggelamkan seluruh manusia yang berdosa sebagaimana yang dicatat dalam Firman Tuhan dalam Kitab Kejadian Pasal 7 dan Allah tidak mengirim api untuk membakar manusia yang berdosa seperti di Sodom dan Gomora sebagai penghukuman bagi manusia yang terlebih suka berbuat Dosa dari pada berbuat baik tapi justru sebaliknya bukan penghukuman yang Allah berikan tapi Kaih Karunia Allah (GRACE) yang teramat besar YANG Allah berikan  lewat lahirnya Anaknya yang tunggal itulah Yesus putra Natal yang memberikan Terang bagi Dunia ini yang sudah menjadi Gelap oleh karena Dosa-dosa manusia.
   
Saudaraku…menempatkan Yeus di palungan merupakan penolakan bagi Yesus sang Putra Natal yang memberikan Keselamatan bagi seluruh manusia yang percaya padaNya.Karena itu jangan tempatkan Yesus lagi dalam palungan yang kedua. Kenapa demikian ? :

I. PALUNGAN ITU TEMPAT MAKAN ( Jangan jadikan Yesus hanya sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan jasmania saja tetapi untuk kebutuhan Rohania ).

Orang Israel adalah suatu umat Tuhan yang suka memelihara ternak diantaranya kambing dan domba semenjak mereka keluar dari Mesir.oleh kerena itu tidak heran kalu disetiap rumah dari orang-orang yahudi pasti ada kandang domba dan kambing dan yang pasti kalau ada kandang hewan pasti ada Palungan.Biasanya setiap kambing atau domba yang dipelihara oleh orang-orang Yahudi setiap pagi siang dan petang mereka kembali kedalam kandang mereka untuk mencari palungan yang sudah berisikan makanan yang adalah kebutuhan hewan tersebut sudah di sediakan oleh sipemilik hewan.

Menempatakan Yesus dalam Palungan mempunyai arti : jangan mencari Yesus hanya untuk kebutuhan saja.
Ada banyak orang yang mencari Yesus hanya karena kebutuhan Sandang,Pangan dan Papan yang merupakan kebutuhan pokok manusia tapi tidakkah kita ketahuilah bahwa ada kebutuhan yang lebih dari itu yang Tuhan sediakan bagi kita? Saudaraku Tujuan hidup kita bukanlah hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup ini secara Fisikal tapi lebih dari pada itu tujuan kita adalah kebutuhan Supranaturalisme itu bicara kehidupan rohani kita.
Rasul paulus berkata dalam Kitab FILIPI 3 : 14 “aku berlari-lari pada Tujuan yaitu menuju pada panggilan sorgawi didalam Kristus Yesus”.
Barclay berkata : Kamu tidak kan berpikir tentang jiwamu jika kamu hanya berpikir tentang perutmu.
Ketika Yesus dicobai oleh iblis dalam Injil Matius 4 : 4 Yesus berkata bahwa manusia Hidup bukan berasal dari roti saja tapi dari Firman yang keluar dari mulut Allah. Perhatikan kata hidup yang disampaikan oleh Yesus.Tuhan yesus setiap kali bicara tentang hidup Dia selalu mengunakan kata ZOE dalam bahasa ibarani yang mengandung arti hidup yang kekal.

Saudraku..makanan tidak akan memberikan makna untuk kehidupan yang kekal.
Yesus berkata “Akulah Roti Hidup” memberitahukan kita: Yesus adalah makanan yang memelihara kehidupan rohani (6:35), siapa yang makan dagingNya dan minum darahNya, beroleh hidup kekal (6:51-54), siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan lapar dan haus lagi secara rohani, karena Roh Kudus mendiami orang percaya (6:40). Hasilnya adalah, (1) Mereka tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (6:39,40) “ jangan berfokus pada kebutuhan jasmani yang bersifat semu tapi berfokuslah pada kebutuhan Rohani yang bersifat kekal.
   
Jarak antara Galilea dan Kapernaun kurang lebih ada 20 km,ketika Yesus berangkat dari Galilea ke Kapernaum orang banyak mengikuti Dia tapi bukannya Yesus memuji mereka atas kerja keras dan semangat mereka untuk mengikuti Yesus tapi justru Yesus marah dengan mereka karena Motifasi mereka yang keliru mengikuti Yesus. Yesus berkata kamu mengikuti Aku karena kamu sudah makan roti yang aku berikan (Mujizat 5 roti dan 2 Ikan) tapi ketahuilah Aku adalah Roti hidup makanlah Roti yang memberikan kamu kehidupan yang kekal bukan pada makanan yang hanya bersifat sementara.
Allah sengaja membawa kita dalam satu kebutuhan yang sangat-sangat kita perlukan contoh yang kekurangan perlu diberkati untuk memiki kecukupan,yang lemah dikuatkan oleh Allah bahkan yang sakit disembuhkan Oleh Allah,namun pada kenyataannya ada banyak orang ketika kebutuhannya dipenuhi oleh Allah ada banyak orang yang meninggalkan Allah setelah terpenuhi kebutuhannya (Lukas 17:17 Kisah 10 orang kusta yang disembuhkan Allah).sebetulnya ditengah tengah kebutuhan kita Allah sementara merindukan KEINTIMAN kita dengan Allah.Daud seorang raja yang dipilih Allah sendiri sebagai raja kedua mengantikan raja Saul namun kenyataannya, ada banyak kali Daud berkata dalam kitab Mazmur sampai berapa lama lagi Engkau ya Allahku menyembunyikan wajahMu yang sebenarnya Allah sengajah mengijinkan hal itu untuk membawa Daud terus mencari Tuhan


II. PALUNGAN ITU KOTOR

Satu waktu ketika saya dalam perjalan pulang menuju ke bandara untuk pulang ke Manado disebabkan tugas pelayanan penginjilan,ada seorang rekan hamba Tuhan yang mengantar saya ke bandara bertanya pada saya demikian :
Brur seandainya satu waktu dirumah anda ada seorang tamu yang datang dan berkata semua isi perabot yang sudah tua-tua dan yang kurang baik yang ada di dalam rumah keluarkan dan buang saja. Kalau kita belum mengetahui maksut dari tamu tersebut pasti kita tidak akan setuju.tapi..ketika tamu itu berkata semua yang kamu keluarkan dan yang kamu buang itu akan saya gantikankan dengan perabot yang baru-baru dan mewah,pasti kita akan setuju.

Dalam kitab Efesus 3:17 “oleh imanmu Kristus diam didalam hatimu” kota Korintus adalah kota dimana banyak orang yang melakukan penyembahan berhala dimana dijalan-jalan Rasul paulus banyak melihat ada banyak bangunan-bangunan kecil yang dibuat mereka yang menurut mereka bahwa itu tempat kediaman allah mereka. Sehingga Paulus berkata Bahwa Allah yang kita sembah tidak diam didalam buatan tangan manusia tetapi tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Allah?
Saudaraku…ada banyak orang yang tidak bertahan didalam iman pengharapan dan kasih pada Allah mengapa??karena mereka tidak menempatkan Yesus di dalam hati makanya salomo berkata dalam kitab Amsal 4:23 “Jagalah hatimu dalam segala kewaspadaan sebab dari situlah terpancar kehidupan. Jika Kristus ada dalam hati maka terang Natal akan bersinara dari dalam kehidupan kita. Yesus berkata kamu adalah garam dan terang dunia.kadangkala kehidupan kita tidak memancarkan Terang kasih Kristus karena kristus tidak ada dalam hati.saudaraku..milikilah hati yang bersih supaya Kristus putra Natal itu ada dalam hati kita dan dari dalamnya memancarkan kehidupan yang menjadi berkat bagi banyak orang.
 
Dalam kitab Yesaya 32:17 “Dimana ada kebenaran disitu tumbuh damai sejahterah”. Lukas 2:14 “Damai sejahterah bagi orang yang berkenan padaNya”. Ketika kita hidup benar dihadapan Allah maka damai Natal itu akan bertumbuh didalam kehidupan kita. Jangan ada dengki,amarah dan kebencian didalam hati kita lagi 1 Yohanes 3:15 “jangan membenci saudaramu sebab orang yang membenci saudara sama dengan pembunuh”. Biarlah di mingu-minggu advent ini kita memiliki winal aidin walfaidin kita saling memaafkan,mengampuni sebab tidak ada alasan bagi kita untuk membenci dan menghakimi orang lain sebab Yesus telah melakukan jauh terlebih besar dari apa yang kita lakukan.Milikilah hati yang bersih supaya Yesus Putra Natal itu ada dalam hati kita dan Damai Natal itu boleh kita rasakan dalam hidup kita.


III. YANG DIDALAM PALUNGAN ADALAH BAYI YANG KECIL YANG BISANYA HANYA BERDIAM,MENANGIS DAN TIDUR DAN TIDAK BISA BERBUAT APA-APA.

Berapa banyak hari-hari ini orang yang mengalami kekecewaan dikarenakan usaha yang bangkrut hasil pertanian yang kurang memuaskan dan berbagai macam usaha yang tidan mencapai sesuai dengan keinginan.Alasannya apa?... Tidak melibatkan Tuhan didalamnya.

Saudaraku…ada satu tokoh dalam alkitab yang sangat terkenal oleh karena keberhasilannya namanya Daud. Kunci keberhasilan Daud dalam peperangannya adalah dia selalu mengandalkan Tuhan (1 samuel 23:2) Daud adalah seorang raja yang selalu bertanya kepada Tuhan setiap kali dia akan mengadakan peperangan melawan musuh-musuhnya.dengan strategi dan konsepnya Allah dia selalu berperang melawan musuh-musuhnya.

Berapa banyak umat Tuhan diakhir zaman ini yang setiap kali merencanakan sesuatu atau melakukan sesuatu tanpa melibatkan Tuhan didalamnya bahkan menyikapi setiap persolalan bukan dengan cara-cara yang sesuai dengan firman Tuhan tapi dengan konsep dan kepikiran manusia yang sebernanya kata paulus dalam kitab korintus kepintaran manusia adalah kebodohan di mata Allah,yang pada akhirnya mengalami kegagalan dan kekecewaan dan pada akhirnya menghilangkan damai natal didalam hati.
Saudaraku ketika kita mengandalkan Tuhan dalam setiap pergumulan kita maka yang mustahil bagi kita  bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Gideon dalam peperangan melawan musuhnya yang berjumlah 135.000 tentara Midian yang gagah perkasa tidak mengalami ketakutan dan kuatir sedikitpun walaupun jumlahnya hanya 300 orang artinya 1 berbanding 450 orang,dalam konsep dan logika manusia ini tidak mungkin tapi bagi Allah ini satu persoalan yang kecil. Sejarah mencatat dalam kita hakim-hakim maka orang-orang midian itu dikalahkan oleh Gideon dan para tentara yang hanya berjumnlah 300 orang.
Saudaraku..kadangkalah kita diperhadapkan pada persolan semacam ini.kita mungkin berkata beban ini terlalu berat,persoalan ini terlalu besar tapi saya brani berkata bahwa Allah yang kita sembah bukanlah Bayi yang kecil sama seperti yang ada didalam palungan,tapi Dialah Yesus yang terlebih besar dari setiap persoalanmu. Karena itu andalkan Tuhan dalam segala hal jangan mengandalkan kekuatanmu sendiri.
Kata firmanNya : Diberkatilah orang yang mengandalakan Tuhan yang menaruh harapnya hanya kepada Tuhan.

Akhirnya  :
1. Jangan cari Yesus hanya untuk kebutuhan yang sementara saja tapi untuk kehidupan yang kekal sebab hidup ini hanya sementara  
2. Milikilah hati yang bersih supaya Yesus diam di dalam hatimu sehingga damai Natal itu akan senantiasa dirasakan dalam hidupmu
3. Andalkan Tuhan dalam segala hal sehingga hidupmu di berkati. Amin

Atas nama Pribadi dan keluarga mengucapkan :
selamat merayakan hari Natal 25 Desember 2011
dan selamat menyongsong
Tahun baru 1 januari 2012
Tuhan memberkati...  Imanuel !

__________________________________
Dikirim oleh : nofly_koun***@*****[dot]com

Senin, 26 Desember 2011

Bayi Yesus Membawa Rekonsiliasi

Bacaan: Lukas 1:26-38, Matius 1:18-25

Sepasang kekasih tentu saling mengasihi satu sama lain. Demikian pula Yusuf dan Maria. Mereka berdua tidak seperti pasangan alay zaman sekarang yang dengan mudahnya bisa memberikan ancaman ‘putus’ untuk sang pacar. Yusuf dan Maria memiliki tujuan yang jelas dalam berpacaran: untuk menikah. Hubungan mereka tidak main-main padahal usia mereka relatif sangat muda. Ada dugaan bahwa Maria berusia sekitar belasan tahun ketika Allah memakai kandungannya untuk inkarnasi Yesus Kristus. Usia Yusuf bisa jadi tidak jauh berbeda. Dalam usia yang sedemikian muda, mereka telah membangun hubungan pacaran yang serius dan pasti sehat serta kudus sehingga Tuhan berkenan memilih pasangan muda ini menjadi orang tua Yesus Kristus.

Saat itu Yusuf dan Maria sudah bertunangan. Kita tahu bahwa pertunangan merupakan langkah yang jauh lebih serius lagi. Mereka pasti sudah saling percaya satu sama lain. Berita kehamilan Maria tentu membuat Yusuf sakit hati. Yusuf selama ini berusaha menjaga kemurnian Maria, namun apa yang terjadi? Maria tahu-tahu sudah hamil dan dengan berani ia katakan bahwa dirinya mengandung daripada Roh Kudus! Namun bacaan Alkitab kita menyatakan bahwa Yusuf bermaksud menceraikan Maria diam-diam sebab dia adalah orang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama Maria di muka umum.

Yusuf tidak pernah menyangka gadis yang dicintainya bisa mengkhianati dia sampai hamil! Selain itu tampaknya Maria tetap ngotot bahwa dia tidak pernah berhubungan sex dengan siapapun juga. Tidak masuk akal bagi Yusuf! Ia berhak marah dan menuntut. Namun coba perhatikan sikap Yusuf! Ia sudah pasti sakit hati namun tetap berusaha menjaga perasaan Maria. Hatinya tulus dan bersedia untuk mengampuni sekalipun berat baginya untuk tetap bertunangan dengan Maria.

Bagi Maria, tentu sulit baginya untuk menerima kenyataan ‘diputusin’ oleh Yusuf sekalipun hal tersebut dilakukan secara diam-diam. Diputusin karena dikira hamil sama orang lain, padahal dia sedang menyerahkan kandungannya untuk dipakai Tuhan! Betapa menyedihkannya. Tak seorangpun yang mungkin mau mengerti selain daripada Elisabeth dan Zacharia. Orang-orang lain, bahkan Yusuf kekasihnya, meninggalkan dia.

Di balik kisah Natal yang indah, sesungguhnya terdapat hubungan yang sempat retak antara Yusuf dan Maria. Puji Tuhan, kelahiran Bayi Yesus justru bertujuan untuk membawa rekonsiliasi. Perdamaian yang dibawa-Nya bukan hanya untuk mendamaikan Allah dan manusia, melainkan juga manusia dan sesamanya. Coba pikirkan, bagaimana menurutmu perasaan Yusuf saat malaikat menjumpai dia dan menyatakan kepadanya bahwa bayi yang dikandung Maria benar-benar berasal dari Roh Kudus?
Sebagai pria yang takut akan Tuhan, pastilah hati Yusuf dipenuhi sukacita yang melimpah! Pertama, Tuhan memilihnya menjadi ayah dari bayi Yesus yang adalah Juruselamat dunia. Kedua, Yusuf tahu bahwa Maria tidak mengkhianati dia. Ketiga, Yusuf sepertinya tidak salah pilih calon istri. Hehehe…. Terbukti memang Maria adalah perempuan yang berkenan di hadapan Tuhan! Keempat, akhirnya bisa rujuk kembali sama calon istri sekalian menikah dan honeymoon as soon as possible.

Maria tidak kalah bersukacita! Tuhan telah memulihkan hubungannya dengan Yusuf. Yusuf dengan berhati-hati telah melindungi Maria dan bayinya (Lukas 2:13-15). Siapa yang tidak terharu jika menjadi Maria? Tadinya dia sudah berpikir Yusuf pasti meninggalkannya . Tadinya dia kira Yusuf mungkin akan membencinya. Namun oleh karena kasih setia Tuhan, Yusuf kini bisa dibilang jauh lebih mengasihi Maria dibandingkan sebelumnya.

Sama seperti Yusuf dan Maria, biarkan bayi Yesus lahir di dalam hubungan-hubunganmu yang retak. Biarkan bayi Yesus lahir dan memulihkan hubungan antara kamu dan orang tuamu, antara kamu dan saudara-saudaramu, antara kamu dan teman-temanmu bahkan musuh-musuhmu. Ia memang lahir untuk membawa rekonsiliasi. Berikan hati yang tulus seperti Yusuf dan biarkan Tuhan mengadakan rekonsiliasi dalam hidupmu. Siapkah kamu menerima hubungan-hubungan yang dipulihkan di dalam Tuhan?

Demikian Renungan Harian Kristen kali ini, Sharing kerinduanmu akan hubungan yang dipulihkan dan mintalah saudara/i seiman untuk mendukungmu di dalam doa. Kiranya bayi Yesus membawa rekonsiliasi dalam hubunganmu dengan sesama! Tuhan memberkati!

_______________________________
Dikirim oleh : Novi Kurniadi
Novikurniadi****@******.com

Senin, 19 Desember 2011

Sukacita Natal yang Sejati

Natal tinggal beberapa hari lagi, lagu-lagu Natal telah terdengar di setiap lingkungan rumah kami tak ketinggalan bunyi dentuman petasan. Renungan Harian Kristen kali ini bertemakan Natal yakni "Sukacita Natal yang Sejati"

Salah satu kenangan favorit saya tentang Natal ketika remaja adalah menyaksikan kemurahan hati ayahku kemana pun ia pergi. Terlahir Sebagai satu-satunya anak laki-laki di keluarga, ayah saya tidak punya banyak waktu untuk mengisi hidupnya dengan bermain layaknya anak-anak yang lain karena keluarganya yang kurang mampu. Waktunya diisi dengan membantu orang tua. Masa kecilnya tidak terlalu menyenangkan, tapi dia tampaknya bertekad untuk berbagi sebanyak apa yang dia bisa di kemudian hari kelak jika dia menjadi orang yang "berada".
Sebagai seorang anak miskin yang tumbuh selama masa Depresi, ayah saya memiliki empati untuk orang miskin dan dorongan untuk membantu orang lain. Orang-orang tampaknya merasakan juga. Saya tidak bisa mengatakan berapa kali orang asing, entah dari mana datangnya, berjalan langsung ke Ayah seolah-olah dibimbing kepadanya oleh tangan surgawi. Saya sekitar lima belas tahun dan bepergian dengan ayah saya ke luar negeri selama liburan Natal ketika saya menyaksikan salah satu kejadian tersebut. Kami berada di terminal bandara kecil dengan atap jerami di sebuah pulau di Filipina. Aku sedang berjalan kembali dari konsesi berdiri ketika saya menemukan ayah saya berbicara dengan seorang pria muda dengan rambut panjang dan ransel. Mereka memiliki percakapan yang mendalam, yang tidak biasa karena Ayah suka mendengar cerita-cerita rakyat. Hal berikutnya yang saya tahu, ayah saya meraih dompetnya dan menyerahkan pemuda segepok uang-beberapa ratus dollar. Ketika saya bertanya kepadanya tentang hal itu kemudian dia berkata, "Yah, kita cuma ngobrol, dan dia bilang dia sedang mencoba untuk kembali ke Amerika tapi salah perhitungan berapa banyak uang yang dibutuhkan dan terjebak di bandara. Jadi aku memberinya cukup untuk pulang ke orangtuanya untuk liburan.

Aku tak habis pikir, bagaimana mungkin ayah memberikan begitu saja sejumlah uang (yang lumayan besar jumlahnya) kepada orang yang baru dikenalnya beberapa menit saja ? tetapi kemudian aku berpikir lain, bagaimana jika hal tersebut terjadi pada putra / putri saya ??? tidak kah aku juga berharap ada orang yang akan menolong mereka???

Itulah cara ayah saya menjalani hidupnya. Dia adalah seorang pria yang murah hati dengan hati memberi. Dia percaya yang terbaik pada orang-orang dan memberi mereka tanpa keraguan. Ia berbagi apa pun dan dia mana pun ia pergi dan menemukan sukacita Natal yang sejati.

Pada Natal Tahun 2011 ini, saya mendorong Anda untuk menemukan sukacita sejati Natal dengan berbagiapa yang Anda miliki dengan orang lain. Carilah cara untuk menjadi berkat. Biarkan Tuhan menggunakan Anda menjadi berkat bagi orang lain di Natal tahun 2011 ini dan setiap hari dalam hidup anda !
"Ada yang menyebar harta tapi bertambah kaya, ada yang berhemat secara luar biasa namun selalu berkekurangan" (Amsal 11:24).

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika renungan harian kristen  ini memberikan motivasi bagi anda untuk berubah ke arah yang lebih baik  maka dengan rendah hati kami berharap anda untuk berbagi renungan ini kepada teman, kerabat dan keluarga melalui tombol social media (Facebook, Google+, Twitter) yang tersedia di bagian bawah judul tulisan ini. Tuhan Yesus memberkati!

Selamat merayakan Natal 2011

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari