Kamis, 20 November 2014

Mengatasi Gangguan

Info

Jumat, 21 November 2014


KomikStrip-WarungSateKamu-20141121-Mengatasi-Gangguan



13:14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.


13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.


13:16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.


13:17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.


13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.


13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.


13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.


13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.


13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.



Kekuatiran dunia ini . . . menghimpit firman itu. —Matius 13:22


Mengatasi Gangguan


Seorang pemilik restoran di desa Abu Ghosh, yang terletak di pinggir kota Yerusalem, menawarkan potongan harga sebesar 50 persen bagi para pelanggan yang bersedia mematikan telepon genggam mereka. Jawdat Ibrahim percaya bahwa penggunaan telepon pintar pada saat jamuan makan telah menggeser perhatian seseorang dari menikmati percakapan dan keakraban menjadi kegiatan menjelajah dunia maya, kirim-mengirim pesan singkat, dan menjawab telepon untuk membahas urusan bisnis. “Teknologi itu sangat baik,” kata Ibrahim. “Namun pada saat kamu sedang bersama keluarga dan teman-temanmu, seharusnya kamu bisa menahan diri selama setengah jam, lalu menikmati makanan yang terhidang serta menikmati kebersamaan dengan mereka.”


Betapa mudahnya perhatian kita teralihkan oleh banyak hal yang mengganggu, baik dalam hubungan kita dengan sesama maupun dengan Tuhan.


Yesus mengatakan kepada para pengikut-Nya bahwa gangguan rohani itu dimulai dari hati yang menjadi semakin bebal, telinga yang semakin enggan untuk mendengar, dan mata yang melekat tertutup (Mat. 13:15). Dengan menggunakan perumpamaan tentang seorang penabur benih, Yesus membandingkan benih yang jatuh di semak duri dengan seseorang yang mendengarkan firman Tuhan tetapi yang hatinya terpaut pada hal-hal lain. “Kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah” (ay.22).


Alangkah besar manfaat dari waktu yang kita habiskan hari demi hari ketika kita menghalau segala hal yang mengusik pikiran dan hati kita untuk memusatkan perhatian kita sepenuhnya pada Tuhan. —DCM


Ya Tuhan, tolong aku untuk menghalau semua gangguan

di sekitarku dan hanya berfokus kepada-Mu.

Kiranya hatiku menjadi tanah yang subur

untuk menerima taburan benih firman-Mu hari ini.


Memusatkan perhatian pada Kristus akan menempatkan segala sesuatu pada perspektif yang seharusnya.


facebook google_plus


Artikel ini termasuk dalam kategori Komik Strip, Santapan Rohani, SaTe Kamu







from WarungSateKaMu.org

via IFTTT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari