Sabtu, 15 Januari 2011

Menang Bersama Tuhan

Ayat bacaan: 1 Samuel 17:45
===================
"Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu."

menang bersama TuhanAda sebuah kisah hidup menarik yang baru saja diceritakan oleh seorang musisi yang saat ini sedang menapak naik dengan pesat. Ia bercerita mengenai pengalamannya dahulu. Ia pernah mengalami masa-masa tidak menyenangkan dengan dikeluarkan dari tempat pendidikan, dan ketika berangkat ke luar negeri pun ia tergolong terlambat untuk mulai belajar karena usianya memang tidak lagi terlalu muda dibandingkan rekan-rekannya yang lain, bahkan yang berada di atasnya. Tetapi lihatlah sekarang. Hanya dalam waktu beberapa bulan setelah selesai belajar ia langsung mendapat banyak kesempatan. Membuat karya-karya sendiri, tampil dalam beberapa grup sekaligus, dan semua itu ia pakai kembali untuk memuliakan Tuhan. Ia mengaku bahwa meski ada banyak proses yang menyakitkan, ia tidak mau menyerah karena ia tahu bahwa ia berjalan bersama Tuhan melalui proses demi proses. Dan pada akhirnya kita melihat bagaimana sesuatu yang mungkin dianggap mustahil bagi manusia ternyata bisa terjadi jika kita percayakan kepada Tuhan.

Apa yang dialami teman musisi di atas juga dialami oleh Daud dalam kondisi yang jauh lebih ekstrim. Bayangkan di depannya berdiri seorang raksasa dengan persenjataan lengkap, yang sudah membuat seluruh prajurit Israel hingga para pemimpinnya ketakutan. Mereka sudah menyerah sebelum bertanding, karena mau pakai logika atau ilmu apapun, tidak akan mungkin mereka bisa mengatasi raksasa bernama Goliat itu. Lantas ada seorang anak yang pekerjaan sehari-harinya hanya menggembalakan ternak. Tidak ada yang menghiraukannya. Namanya Daud. Tidak seperti para jagoan perang Israel, ia ternyata memiliki pandangan lain akan hal ini. "Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu." (1 Samuel 17:45). Pedang, tombak dan lembing, itu bisa sangat menyeramkan untuk dihadapi. Tapi Daud tidak memerlukan itu untuk menghadapi raksasa, karena ia tahu ia punya Tuhan yang berkuasa lebih dari segalanya. Dengan lantang Daud berkata bahwa ia datang dengan nama Tuhan. Dan perbuatan ajaib yang melebihi logika pun terjadi. Ia sukses menumbangkan raksasa bersenjata lengkap hanya dengan batu dan umban. Tidak masuk akal, tapi bisa terjadi. Karena ia datang bersama Tuhan.

Di dalam Tuhan ada kemenangan. Alkitab berbicara banyak mengenai hal ini, seperti yang bisa kita lihat dalam ayat berikut: "sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu." (Ulangan 20:4) Dalam Mazmur kembali kita mendapatkan ayat yang mengulang kunci sukses Daud di atas. "Sebab bukan kepada panahku aku percaya, dan pedangkupun tidak memberi aku kemenangan, tetapi Engkaulah yang memberi kami kemenangan terhadap para lawan kami, dan orang-orang yang membenci kami Kauberi malu." (Mazmur 44:7-8). Dan dalam Amsal kita bisa melihat ayat lainnya yang berbicara mengenai kemenangan bersama Tuhan: "Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN." (Amsal 21:31).

Kita terbiasa untuk berpikir bahwa kuda, lembing, tombak dan sebagainya, yang berbicara mengenai segala perlengkapan dunia atau kemampuan kita sendiri adalah satu-satunya yang mampu menjadi senjata untuk menghadapi "raksasa-raksasa" yang mengancam hidup kita. Berbagai ayat di atas jelas menggambarkan bahwa kunci kemenangan sejati bukanlah berada di muka bumi ini melainkan ada bersama Tuhan. Tidak peduli se-raksasa apapun permasalahan atau hambatan yang merintangi kita di depan, tidak peduli seberapa menakutkannya, kita bisa mengalami kemenangan melewati batas kemampuan logika manusia jika kita menghadapinya bersama dengan Tuhan. Ayub mengalami situasi yang membuat kita bergidik ngeri, tetapi ia bisa berkata "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal." (Ayub 42:2). Tuhan sanggup melakukan apapun, kegagalan tidak pernah ada dalam kamusNya. Tuhan Yesus sendiri sudah menyatakan bahwa "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." (Markus 10:27).

Dalam kehidupan ini kita akan senantiasa berhadapan dengan "raksasa-raksasa" yang siap menjatuhkan kita. Jika anda memandang kepada tingkat kesulitan dan membandingkannya dengan kemampuan diri anda sendiri, maka anda akan gagal sebelum bertanding. Jika anda mengandalkan segala hal duniawi yang anda miliki atau mengandalkan orang lain, maka anda pun akan kecewa. Oleh sebab itu berjalanlah bersama Tuhan. Hadapi "raksasa-raksasa" yang berdiri di depan anda bersama Tuhan. Itulah yang akan memampukan kita semua untuk keluar sebagai pemenang menghadapi situasi sebesar atau sesulit apapun. Kita perlu menyadari kelemahan dan keterbatasan kita, karena di sanalah kuasa Tuhan justru disempurnakan. (2 Korintus 12:9). Apa raksasa yang mengancam anda saat ini? Apakah itu sangat besar dan rasanya tidak akan mampu anda lewati? Tidak perlu takut, hadapilah dengan Tuhan, maka kemenangan yang mengalahkan logika akan menjadi milik anda. "Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu." (Amsal 16:3).

Di dalam Tuhan ada kemenangan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari