Minggu, 01 Juni 2014

Senin, 2 Juni 2014 - Menyangkal iman? (1 Samuel 27:1-12)

  Tampilan cetakSenin, 2 Juni 2014

Judul: Menyangkal iman?Bagaimana kita memahami kisah di perikop ini, ketika Daud dalam hatinya menyadari bahwa cepat atau lambat Saul pasti akan menangkap dan membunuhnya? Bukankah Daud selama ini telah menaruh kepercayaannya kepada Tuhan, bahwa Tuhan pasti akan meluputkannya dari Saul? Apakah tindakannya menyeberang ke Filistin, lalu menipu Akhis dengan bertindak seolah-olah ia telah menjadi musuh Israel, menunjukkan imannya kepada Tuhan?

Ada penafsir yang mengatakan bahwa tindakan Daud adalah sesuai dengan budaya masa itu, sehingga dapat dibenarkan. Ada juga penafsir yang mengatakan tindakan Daud adalah kebohongan, maka merupakan dosa. Yang jelas, ada kemiripan kisah Daud ini dengan kisah Abram. Baru saja Abram menaati panggilan Tuhan untuk ke negeri Kanaan, saat bahaya kelaparan menimpa negeri itu, ia melarikan diri ke Mesir dan berbohong kepada Firaun (Kej 12). Baru saja Daud memercayakan hidupnya pada Tuhan, dengan tidak menjamah Saul, orang yang diurapi Tuhan, sekarang ia tetap takut bahwa Saul pada suatu hari akan menangkap dan membinasakan dirinya. Oleh karena itu Daud melarikan diri ke Filistin, dengan perhitungan bahwa Saul tidak akan mengejar dirinya sampai ke negeri musuh (4).

Tindakan Daud mencederai imannya sendiri. Ia mengandalkan hikmat manusia untuk menyelamatkan diri dari Saul. Ia membuat diri seolah musuh Israel sehingga diterima oleh Raja Akhis. Kelak, akibat kebohongannya, hampir saja ia dipaksa untuk melawan pasukan Saul. Sama seperti Tuhan harus bertindak menyelamatkan Abram dari akibat kebohongannya, demikian juga kelak Tuhan harus menyelamatkan Daud.

Tindakan Daud tersebut menggambarkan realitas pertumbuhan iman yang jatuh bangun. Siapapun bisa terjatuh seperti Daud. Di sinilah anugerah Tuhan nyata. Dia tahu menjaga hamba-hamba-Nya, bahkan mengangkat mereka saat jatuh. Mari belajar untuk tidak mengulang kesalahan Daud. Kita belajar memercayakan diri penuh kepada pemeliharaan-Nya.

Diskusi renungan ini di Facebook:https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/

Sumber : www.sabda.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari