Sabtu, 14 Juni 2014

Minggu, 15 Juni 2014 - Belajar memuji Tuhan (Mazmur 134)

  Tampilan cetakMinggu, 15 Juni 2014

Judul: Belajar memuji TuhanMengapa mazmur ini mengajak para hamba Tuhan memuji Tuhan? Sepertinya mazmur ini merupakan dorongan atau pemberian semangat dari umat yang datang untuk beribadah di rumah Tuhan kepada para pelaksana ibadah, yaitu para imam. Para imam mulai bersiap-siap untuk pelayanan ibadah persembahan kurban sejak malam hari, menantikan fajar menyingsing untuk memulai pelayanan tersebut. Apa makna ajakan memuji Tuhan ini buat kita para hamba-Nya masa kini?

Coba kita memeriksa sejenak hidup penyembahan kita kepada Tuhan selama ini! Bukankah seringkali, penyembahan kita hanya bersifat rutinitas, dengan sedikit atau bahkan tanpa penghayatan sama sekali. Penyembahan seperti itu, bukan penyembahan sejati. Jangan-jangan yang sedang kita lakukan hanyalah pemenuhan kewajiban kita seturut perintah firman-Nya untuk memuji dan menyembah Dia. Lebih parah lagi, bisa jadi penyembahan kita sebenarnya demi pemuasan kejiwaan kita yang membutuhkan kelepasan dari emosi-emosi negatif karena kerumitan hidup di dunia ini. Dengan mengangkat tangan, berteriak, menangis, meloncat-loncat, kita mencoba menghibur diri dengan penyembahan yang hakikatnya berpusat pada diri sendiri! Kita lupa bahwa Dia yang bertakhta di Sion, berhak menerima sembah kita tanpa embel-embel apa pun, tanpa motivasi sampingan apa pun.

Ajakan menyembah Tuhan merupakan kesempatan untuk menghayati ulang kebesaran dan kemuliaan-Nya, serta terkagum-kagum akan karya-Nya yang ajaib. Baiklah kita dengan jujur menyediakan diri untuk dikoreksi dalam ibadah kita. Kalau motivasi kita keliru, atau penghayatan kita dangkal, atau kita ternyata sedang mendua hati dengan hal-hal dunia ini yang lebih menarik daripada dengan Tuhan, kita perlu bertobat! Lantunkan ulang Mazmur 134 ini. Hayati kembali penyembahanmu kepada Tuhan secara segar dan buka hatimu untuk menerima berkat-Nya.

Diskusi renungan ini di Facebook:https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/

Sumber : www.sabda.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari