Senin, 21 April 2008

Memikul Salib

Ayat bacaan: Luk 27
====================
"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku."

Ada banyak pandangan yang salah mengenai iman kristiani. Banyak orang berpikir bahwa menjadi seorang kristen, berarti hidup nikmat berkemewahan, tidak perlu bekerja, dan Tuhan akan mencukupi semuanya. Menjadi seorang kristen sama halnya seperti sebuah piknik di tempat super mewah. Jika hal itu tidak terjadi? Maka mereka kecewa, meragukan eksistensi Tuhan, atau menjadi petualang religi.

Dengarlah, Yesus telah menyatakan sejak awal bahwa barang siapa yang tidak mau memikul salibnya dan mengikuti Yesus, dia tidak akan dapat menjadi murid. Apakah orang kristen ditakdirkan menderita? tentu tidak! Tuhan menjanjikan segala sesuatu bagi anda dan saya di kehidupan duniawi ini. Itu jelas, dan itu benar. Tapi bukan disitu intinya, karena kita memiliki destinasi akhir yang jauh lebih penting, sebuah kehidupan kekal. Apakah itu nantinya kehidupan kekal atau kebinasaan kekal, semua tergantung kita.

Saya tidak tahu apakah diantara anda pernah mengalami sulitnya menjadi pengikut Yesus ditengah2 saudara2 kita yang tidak percaya. Saya tidak tahu apakah anda pernah mengalami tekanan, penderitaan, disingkirkan, dianaktirikan, bahkan diusir dari rumah atau lingkungan anda begitu anda memutuskan untuk setia pada Yesus. Saya tidak tahu apakah anda mengalami kesulitan untuk naik jabatan, mendapat fasilitas dan sebagainya, karena anda isian KTP anda berbeda. Saya tidak tahu apakah anda pernah mengorbankan hal2 yang sangat berat dalam hidup anda. Tapi jika ya, inilah salib yang harus kita pikul. Dan percayalah, semua itu akan terbayar lunas di kehidupan kekal, yang amat sangat jauh lebih panjang dari sebuah kehidupan di dunia ini, bahkan seringkali anak2 Tuhan tidak perlu menunggu terlalu lama untuk memikul salibnya, karena Tuhan sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian mengalami masa2 sulit.

Memikul salib bukanlah sekedar tetap mengucap syukur ketika kita mengalami sakit kepala. Bukan pula sebuah bentuk kesabaran ketika rekan kerja kita tidak menyenangkan. Memikul salib mempunyai makna menyatakan diri sepenuhnya sebagai pengikut Yesus, dengan resiko apapun, dengan pengorbanan dalam bentuk apapun. Dalam keadaan paling sulit sekalipun, jika anda taat dan setia, Yesus akan selalu memberi kekuatan dan menunjukkan jalan keluar.

Iman kristen bukan sebuah piknik atau pesta, tapi sebuah proses perjalanan menuju keabadian yang penuh damai sejahtera.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari