Tampilkan postingan dengan label Renungan akhir tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan akhir tahun. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Desember 2011

Finally, Year End

Matius 19:17
Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."

Tahun 2011 hampir berakhir. Menjelang penghujung tahun ini, hal baik apa yang perlu kita lakukan agar 365 hari yang segera berlalu akan meninggalkan kesan penuh makna dan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menyongsong tahun depan?

Sekarang adalah waktunya untuk mulai mendokumentasikan apa saja yang menurut Anda perlu disimpan sebagai file "bersejarah" dan berharga bagi perjalanan hidup Anda selama tahun ini. Seperti rekaman momen berkesan berupa file foto atau film, piagam penghargaan, dokumen transaksi penting dan sebagainya.

Satu hal yang terdengar klise namun sangat penting bagi perjalanan hidup kita di dunia kerja, yaitu membuat resolusi. Susunlah goals yang hendak Anda raih di tahun depan. Buatlah daftar tentang hal-hal lama yang ingin Anda tinggalkan dan hal-hal baru yang ingin Anda lakukan. Jika Anda dapat menuliskannya dengan jelas, Anda akan memiliki panduan jelas untuk melakukannya.

Jika semuanya sudah selesai, kini waktunya untuk rileks sejenak. Apapun hasil yang kita raih di tahun ini, kita perlu istirahat untuk mempersiapkan diri agar menjadi lebih baik di tahun depan. Ambillah masa tenang untuk menjernihkan pikiran, siapkan diri menyambut peluang baru yang terbentang di tahun mendatang.

Lupakan kesalahan yang telah Anda buat, tapi jangan penah melupakan pelajaran berharga yang pernah Anda peroleh.

Senin, 26 Desember 2011

Sampai Di Sini...

1 Samuel 7:12
Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita."

Mengucap syukur adalah salah satu kunci dalam kebangunan rohani. Seringkali kita lupa mengucap syukur, karena terlalu dikuasai rasa ridak puas dan kemaruk.

Kita berpikir, "Ah, seandainya saya diterima kerja di perusahaan anu, maka saya akan bahagia dan bersyukur." Kemudian setelah diterima di perusahaan tersebut, maka kita mulai merasa tidak bahagia dan berpikir, "Ah, seandainya saya dapat menjadi manajer..." Dan seterusnya, menjadi direktur, pemilik perusahaan, orang terkaya dan seterusnya. Kita tidak pernah merasa puas. Amsal 21:26 menuliskan, keinginan membangkitkan nafsu sepanjang hari. Sekali Anda berketetapan mengikuti keinginan Anda sendiri, Anda akan dijeratnya.

Mengucap syukur kepada Allah adalah pilihan kita sendiri dan tidak ditentukan oleh keadaan. Tidak mungkin dalam kehidupan Anda tidak ada sesuatupun yang tidak dapat disyukuri bukan? Samuel dengan bijaksana mengakui kebaikan Tuhan dalam setiap langkah yang dia lalui. Selepas orang Israel memukul orang Filistin di Mizpa, Samuel bersyukur dan mengingat bahwa Tuhan menolong dia sampai di situ.

Dan tangan Tuhan tidak berhenti sampai di situ. Ayat selanjutnya melukiskan dengan sangat-sangat indah, "Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel..."

Menjelang tutup tahun 2011, maukah kita berhenti sejenak saat membaca untaian kalimat ini dalam sikap berlutut dan berbisik kepada-Nya, "Sungguh Tuhan, Engkau telah menolong aku sampai di sini. Aku mengucap syukur..."

Rayakanlah kebaikan Tuhan dalam hidup Anda, sampai hari ini Tuhan tetap BAIK.

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari