Senin, 03 Juni 2013

Selasa, 4 Juni 2013 - Tuhan yang berdaulat (Keluaran 6:27-7:13)

  Tampilan cetakSelasa, 4 Juni 2013

Judul: Tuhan yang berdaulatSeperti yang telah kita lihat dalam Keluaran 6:5-7, Allah akan menyatakan diri sebagai Tuhan/Yahweh melalui peristiwa Keluaran. Maka Ia berkata bahwa "Aku akan mengeraskan hati Firaun". Untuk itu Ia akan memperbanyak tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat yang Ia lakukan di tanah Mesir, supaya Ia mengeluarkan umat-Nya dari Mesir dengan menjatuhkan hukuman yang berat terhadap Mesir (3-4).

Pernyataan "Aku akan mengeraskan hati Firaun" tentu menimbulkan pertanyaan, "Apakah berarti Firaun sebenarnya berhati lembut, tetapi Tuhan mengeraskan hatinya?" Tentu tidak. Pernyataan itu berarti Tuhan membiarkan Firaun terus mengeraskan hati sehingga akhirnya sepuluh tulah dijatuhkan atas Mesir. Ini dapat kita lihat dari bagian lain yang menyatakan bahwa "hati Firaun berkeras" (7:13) atau "Ia tetap berkeras hati" (Kel 8:15). Namun mengapa menyatakan bahwa Tuhan akan mengeraskan hati Firaun? Pertama, pernyataan ini mau menekankan kedaulatan Tuhan, bahwa sesuatu hanya dapat terjadi karena Allah yang memutuskan hal itu.

Kedua, pernyataan mengeraskan hati Firaun harus dimengerti sebagai tindakan Allah menghukum Firaun yang telah lebih dahulu mengeraskan hatinya. Dan kerasnya hati Firaun terus berlanjut, seperti yang dipaparkan pada waktu tulah demi tulah terjadi satu per satu. Perhatikanlah keterangan tentang kerasnya hati Firaun di setiap akhir tulah. Prinsip yang sama dijelaskan oleh Paulus dalam Roma 1:24-32, Allah menyerahkan orang berdosa pada keberdosaan mereka sebagai hukuman-Nya kepada mereka.

Firaun berkeras hati dan Allah hanya membiarkan Firaun mengeraskan hatinya supaya maksud Allah dapat tercapai, yaitu menghukum orang Mesir dan allah-allah mereka karena kejahatan yang telah mereka lakukan terhadap Israel.

Allah berdaulat memakai dosa manusia sebagai penghukuman atas orang yang berdosa itu. Oleh karena itu, jangan keraskan hati saat kita ditegur karena dosa kita. Cepat bertobat agar kita segera menerima pengampunan-Nya.

Diskusi renungan ini di Facebook:http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2013/06/04/

Sumber : www.sabda.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari