Selasa, 04 Juni 2013

Rabu, 5 Juni 2013 - Allah Mahakuasa (Keluaran 7:14-8:15)

  Tampilan cetakRabu, 5 Juni 2013

Judul: Allah MahakuasaFiraun tidak mengenal Allah Israel maka dia punya cukup alasan untuk menolak permintaan Musa dan Harun, seperti yang difirmankan Tuhan. Ia mengeraskan hati terhadap perkataan Tuhan yang Musa sampaikan. Setelah berulang kali menghadap Firaun, Musa tetap ditolak. Maka tiba saatnya Tuhan bertindak dengan kuasa-Nya. Tuhan akan menghukum Mesir dan Firaun dengan tulah.

Tulah pertama adalah air menjadi darah. Saat Firaun sedang berada di tepi sungai Nil, Musa menunjukkan kuasa hukuman Tuhan. Sungai Nil yang merupakan sungai suci bagi orang Mesir tiba-tiba berubah menjadi darah hanya dengan pukulan tongkat Musa. Ikan-ikan jadi mati. Orang Mesir tidak dapat meminum air sungai itu. Bau busuk ada di mana-mana. Air darah juga ada di mana-mana, bahkan di wadah kayu dan batu. Itulah kuasa Tuhan. Namun, Firaun tetap mengeraskan hati karena para ahli Mesir dapat juga membuat hal yang sama (22).

Tulah kedua, yaitu katak yang muncul di mana-mana. Jumlahnya tak terkirakan dan memenuhi seluruh ruang di Mesir. Lebih buruk lagi, ahli-ahli Mesir dengan manteranya menambah jumlah katak yang bermunculan. Lalu Firaun memanggil Musa untuk berdoa agar Tuhan menghilangkan katak-katak dari bumi Mesir. Walaupun permintaan Firaun didengar. Ternyata kembali Firaun mengeraskan hati tidak mau melepaskan Israel.

Dari dua tulah itu, Musa dan Firaun belajar tentang kuasa Allah yang tak tertandingi. Ia dapat mengubah air menjadi darah dan memerintahkan katak-katak keluar dari persembunyiannya. Meski Firaun mempunyai ahli-ahli untuk membuat hal yang sama, tetapi mereka tidak dapat membuat segala sesuatu kembali seperti semula.

Jelas bahwa Allah Israel -yang juga adalah Allah kita- lebih besar kuasa-Nya daripada segala ahli sihir, ahli nujum, dan orang-orang sakti lainnya, baik yang ada di Mesir maupun yang ada di seluruh penjuru dunia ini. Karena itu, jangan pernah berpaling dari Allah kepada orang-orang yang mengaku atau diakui sakti. Mungkin saja mereka memiliki kuasa, tetapi Allah kita jelas Mahakuasa.

Diskusi renungan ini di Facebook:http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2013/06/05/

Sumber : www.sabda.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari