Selasa, 16 April 2013

Membaca bBiografi/b Tokoh Plengdut - Pustaka Online

Tahukah kamu, bahwa membaca riwayat hidup seseorang dapat bermanfaat? Apakah manfaatnya? Dari cerita kisah hidup seorang tokoh kamu akan menemukan hal-hal yang menarik dari perjalanan hidupnya. Selain itu, ada sikapsikap yang patut diteladani dari perjalanan tokoh. Suka, duka, senang, susah, dan liku-liku hidup tokoh semua diceritakan dalam buku biografinya. Sebenarnya apa biografi itu? Mari kita pelajari bersama!

1. Pengertian Biografi

Biografi artinya kisah yang mengulas riwayat hidup seseorang. Biografi biasanya dipilih dari tokoh yang dikenal oleh kalangan masyarakat luas. Biografi ditulis untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang riwayat hidup seseorang, perjalanan hidupnya, keahliannya, kepandaiannya, pendidikan, dan keistimewaan lainnya.

2. Manfaat Membaca Biografi

Dengan membaca sebuah biografi, maka kamu akan memperoleh beberapa manfaat. Mulai dari hal-hal yang menarik, mengesankan, perjuangan, dan perjalanan hidup si tokoh sampai pembelajaran atau pesan dari kisah si tokoh. Setelah membaca biografi dari tokoh, seorang pembaca dapat mengambil hikmah dari kisah-kisahnya serta dapat meneladani sikap-sikap yang ada pada si tokoh untuk kebaikan si pembaca.

3. Menemukan Hal Menarik dan yang Diteladani dari Tokoh

Di bawah ini ada kutipan teks biografi seorang tokoh. Tokoh tersebut bernama B.J. Habibie. Untuk itu, bacalah biografi berikut dengan saksama!

B.J. Habibie

B.J. Habibie (1936) adalah presiden ketiga Republik Indonesia. Sebelum menjadi presiden, ia adalah wakil presiden mendampingi Soeharto. Aksi demonstrasi dan tuntutan reformasi memaksa Soeharto mundur dari jabatannya (21 Mei 1998) dan digantikan oleh Habibie. la dikenal sebagai ilmuwan dan ahli aeronautika.

Baharuddin Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. la sekolah di Bandung, Jawa Barat. Pada 1954 Habibie kuliah di Instutut Teknologi Bandung (ITB). Baru enam bulan kuliah di ITB ia memperoleh beasiswa dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Departemen Pendidikan Nasional) untuk belajar di Rhenisch-Wesrfaelische Technische, Aachen, Jerman Barat. Pada 1965 ia meraih gelar doktor di bidang konstruksi pesawat terbang. Habibie termasuk mahasiswa yang sangat cerdas. Setelah menyelesaikan kuliahnya, ia bekerja pada sebuah pabrik pesawat terbang di Jerman, Messerschmitt Bolkow-Blohm (MBB).

Karier dan JabatanPada 1974 Habibie dipanggil pulang ke Indonesia oleh Presiden Soeharto untuk ditugaskan menjadi penasihat utama presiden di bidang teknologi. Pada waktu itu ia juga diangkat menjadi pejabat di Pertamina. Pada 1976 Presiden Soeharto melantiknya menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Nurtanio di Bandung. Kariernya terus menanjak pada masa itu. Habibie juga pernah menjadi Dirut PT PAL Surabaya, Dirut PT Pindad, Ketua Dewan Pembina dan Pengelola Industri Strategis Pertahananan dan Keamanan, serta Ketua Otorita Pulau Batam. Pada 31 Maret 1978 Presiden Soeharto mengangkatnya menjadi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta menjadi wakil presiden pada 1998.

Presiden KetigaB.J. Habibie menjadi presiden ketiga Republik Indonesia dalam masa yang sangat singkat (Mei 1998-Oktober 1999). Ia menolak dicalonkan kembali oleh partai Golongan Karya setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada Oktober 1999. Kedekatannya dengan pemerintahan Orde Baru menyebabkan banyak kalangan meragukan kemampuannya untuk menjalankan agenda reformasi pasca-Orde Baru. Namun, di bawah kepemimpinannya Indonesia berhasil menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) multipartai yang damai dan pemilihan presiden yang demokratis (1999). Sebagai presiden, Habibie dikenal ramah terhadap siapa pun, bahkan tidak jarang ia melucu ketika berpidato.

IPTNB.J. Habibie merupakan salah seorang ahli pesawat terbang (aeronautika) terkemuka yang diakui keahlian dan keilmuannya secara internasional. Keahliannya dalam bidang aeronautika terutama mengenai keretakan struktur pesawat terbang. Karena itu di kalangan ahli aeronautika, Habibie dijuluki "Mr. Crack". Latar belakang pendidikan dan keahlian Habibie membuatnya mampu mengembangkan PT Nurtanio menjadi Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN). Pada masa kepemimpinannya, IPTN berhasil memproduksi beberapa jenis pesawat terbang dan helikopter sebagai hasil kerja sama dengan industri pesawat terbang di dunia, seperti Boeing, Bell, Aerospatiale, MBB, dan CASA. 

Sumber: Dari Ensiklopedi Umum untuk Pelajar

Sumber : www.plengdut.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari