Senin, 15 Agustus 2011

Sadar Sebaik-baiknya

Ayat bacaan: 1 Korintus 15:34
=======================
"Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi!"

sadar"Saya khilaf pak hakim.." kata seorang pria tua tertunduk lesu ketika diadili akibat memperkosa cucunya sendiri. Ucapan ini tertulis dalam sebuah berita di surat kabar beberapa waktu lalu. Khilaf, itu artinya berbuat sesuatu kesalahan yang dilakukan tanpa sengaja dalam keadaan tidak sadar akibat dikuasai oleh nafsu atau kehilangan kontrol dalam diri. Alasan ini tampaknya menjadi favorit dari para pelaku kejahatan karena mereka bisa berkelit melakukan sesuatu di luar kesadaran mereka. Tapi tidak jarang pula orang memang menjadi gelap matanya karena nafsu benar-benar menguasai akal sehatnya. Satu hal yang pasti, ketika manusia mulai kehilangan kesadarannya atau masih setengah sadar sekalipun, maka mereka cenderung melakukan kesalahan. Pernahkah anda melakukan kesalahan kecil, seperti menjatuhkan jam weker, menyenggol gelas atau tersandung ketika anda masih setengah sadar di saat baru bangun tidur? Itu contoh kecil bagaimana tidak awasnya kita berada dalam kondisi yang tidak sepenuhnya sadar. Hidup kita pun seperti itu. Alangkah rawannya jika kita menjalani hidup dalam keadaan setengah sadar, karena ada banyak godaan dan jebakan yang akan selalu mengintip kita setiap saat. Sedikit saja lengah maka kita bisa tersandung dan jatuh.

Keinginan daging bisa setiap saat menjatuhkan kita. Iblis selalu berjalan berkeliling mencari mangsa. "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8). Ini berpotensi menjatuhkan kita jika kita lengah. Apabila roh kita lemah, maka daginglah yang akan berkuasa, dan lemahnya daging akan membuat kita rentan untuk diserang oleh rupa-rupa jebakan. Oleh karena itu Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk senantiasa berjaga-jaga dan berdoa. "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Matius 26:41, Markus 14:38). Berjaga-jaga tidak akan bisa dilakukan oleh orang yang setengah sadar. Itulah sebabnya Paulus mengingatkan kita agar bisa sadar sepenuhnya, dengan sebaik-baiknya. "Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi!" (1 Korintus 15:34). Pesan ini jelas. Bukan sekedar sadar, bukan setengah sadar, bukan pura-pura sadar, tetapi sadar dengan sebaik-baiknya. Dan itu harus dilakukan mulai sekarang juga.

"Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!" (Roma 13:12). Itu bunyi sebuah ayat dalam Alkitab. Berhati-hatilah agar tidak menjalani hidup yang terbuai dalam mimpi atau keadaan tidak sadar. "Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati." (ay 13). Demikian bunyi ayat selanjutnya. Hiduplah terhormat seperti di siang hari ketika kita biasanya sadar.Lalu pesan inipun hadir: "kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya." (ay 14). Kita harus menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa pada hakekatnya lewat Kristus kita telah dijadikan ciptaan baru (2 Korintus 5:17) dan telah diberikan status baru sebagai anak Allah. "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya." (Yohanes 1:12). Itulah jati diri kita yang sebenarnya setelah menjadi orang percaya. Terkadang kita tidak tahu apakah kita masih dalam kondisi benar-benar sadar atau tidak. Jika itu yang terjadi, kita harus menyadarkan kembali diri kita bahwa itulah kenyataannya, bahwa kita telah dianugerahi kebenaran dan diberi kedudukan yang terbaik bersama Tuhan. Itu harus kita jaga dengan sebaik-baiknya, dan itu hanya bisa kita lakukan jika kita sadar penuh sehingga tidak berlaku khilaf atau kehilangan kontrol berbuat sesuatu diluar kesadaran kita.

Setiap saat kita seharusnya sadar siapa kita sebenarnya dan seperti apa yang Tuhan mau kita hidupi, "yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (Efesus 4:22-24). Kita diingatkan agar selalu mampu  "menanggalkan semua beban dosa yang begitu merintangi kita dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." (Ibrani 12:1). Dosa siap memperhambakan kita. Iblis siap menjebak kita masuk ke dalam jeratnya kapan saja, dimana saja, bilamana saja. Hanya dengan kesadaran yang sebaik-baiknyalah kita bisa terhindar dari itu.  Benar, bukan karena kekuatan kita, tapi Roh Allah-lah yang akan memampukan kita. Tetapi itu semua tidak akan bisa terjadi jika kita belum sadar sepenuhnya mengenai siapa diri kita yang sesungguhnya dan seperti apa kita seharusnya hidup.

Kesadaran mutlak diperlukan agar kita bisa awas dari jerat-jerat yang dipasang iblis di berbagai tempat. Bukan cuma sadar ala kadarnya, tetapi kesadaran yang sebaik-baiknya. Itulah yang bisa mencegah kita agar tidak terjatuh terus kepada kebiasaan-kebiasaan lama kita maupun berbagai jebakan dosa termasuk di dalamnya berbagai tawaran-tawaran menyesatkan dari dunia. Sadari ini sepenuhnya, bahwa kita telah dijadikan dalam kebenaran Tuhan dan diberi kedudukan tinggi sebagai anak-anak Allah. Miliki tekad hari ini untuk berjalan dalam kesadaran penuh sesuai kedudukan kita yang benar di hadapan Allah. Hiduplah lebih dekat lagi kepadaNya dalam setiap langkah yang kita tempuh dalam yang benar-benar sadar. Anda merasa khawatir akan hari ini? Petrus mengingatkan "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1 Petrus 5:7). Sesungguhnya segala rancangan yang terbaik sudah Tuhan berikan. Dia siap mengangkat kita keluar dari segala permasalahan, tapi itu tidak akan terjadi jika kita belum menyadari dengan benar hakekat sebenarnya mengenai siapa diri kita. Hendaklah kita semua sadar, bukan cuma sekedarnya tetapi dengan sebaik-baiknya agar kita terhindar dari resiko buruk bagi masa depan kita dan bisa menerima berkat Tuhan sepenuhnya tanpa halangan.

Jangan setengah sadar, tapi sadarlah sepenuhnya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari